Tablet Ringkas dan Layar Cerah, Kriteria Gadget Angga Dwimas Sasongko untuk Bikin Film

Author: Qoo Media

Bagi Angga Dwimas Sasongko, gadget ideal untuk bikin film bukan sekadar perangkat dengan spesifikasi tinggi. Sutradara sekaligus CEO Visinema itu menekankan tiga hal utama, yakni mobilitas, kualitas layar, dan kemampuan mendukung alur kerja kreatif secara cepat di lokasi syuting.

Pandangan itu muncul karena kebutuhan kerja sutradara saat ini semakin dinamis. Angga tidak ingin hanya terpaku di video village, melainkan tetap dekat dengan kamera, set, dan aktor agar arahan bisa diberikan secara langsung.

Mobilitas jadi kriteria utama

Dalam workshop Xiaomi Pad 8 series, Angga menjelaskan bahwa perangkat yang dipakai di lokasi syuting harus ringkas. Tablet menjadi pilihan karena lebih mudah dibawa dan cukup fleksibel untuk dipakai sebagai monitor portable.

Ia mengatakan sutradara masa kini ingin berada lebih dekat dengan proses pengambilan gambar. “Sutradara hari ini kan, karena kita masih muda-muda, kita penginnya lebih dekat ke kamera, lebih dekat ke set, mau langsung direct ke aktor,” kata Angga.

Kebutuhan itu membuat ukuran perangkat menjadi penting. Tablet yang compact dinilai lebih praktis karena bisa dikalungkan dan tetap memberi akses cepat untuk memantau frame tanpa harus berpindah jauh dari area syuting.

Bagi produksi film, efisiensi gerak memang berpengaruh pada ritme kerja. Sutradara yang bisa bergerak lebih bebas cenderung lebih cepat merespons perubahan blocking, pencahayaan, atau ekspresi aktor di lapangan.

Layar harus cerah dan mudah dibaca

Selain bentuk yang ringkas, Angga juga menyoroti kualitas layar. Menurutnya, layar yang cerah sangat penting agar detail frame tetap terlihat jelas dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Ia menegaskan bahwa perangkat kerja ideal harus memiliki monitor yang bagus. “Saya butuh satu device yang punya kualitas monitor layar yang bagus, yang saya nggak perlu nutupin pakai jaket biar kelihatan, jadi saya bisa lihat dalam satu frame apa saja yang harus saya benerin,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa layar tablet bukan hanya soal kenyamanan visual. Dalam produksi film, visibilitas layar berpengaruh langsung pada keputusan kreatif, mulai dari komposisi gambar hingga elemen yang harus diperbaiki sebelum pengambilan berikutnya.

Secara umum, layar terang memang menjadi standar penting untuk perangkat yang dipakai di luar ruang atau di set dengan cahaya kompleks. Kondisi syuting sering berubah cepat, sehingga monitor yang mudah dibaca membantu sutradara mengambil keputusan tanpa jeda panjang.

Terhubung ke kamera dan video village

Kriteria lain yang dianggap penting adalah kemampuan perangkat untuk terhubung ke sistem produksi. Angga menjelaskan bahwa tablet yang dipakai harus bisa tersambung dengan kamera syuting dan video village melalui aplikasi yang relevan.

Ia menyebut fungsi ini memudahkan pemantauan frame kapan saja. “Saya bisa pakai ini, saya pakai aplikasi yang nyambung sama kamera syuting saya, yang nyambung sama video village saya, saya bisa lihat frame saya anytime, anywhere,” kata Angga.

Bagi pekerja film, konektivitas semacam ini sangat penting karena mempercepat alur evaluasi di lokasi. Sutradara tidak perlu selalu bergantung pada satu monitor utama jika perangkat pendamping sudah bisa menampilkan gambar secara real-time.

Model kerja seperti ini juga sejalan dengan tren produksi yang makin mobile. Tim kreatif kini sering memanfaatkan perangkat ringan untuk memantau hasil gambar, membaca catatan produksi, hingga menyusun revisi adegan secara langsung di lapangan.

Bukan hanya untuk syuting, tapi juga untuk manajemen proyek

Angga tidak hanya memakai tablet saat berada di set. Dalam kapasitasnya sebagai CEO Visinema, ia juga membutuhkan perangkat yang bisa membantu pekerjaan administratif dan pengelolaan dokumen.

Di sinilah fungsi tablet meluas dari alat pemantau visual menjadi perangkat produktivitas harian. Xiaomi Pad 8 series, misalnya, disebut mendukung WPS Office PC-level sehingga dapat dipakai mengolah dokumen dalam berbagai format.

Kemampuan semacam itu penting bagi pelaku industri kreatif yang menangani banyak proyek sekaligus. Satu perangkat yang bisa dipakai untuk cek materi visual, membaca dokumen, dan meninjau kebutuhan produksi akan mengurangi ketergantungan pada banyak alat terpisah.

Bagi eksekutif kreatif, efisiensi perangkat juga berkaitan dengan keamanan ide. Catatan, revisi, dan konsep yang tersimpan secara digital lebih mudah dilacak dibandingkan pencatatan manual di kertas.

Stylus dan storyboard masuk daftar kebutuhan penting

Satu aspek yang juga dianggap penting adalah dukungan stylus. Angga menjelaskan bahwa perangkat ideal harus memudahkannya membaca, menggambar, dan membuat storyboard secara cepat.

Dalam referensi yang sama, Xiaomi Pad 8 series disebut hadir dengan Focus Pen Pro. Dukungan stylus ini memungkinkan proses coret-coret ide, penyusunan gerakan kamera, dan pencatatan visual dilakukan langsung di satu layar.

Angga menilai fitur seperti ini membantu kerja kreatif yang kompleks. “Saya butuh tablet yang ringkas yang saya bisa baca, saya bisa gambar, saya bisa langsung bikin storyboard, lalu kemudian coret-coret untuk ngasih sekedar ide untuk gerakan kamera,” ujarnya.

Storyboard memang menjadi salah satu alat penting dalam produksi film. Dengan tablet dan stylus, perancang adegan bisa membuat revisi lebih cepat tanpa harus membawa banyak lembar kertas yang rawan tercecer.

Ia bahkan menyinggung risiko kehilangan ide jika hanya mengandalkan media fisik. Menurut Angga, membawa kertas untuk proyek yang kompleks dan berjalan panjang bukan solusi praktis karena ide bisa hilang saat dokumen tercecer.

Ringkasan kriteria gadget ideal versi Angga Dwimas Sasongko

Berikut poin utama yang bisa ditarik dari kebutuhan Angga dalam memilih gadget untuk bikin film:

  1. Bentuk ringkas dan mudah dibawa saat bergerak di set.
  2. Layar cerah dengan kualitas monitor yang baik.
  3. Bisa terhubung ke kamera syuting dan video village.
  4. Mendukung kerja produktivitas seperti baca dan olah dokumen.
  5. Punya stylus untuk storyboard dan catatan visual.
  6. Cukup fleksibel untuk dipakai dalam syuting dan manajemen proyek.

Kriteria itu menunjukkan bahwa gadget untuk perfilman tidak selalu harus berupa alat besar dan berat. Dalam praktiknya, sutradara justru membutuhkan perangkat yang ringan, cepat diakses, dan mampu menjembatani kerja kreatif dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Pilihan Angga juga mencerminkan perubahan cara kerja industri film yang makin mengutamakan mobilitas. Saat sutradara harus bergerak cepat antara kamera, aktor, dan dokumen produksi, gadget ideal adalah perangkat yang bisa mengikuti ritme tersebut tanpa mengganggu proses kreatif.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com
Terbaru