Steam Deck OLED Naik Tajam, Krisis RAM Bikin Harga Konsol Genggam Ini Melejit

Steam Deck OLED kembali tersedia untuk dibeli setelah stoknya sempat kosong sejak Februari 2026. Namun, kembalinya konsol genggam ini justru dibarengi lonjakan harga yang sangat tajam.

Valve menaikkan harga model paling dasar Steam Deck OLED 512GB dari USD 549 menjadi USD 789. Varian 1TB juga ikut terkerek dari USD 649 menjadi USD 949.

Krisis RAM dan biaya produksi menekan harga

Valve menjelaskan bahwa harga baru itu mencerminkan kondisi terkini harga komponen serta tantangan logistik global di industri secara keseluruhan. Kenaikan ini memperlihatkan bagaimana krisis memori global mulai menekan produk konsumen yang sebelumnya justru diharapkan makin murah seiring usia perangkat.

Steam Deck OLED sendiri sudah berusia sekitar tiga tahun, sehingga kenaikan harga terasa makin kontras. Dalam kondisi normal, harga konsol dan perangkat elektronik biasanya turun setelah beberapa tahun di pasaran.

Bukan hanya unit baru yang terdampak. Steam Deck OLED rekondisi yang dijual lewat Steam juga ikut naik, dengan varian 512GB dibanderol USD 629 dan 1TB menjadi USD 759.

LCD masih menjadi pengecualian

Di sisi lain, Steam Deck LCD rekondisi tidak mengalami penyesuaian harga. Model ini masih tersedia mulai dari USD 279 untuk storage 64GB.

Perbedaan nasib antara varian LCD dan OLED menegaskan bahwa tekanan biaya saat ini paling terasa pada model yang memakai komponen lebih mahal. Valve tidak menjelaskan detail teknis komponen mana yang paling terdampak, tetapi pernyataannya mengarah pada kenaikan harga komponen dan hambatan logistik sebagai faktor utama.

Kondisi ini juga sejalan dengan tren yang lebih luas di industri gaming. Valve bukan satu-satunya produsen yang menaikkan harga perangkat, karena Xbox, PlayStation, dan Nintendo juga melakukan langkah serupa.

Kenaikan Steam Deck paling tajam

Dibandingkan para pesaingnya, kenaikan Steam Deck OLED disebut paling besar. Harga PlayStation 5 reguler kini tercatat USD 150-200 lebih mahal dibandingkan saat diluncurkan pada 2020.

Nintendo Switch 2 yang belum setahun meluncur juga sudah mengalami kenaikan harga USD 50. Angka-angka itu menunjukkan bahwa tekanan biaya tidak lagi terbatas pada satu merek atau satu kategori perangkat saja.

Bagi gamer, kenaikan harga Steam Deck OLED terasa semakin berat karena perangkat ini berada di segmen konsol genggam yang biasanya dipilih untuk fleksibilitas dan nilai praktis. Lonjakan harga seperti ini membuat daya tarik awalnya jadi lebih sulit dijangkau oleh calon pembeli baru.

Steam Machine ikut jadi sorotan

Kenaikan harga Steam Deck OLED turut memunculkan kekhawatiran baru terhadap Steam Machine. Valve belum mengumumkan harga perangkat itu, meski peluncurannya masih dijadwalkan tahun ini.

Kekhawatiran pasar cukup jelas: jika Steam Deck OLED saja naik sangat tinggi, Steam Machine bisa saja dipatok lebih mahal dari perkiraan banyak orang. Situasi ini membuat peluncuran perangkat baru Valve berikutnya diamati lebih ketat, terutama di tengah harga komponen yang belum menunjukkan tanda mereda.

Source: inet.detik.com
Terkait