Sebuah unggahan lama di X kembali menarik perhatian karena memuat prediksi Argentina akan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Tweet yang dibuat pada 2021 itu bahkan mencantumkan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina, sehingga memicu perdebatan soal apakah prediksi tersebut benar-benar luar biasa atau dapat dibuat dengan trik tertentu.
Bagian yang membuat banyak pengguna terpaku adalah waktu ungggahannya, yakni jauh sebelum turnamen berlangsung. Namun, ketepatan skor akhir belum dapat dipastikan, sehingga reaksi warganet terutama tertuju pada prediksi pertemuan Argentina dan Spanyol.
Unggahan itu berasal dari akun X @actuallyimthe dan bertanggal 12 Juli 2021. Isi tweet tersebut berbunyi, “Argentina just beat Spain at the 2026 World Cup final, 3-2.”
Saat diperiksa inet.detik.com pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 11.23 WIB, tweet tersebut masih dapat dilihat. Interaksi terhadap unggahan lama itu meningkat pesat setelah prediksinya kembali dibicarakan.
| Data unggahan | Rincian |
|---|---|
| Tanggal tweet | 12 Juli 2021 |
| Jumlah suka | Lebih dari 246.000 |
| Jumlah repost | Lebih dari 49.600 |
| Jumlah komentar | Lebih dari 17.500 |
Reaksi atas prediksi lama
Kolom komentar dipenuhi pengguna yang terkejut melihat unggahan dari 2021 itu kembali relevan dengan pembahasan Argentina vs Spanyol. Sejumlah komentar mempertanyakan bagaimana akun tersebut bisa menulis prediksi yang tampak sangat spesifik sejak jauh hari.
Akun TheEuropeanLad menulis, “Yo adakah orang di sini hari ini?” Sementara itu, theberneese berkomentar, “Bagaimana dia bisa memprediksi WOW!”
Pengguna lain bernama Notsale3 turut menyoroti waktu ungggahan tersebut. “Kamu ngetweet ini sebelum Piala Dunia 2022, siapa sumber kamu plis?” tulisnya.
Respons semacam itu menunjukkan bagaimana sebuah prediksi lama dapat kembali menyebar ketika konteks pertandingan besar muncul. Kombinasi antara nama dua tim besar, turnamen Piala Dunia 2026, serta skor yang tertera membuat unggahan tersebut mudah memancing rasa ingin tahu.
Teori tweet massal dan penghapusan prediksi
Di tengah kekaguman itu, ada pula pengguna yang mempertanyakan kemungkinan di balik ketepatan prediksi tersebut. Akun @Timodenb menyebut seseorang bisa saja mengirim banyak prediksi berbeda, lalu menghapus unggahan yang hasilnya tidak sesuai.
Menurutnya, strategi itu dapat dilakukan dengan membuat ribuan kemungkinan hasil pertandingan melalui sistem otomatis. Setelah hasil sebenarnya diketahui, hanya tweet yang kebetulan tepat yang dibiarkan tetap tampil dan berpotensi menyebar luas.
“Kamu tweet melalui excel 1.000 hasil berbeda dan kemudian menghapus yang salah-salah. Jam yang rusak pun bisa menunjukkan waktu yang tepat dua kali sehari,” ujarnya.
Gagasan itu sempat ditentang oleh Akanne Chigozie yang menulis, “Cobain sendiri.” Namun, Timodenb kembali menjelaskan bahwa seseorang dapat membuat akun baru, memasang 1.000 prediksi otomatis untuk hasil Piala Dunia 2030, lalu menghapus seluruh prediksi keliru setelah turnamen selesai.
“Tidak ada yang akan menyadarinya, hanya satu tweet yang tersisa yang akan viral,” tulis Timodenb. Perdebatan ini menempatkan perhatian bukan hanya pada isi ramalan, tetapi juga pada kemungkinan cara sebuah unggahan lama dipilih dan dipertahankan di media sosial.
Ramalan sepak bola memang selalu menarik
Prediksi hasil pertandingan bukan fenomena baru dalam sepak bola. Salah satu contoh yang pernah dikenal luas adalah Paul si Gurita dari Sea Life Centre di Oberhausen, Jerman.
Gurita tersebut sukses menebak delapan pertandingan selama Piala Dunia 2010, termasuk laga final. Kisah seperti ini membuat prediksi olahraga tetap memiliki daya tarik, terutama ketika hasilnya tampak sesuai dengan pertandingan besar.
Dalam kasus tweet @actuallyimthe, kekaguman dan skeptisisme berjalan beriringan. Unggahan itu memperlihatkan bahwa prediksi lama dapat menjadi perbincangan besar ketika bertemu dengan momentum turnamen sepak bola dunia.
