Sony resmi memperkenalkan dua smart TV premium terbarunya, Bravia 9 II dan Bravia 7 II, di pasar global. Kehadiran keduanya menarik perhatian karena menjadi model pertama Sony yang memakai teknologi backlight RGB LED generasi baru yang dijuluki True RGB.
Teknologi ini memisahkan kendali lampu LED merah, hijau, dan biru secara independen. Sony menempatkannya sebagai langkah untuk menghasilkan warna yang lebih kaya, lebih akurat, dan lebih murni dibandingkan TV LED konvensional.
True RGB jadi senjata utama
Sony menyebut pendekatan True RGB mampu mendekatkan reproduksi warna ke standar ruang warna BT.2020. Standar ini lazim dipakai pada format HDR modern seperti Dolby Vision.
Perusahaan juga mengklaim RGB LED dapat meningkatkan color volume, yakni kombinasi saturasi warna dan kecerahan gambar. Dalam peragaan Sony, Bravia 9 II terlihat menampilkan warna yang lebih pekat dibandingkan Bravia 9 sebelumnya yang masih memakai Mini LED konvensional.
Efisiensi daya juga masuk dalam klaim penting teknologi ini. Sony menyebut RGB LED bisa memberi tingkat kecerahan lebih tinggi tanpa membuat konsumsi daya naik secara signifikan.
Bravia 9 II tampil sebagai model flagship
Bravia 9 II diposisikan sebagai penerus langsung Bravia 9 yang dirilis pada 2024. Model ini hadir sebagai varian flagship dengan pilihan ukuran 65 inci, 75 inci, 85 inci, dan untuk pertama kalinya 115 inci.
Untuk tiga ukuran tersebut, Sony memakai panel LCD tipe VA dengan sudut pandang yang lebih luas. Bravia 9 II juga mendapat lapisan layar matte pada ukuran 65, 75, dan 85 inci untuk mengurangi pantulan cahaya.
Di sisi harga, Bravia 9 II dibanderol mulai 3.600 dollar AS atau sekitar Rp 58 juta untuk ukuran 65 inci. Varian 115 inci dipasarkan hingga 31.000 dollar AS atau sekitar Rp 505 juta.
Bravia 7 II hadir lebih terjangkau
Bravia 7 II membawa teknologi True RGB yang sama, tetapi diposisikan sebagai model yang lebih terjangkau. Sony juga menggunakan versi yang lebih sederhana pada model ini dan tidak menyertakan lapisan matte seperti pada Bravia 9 II.
Pilihan ukurannya jauh lebih beragam, mulai dari 50 inci, 55 inci, 65 inci, 75 inci, 85 inci, hingga 98 inci. Harga awalnya dimulai dari 1.600 dollar AS atau sekitar Rp 26 juta untuk varian 50 inci, lalu naik sampai 9.000 dollar AS atau sekitar Rp 146 juta untuk varian 98 inci.
Fitur hiburan dan konektivitas tetap lengkap
Kedua TV ini menjalankan Google TV dan mendukung Dolby Vision, Dolby Atmos, DTS:X, serta IMAX Enhanced. Sony juga menyematkan fitur khusus untuk konsol PlayStation 5 agar pengalaman bermain lebih optimal.
Pada sektor audio, Bravia 9 II dan Bravia 7 II sama-sama dibekali Acoustic Multi-Audio Plus dan Voice Zoom 3. Remote control barunya kini memakai baterai isi ulang dan sudah dilengkapi lampu latar, sehingga lebih mudah dipakai di ruangan gelap.
Untuk konektivitas, keduanya masih menyediakan dua port HDMI 2.1 dan dua port HDMI 2.0. Sony juga tetap mempertahankan dukungan Sony Pictures Core, layanan streaming film miliknya yang sebelumnya dikenal sebagai Bravia Core.
Hingga saat ini, belum ada informasi apakah Bravia 9 II dan Bravia 7 II akan dipasarkan secara resmi di Indonesia. Kehadiran dua model ini tetap menegaskan fokus Sony pada peningkatan kualitas gambar, efisiensi, dan pengalaman premium di lini televisi barunya.
Source: tekno.kompas.com






