
Rogbid kembali menarik perhatian lewat SpinX, sebuah smartwatch yang menjadikan daya tahan baterai sebagai nilai jual utama. Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 100 hari dalam mode siaga, sementara harga jualnya tetap berada di bawah Rp 1 juta.
Kombinasi baterai besar dan banderol murah membuat SpinX menonjol di kelas arloji pintar harian. Di saat banyak smartwatch lain menuntut pengisian ulang lebih sering, Rogbid menempatkan SpinX sebagai opsi untuk pengguna yang mencari perangkat praktis dengan stamina panjang.
Baterai 1.100 mAh jadi sorotan utama
Rogbid SpinX dibekali baterai 1.100 mAh. Pabrikan mengklaim perangkat ini sanggup bertahan hingga 40 hari untuk penggunaan aktif dan hingga 100 hari dalam mode siaga.
Kapasitas sebesar ini menjadi pembeda paling kuat dari perangkat tersebut. Bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak ingin terlalu sering mengisi daya, klaim daya tahan itu jelas menjadi daya tarik utama.
Layar AMOLED dan tampilan yang cukup mewah
Di sisi visual, SpinX memakai layar AMOLED 1,43 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel. Panel itu juga disebut memiliki akurasi warna hingga 99,5 persen Adobe RGB.
Spesifikasi tersebut membuat SpinX tidak hanya mengandalkan baterai besar. Di atas kertas, jam ini juga menawarkan tampilan yang tajam dan warna yang akurat untuk ukuran smartwatch murah.
Roda scroll optik untuk kontrol cepat
Salah satu fitur paling unik ada di sisi bodi perangkat, yaitu roda scroll optik. Fitur ini dapat dipakai untuk menavigasi menu, mengganti lagu, mengatur volume, hingga menyesuaikan tingkat kecerahan senter langsung dari pergelangan tangan.
Roda scroll itu didukung sistem sensor tekanan penuh yang diklaim memberi kontrol 360 derajat tanpa titik buta. Rogbid menyebut mekanisme ini membantu pengguna menjalankan perintah lebih cepat dan membuat pengalaman pemakaian terasa lebih mulus.
Ada senter bawaan untuk kebutuhan luar ruangan
Rogbid juga menyematkan senter bawaan pada SpinX. Senter ini menggunakan lensa optik khusus dan reflektor dalam agar cahaya lebih fokus serta minim penyebaran.
Desain tersebut ditujukan agar senter tetap berguna dalam kondisi hujan, kabut, atau gelap. Fitur ini hadir dengan tiga mode, yakni High Beam, Strobe, dan SOS, yang sama-sama diarahkan untuk penggunaan outdoor.
Fitur kesehatan dan olahraga ikut lengkap
Untuk pemantauan harian, SpinX menyediakan fitur detak jantung, SpO2, dan kualitas tidur selama 24 jam. Smartwatch ini juga mendukung lebih dari 100 mode olahraga, mulai dari lari, hiking, bersepeda, hingga bola basket.
Dengan paket fitur itu, SpinX tidak hanya mengejar ketahanan baterai. Perangkat ini juga tetap menyasar pengguna yang membutuhkan pemantauan kesehatan dan aktivitas fisik di satu perangkat.
Tahan air dan mendukung konektivitas modern
Dari sisi ketahanan, SpinX sudah mengantongi sertifikasi tahan air 3ATM dan standar militer MIL-STD 810H. Artinya, perangkat ini dirancang untuk menghadapi cipratan air, debu, dan benturan.
Untuk konektivitas, Rogbid menyertakan Bluetooth 5.4 dengan dukungan panggilan Bluetooth, kontrol musik, dan notifikasi real-time. Perangkat ini juga membawa kompas bawaan, serta beragam watch face yang sebagian dapat dikustomisasi sesuai selera pengguna.
Harga di bawah Rp 1 juta
Rogbid SpinX hadir dalam warna hitam klasik, sementara roda scroll-nya tersedia dalam pilihan Tech Black atau Vibrant Orange. Smartwatch ini dibanderol 49,99 dollar AS atau sekitar Rp 850.000 dan sudah tersedia melalui Rogbid Official Store.
Dengan kombinasi harga yang rendah, baterai 1.100 mAh, layar AMOLED, dan fitur outdoor yang cukup lengkap, SpinX masuk ke segmen smartwatch yang mencoba menawarkan lebih banyak fungsi tanpa membuat harga melesat tinggi.
Source: tekno.kompas.com




