Tribun Belakang One Ok Rock Tak Lagi Merepotkan, Galaxy S26 Ultra Tahan Backlight dan Laser

Di tribun belakang konser One Ok Rock, kamera Samsung Galaxy S26 Ultra justru mendapat panggung pembuktian. Meski jarak ke panggung jauh dan cahaya berubah cepat, ponsel ini tetap sanggup menangkap momen konser yang dipenuhi backlight, laser, dan efek asap.

Kondisi itu penting karena konser rock semacam ini memang mengandalkan atmosfer visual yang agresif. Di Indonesia Arena, lampu putih, dominasi warna merah dan biru, hingga sorotan yang bergerak mengikuti tempo musik membuat panggung terlihat hidup, tetapi juga sulit ditaklukkan kamera ponsel biasa.

Posisi duduk di area tribun CAT 1, mentok di bagian belakang dekat tembok, membuat performer terlihat kecil dari tempat duduk. Situasi makin menantang saat Takahiro Moriuchi, Toru Yamashita, dan Ryota Kohama terus bergerak, sementara pencahayaan panggung berubah hampir di setiap lagu.

Dalam kondisi seperti itu, Galaxy S26 Ultra diuji lewat zoom 10x dan kamera 200 MP. Hasilnya dinilai melampaui ekspektasi awal, karena selama performer masih terlihat, foto tetap terasa layak diabadikan.

Backlight dan laser tetap terkendali

Momen paling menarik muncul ketika panggung didominasi backlight dan minim cahaya. Kamera masih mampu menangkap performer dengan cukup jelas tanpa membuat area foto langsung rusak oleh cahaya berlebih.

Efek laser dan backlight memang tetap mendominasi frame, tetapi area foto tidak langsung berubah overexposed. Bagian gelap di sekitar performer juga masih menyisakan detail yang cukup terbaca.

Kemampuan menjaga keseimbangan cahaya itu terasa penting di konser One Ok Rock. Atmosfer dramatis panggung tetap terjaga, sementara sosok di atas panggung tidak sepenuhnya hilang dari hasil foto.

Bagi penonton di tribun belakang, ini memberi nilai tambah yang nyata. Foto tidak hanya merekam kerlap-kerlip panggung, tetapi juga tetap mempertahankan bentuk ekspresi dan gerak para personel.

Crop lebih leluasa untuk kebutuhan media sosial

Kamera 200 MP pada Galaxy S26 Ultra juga membantu saat foto perlu di-crop untuk kebutuhan media sosial. Meski jarak ke panggung jauh, hasil foto masih bisa dipotong ulang tanpa kehilangan detail secara drastis.

Beberapa momen berhasil tertangkap cukup jelas, termasuk saat Taka berdiri tepat di bawah spotlight dan ketika Tomoya bermain drum. Detail yang tetap terjaga membuat foto masih enak dilihat meski diambil dari posisi yang tidak ideal.

Penggunaan mode Expert Raw juga memberi kontrol lebih besar saat memotret. Pengaturan seperti ISO, shutter speed, white balance, eksposur, dan fokus bisa diubah langsung sesuai kondisi panggung yang terus berganti.

Fleksibilitas itu membantu ketika pencahayaan naik turun cepat dan warna lampu berubah ekstrem. Di konser seperti ini, kontrol manual sering menentukan apakah subjek masih terbaca atau tenggelam oleh efek panggung.

Tetap terasa seperti konser, bukan foto studio

Hasil akhir dari pemotretan memakai Galaxy S26 Ultra justru dianggap menarik karena tidak mengubah karakter konser. Kamera ini mampu menangkap detail performer sekaligus mempertahankan atmosfer asli panggung rock yang gelap, intens, dan penuh efek cahaya.

Beberapa hasil foto memperlihatkan bagaimana subjek tetap terlihat tanpa mematikan nuansa visual yang dibangun di atas panggung. Itu membuat pengalaman merekam konser terasa lebih otentik dan mendekati suasana aslinya.

Di konser yang sangat bergantung pada permainan cahaya seperti One Ok Rock, kemampuan kamera seperti ini menjadi pembeda. Dari tribun belakang sekalipun, momen panggung masih bisa dibawa pulang dalam bentuk foto yang tetap detail dan tidak kehilangan rasa pertunjukannya.

Source: tekno.kompas.com
Exit mobile version