Huawei resmi membawa dua jam tangan pintar baru ke pasar Indonesia dengan selisih harga Rp 1,3 juta, dan gap itu langsung tercermin pada fitur yang ditawarkan. Watch Fit 5 Pro tampil sebagai opsi yang lebih lengkap, sementara Watch Fit 5 reguler tetap membawa sebagian besar fungsi inti dengan harga lebih rendah.
Perbedaan paling terasa ada pada layar, material, dan fitur kesehatan. Keduanya sama-sama memakai panel AMOLED dan dukungan Always-On Display, tetapi versi Pro hadir dengan layar 1,92 inci yang lebih cerah hingga 3.000 nits, sedangkan Watch Fit 5 memakai layar 1,82 inci dengan kecerahan maksimal 2.500 nits.
Desain dan layar
Watch Fit 5 Pro juga mendapat perlindungan kaca sapphire 2.5D, bezel yang lebih tipis, dan material titanium. Di sisi lain, Watch Fit 5 memakai bingkai aluminium dengan bezel sedikit lebih tebal.
Keduanya tetap mempertahankan tampilan yang mirip di sisi kanan bodi. Masing-masing punya dua tombol, yaitu digital crown dan tombol pintasan, sehingga pengalaman navigasinya tetap serupa.
Strap pada varian Pro dibuat lebih istimewa lewat AirDry berbahan kain tenun berlapis silikon. Huawei menyebut material ini tahan air dan minyak, lebih ringan, serta punya sirkulasi udara yang lebih baik.
Fitur kesehatan jadi pembeda utama
Di sektor kesehatan, Watch Fit 5 Pro membawa modul pemantauan detak jantung terbaru dengan konfigurasi 6 LED dan 6 PPG. Jam ini juga dibekali sensor suhu tubuh, fitur ECG, dan depth sensing.
Fitur pengukur risiko diabetes menjadi pembeda paling menonjol di varian Pro. Sistem ini mengumpulkan data fisiologis pengguna selama 3 hingga 14 hari untuk menilai potensi risiko, tetapi tidak mengukur kadar gula darah secara langsung.
Watch Fit 5 reguler tetap membawa peningkatan sensor detak jantung yang juga dipakai di model Pro. Namun, model ini tidak memiliki ECG, depth sensing, maupun fitur analisis risiko diabetes.
Fitur olahraga dan ketahanan air
Untuk aktivitas fisik, kedua model sama-sama mendukung lebih dari 100 mode olahraga. Huawei juga menyertakan mode bersepeda yang telah diperbarui pada keduanya.
Keduanya sudah mengantongi sertifikasi tahan air 5 ATM. Namun, Watch Fit 5 Pro melangkah lebih jauh karena mendukung aktivitas menyelam hingga kedalaman 40 meter.
Pada mode selam, varian Pro juga menyediakan fitur pelatihan dan pemantauan tambahan. Fitur itu mencakup pengukuran kedalaman dan peringatan batas maksimum, sehingga lebih cocok untuk pengguna yang membutuhkan pemantauan lebih serius di air.
Baterai dan sistem operasi
Soal daya tahan, dua model ini punya klaim yang sama. Huawei menyebut baterainya dapat bertahan hingga 7 hari untuk penggunaan normal, hingga 10 hari untuk penggunaan ringan, dan sekitar 4 hari jika AOD aktif.
Keduanya juga menjalankan HarmonyOS 6.1 dan kompatibel dengan perangkat Android maupun iOS. Artinya, perbedaan utama lebih banyak terletak pada kelengkapan fitur, bukan pada platform yang digunakan.
Harga di Indonesia
Huawei Watch Fit 5 dipasarkan dengan harga Rp 2,4 juta, sedangkan Watch Fit 5 Pro dijual Rp 3,7 juta. Selisihnya mencapai Rp 1,3 juta, yang terutama dibayar untuk layar lebih besar dan terang, material premium, fitur kesehatan lebih lengkap, serta kemampuan selam yang tidak ada di model reguler.
Keduanya tersedia dalam beberapa pilihan warna dan mulai dipasarkan pada 21 Mei 2026 melalui toko resmi serta mitra penjualan Huawei di Indonesia. Untuk pengguna yang menginginkan jam tangan pintar lebih ringkas dan fungsional, Watch Fit 5 sudah cukup menarik, tetapi Watch Fit 5 Pro jelas diposisikan sebagai opsi yang lebih premium dan lebih kaya fitur.
