
Rogbid kembali menarik perhatian pasar wearable lewat SpinX, sebuah smartwatch murah yang mengandalkan dua hal sekaligus: baterai besar dan fitur fisik yang jarang ditemukan di kelas harga rendah. Dengan banderol 49,99 dollar AS atau sekitar Rp 865.951, perangkat ini masuk segmen di bawah Rp 1 juta, namun membawa klaim durasi pakai yang jauh di atas rata-rata smartwatch entry-level.
Sorotan utamanya ada pada baterai 1.100 mAh yang dipasang di dalam bodi SpinX. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Gizmochina, Rogbid mengklaim perangkat ini bisa bertahan hingga 40 hari untuk penggunaan aktif dan sampai 100 hari dalam mode siaga.
Baterai besar jadi daya tarik utama
Kapasitas 1.100 mAh membuat SpinX tampil berbeda dibanding banyak smartwatch murah lain yang biasanya lebih sering menuntut pengisian daya. Angka 100 hari memang berlaku saat perangkat berada di mode siaga, tetapi klaim itu tetap memberi gambaran bahwa Rogbid menempatkan efisiensi daya sebagai nilai jual utama.
Untuk pemakaian yang lebih intensif, durasi 40 hari juga masih tergolong panjang di kelas harganya. Bagi pengguna yang tidak ingin terlalu sering menambatkan smartwatch ke charger, aspek ini menjadi salah satu alasan paling kuat untuk melirik SpinX.
Roda scroll optik yang tidak biasa
Selain daya tahan baterai, Rogbid menanamkan fitur yang jarang muncul di smartwatch murah, yaitu roda scroll optik. Komponen ini dirancang untuk membantu navigasi menu, mengatur volume, mengganti lagu, hingga menyesuaikan tingkat kecerahan senter langsung dari pergelangan tangan.
Rogbid menyebut roda tersebut memakai sistem sensor tekanan penuh dengan kontrol 360 derajat tanpa titik buta. Pendekatan ini membuat interaksi dengan perangkat terasa lebih praktis, terutama saat pengguna ingin berpindah menu dengan cepat tanpa banyak sentuhan di layar.
Layar AMOLED dan senter bawaan
SpinX juga membawa layar AMOLED 1,43 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel. Rogbid menyebut panel ini memiliki akurasi warna hingga 99,5 persen Adobe RGB, sehingga tampilan visualnya tidak hanya fungsional, tetapi juga cukup serius untuk perangkat di kelas harga terjangkau.
Di sisi lain, smartwatch ini memiliki senter bawaan dengan lensa optik khusus dan reflektor dalam. Desain tersebut diklaim membuat cahaya lebih fokus dan mengurangi penyebaran, sehingga berguna saat kondisi hujan, kabut, atau tempat yang gelap.
Senter itu menyediakan tiga mode, yakni High Beam, Strobe, dan SOS. Kombinasi ini membuat SpinX tidak sekadar menjadi perangkat kebugaran, tetapi juga gadget pendukung aktivitas luar ruang yang bisa dipakai dalam situasi darurat ringan.
Fitur kesehatan dan olahraga tetap lengkap
Walau menonjol lewat baterai dan fitur unik, SpinX tetap membawa paket pemantauan kesehatan yang umum dicari pengguna smartwatch. Perangkat ini mendukung pengukuran detak jantung, kadar oksigen darah atau SpO2, serta pemantauan kualitas tidur selama 24 jam.
Untuk aktivitas fisik, Rogbid menambahkan lebih dari 100 mode olahraga. Beberapa di antaranya mencakup lari, hiking, bersepeda, dan bola basket, sehingga perangkat ini masih relevan untuk pengguna yang ingin memantau rutinitas olahraga harian.
Tahan air dan mendukung konektivitas modern
Dari sisi ketahanan, Rogbid SpinX mengantongi sertifikasi tahan air 3ATM dan standar militer MIL-STD 810H. Ini menunjukkan perangkat dirancang untuk menghadapi cipratan air, debu, dan benturan ringan dalam penggunaan sehari-hari.
Konektivitasnya mengandalkan Bluetooth 5.4, yang mendukung panggilan Bluetooth, kontrol musik, dan notifikasi real-time. Dengan dukungan itu, pengguna bisa tetap terhubung dengan ponsel tanpa harus terus membuka perangkat utama.
Selain menawarkan watch face yang beragam dan bisa dikustomisasi, Rogbid juga menjual SpinX dalam opsi warna hitam klasik dengan pilihan roda scroll Tech Black atau Vibrant Orange. Semua perangkat dipasarkan melalui Rogbid Official Store, dengan identitas produk yang jelas untuk pasar smartwatch murah yang ingin tampil beda.
Source: tekno.kompas.com




