Valve Bawa Steam Controller Baru, Harga Rp 1,7 Juta dan Segudang Fitur Baru

Valve akhirnya membuka detail penting dari Steam Controller, aksesori kontroler game terbarunya yang akan mulai dijual pada 4 Mei 2026. Harga perangkat ini ditetapkan 99 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta melalui toko resmi Steam.

Kabar ini langsung menarik perhatian karena Steam Controller bukan berdiri sendiri. Perangkat ini disiapkan sebagai pelengkap lini hardware Steam, mulai dari Steam Deck hingga perangkat lain yang belum dirilis, yaitu Steam Machine dan Steam Frame.

Di laman produk Steam pada Rabu (29/4/2026), perangkat tersebut juga belum tersedia untuk pasar Indonesia. Steam menampilkan keterangan “This item is not available for purchase in your region”, sehingga ketersediaannya masih terbatas di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Pembaruan besar dari generasi sebelumnya

Steam Controller hadir dengan sejumlah peningkatan dibanding model sebelumnya yang terakhir dirilis pada 2015. Valve menempatkan Thumbstick Magnetic sebagai salah satu pembaruan utama, dengan klaim lebih presisi dan lebih tahan lama.

Jumlah joystick analog juga bertambah menjadi dua, bukan hanya satu di sisi kiri seperti generasi lama. Keduanya mendukung input sentuhan atau capacitive touch, yang memberi cara kontrol lebih fleksibel saat bermain.

Di bagian kontrol tambahan, perangkat ini membawa dua trackpad yang ditempatkan di bawah joystick kiri dan kanan. Valve juga tetap menyertakan tombol-tombol khas kontroler konvensional agar perangkat ini tetap akrab digunakan oleh pemain.

Tombol yang tersedia mencakup directional pad, tombol ABXY, trigger seperti L1 hingga R1, tombol Menu, tombol Steam, serta empat tombol ekstra yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Susunan ini membuat Steam Controller tetap menawarkan banyak opsi input untuk berbagai gaya bermain.

Fitur imersif dan daya tahan baterai

Untuk pengalaman bermain yang lebih terasa, Valve membekali Steam Controller dengan empat motor haptic. Sistem ini dirancang untuk memberi feedback getaran yang realistis sesuai efek di dalam game.

Ada juga fitur Grip Sense yang mengandalkan sensor gyroscope 6-axis IMU. Fitur ini mendukung kontrol berbasis gestur dan memberi lapisan input tambahan saat bermain game.

Dari sisi daya, Steam Controller memakai baterai 8,39Wh. Valve mengklaim baterai tersebut mampu bertahan lebih dari 35 jam dalam sekali pengisian.

Valve juga menyertakan aksesori Steam Controller Puck sebagai dongle. Perangkat ini dipakai untuk koneksi nirkabel berlatensi rendah sekaligus mendukung pengisian daya magnetik.

Meski begitu, penggunaan Puck tidak wajib. Steam Controller tetap bisa dipakai lewat Bluetooth atau kabel USB-C, sehingga pengguna punya lebih banyak pilihan saat menghubungkannya ke perangkat lain.

Kompatibel dengan banyak perangkat

Steam Controller didesain untuk bekerja lintas perangkat, dari PC berbasis Windows, Mac, dan Linux. Perangkat ini juga kompatibel dengan tablet, smartphone yang menjalankan Steam atau Steam Link, serta Steam Deck.

Dukungan itu berlaku baik saat Steam Deck digunakan dalam mode docked maupun handheld. Valve juga menambahkan kompatibilitas dengan Steam Frame, karena kontroler ini bisa dilacak oleh kamera pada sistem tersebut.

Dengan dukungan itu, pengguna disebut bisa memainkan game non-VR di layar virtual melalui Steam Frame. Kombinasi kompatibilitas lintas platform, fitur haptic, dan opsi koneksi yang beragam membuat Steam Controller tampil sebagai aksesori baru yang cukup penting dalam ekosistem hardware Steam.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button