Samsung tidak lagi memosisikan ponsel lipat sebagai produk dengan pilihan yang seragam. Lewat tiga model Galaxy Z Series, perusahaan membagi kebutuhan pengguna antara performa, hiburan, dan gaya hidup.
Pembagian ini membuat calon pembeli perlu melihat alasan penggunaan sebelum memilih perangkat. Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8 disebut memiliki karakter serta target pengguna yang berbeda.
Tiga Karakter untuk Kebutuhan Berbeda
Galaxy Z Fold 8 Ultra diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan produktivitas dan performa tertinggi. Samsung menyebut perangkat ini cocok bagi mereka yang menginginkan layar besar untuk menunjang kegiatan yang lebih intensif.
Galaxy Z Fold 8 mengambil posisi berbeda dengan fokus pada pengalaman menikmati konten. Model ini mengandalkan layar yang saat dibentangkan berukuran sebesar paspor, dengan rasio yang dioptimalkan untuk konsumsi konten.
Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 diposisikan sebagai ponsel lipat bergaya clamshell yang ringkas. Fokusnya ada pada kemudahan dibawa, ekspresi diri, dan kebutuhan pengguna yang menempatkan gaya sebagai pertimbangan utama.
| Model | Karakter | Fokus Pengguna |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold 8 Ultra | Power | Produktivitas dan performa |
| Galaxy Z Fold 8 | Joy | Menikmati konten |
| Galaxy Z Flip 8 | Style | Gaya hidup dan mobilitas |
Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Chon Hong, menjelaskan pembagian tersebut lahir dari pengalaman Samsung mempelajari pengguna perangkat lipat selama tujuh tahun. Perusahaan menelaah cara pengguna memakai perangkat, waktu mereka memutuskan membeli, serta aktivitas yang dilakukan dengan layar lebih besar.
Dalam wawancara yang dikutip tekno.kompas.com pada rangkaian Galaxy Unpacked di London, Chon menekankan bahwa pilihan model kini tidak hanya ditentukan oleh bentuk ponsel lipat. Samsung ingin setiap perangkat menjawab prioritas pemakaian yang lebih spesifik.
“Kalau Anda menginginkan layar besar dan produktivitas terbaik, pilih Fold Ultra. Kalau ingin menikmati konten dengan rasio layar yang dioptimalkan, pilih Fold,” kata Chon.
Ia juga menjelaskan posisi Flip sebagai opsi untuk pengguna yang membutuhkan perangkat lebih ringkas. “Kalau menginginkan perangkat yang ringkas dan mudah dibawa serta mengekspresikan gaya, pilih Flip,” jelasnya.
Power, Joy, dan Style
Samsung merangkum identitas ketiga model itu dalam tiga kata, yakni Power, Joy, dan Style. Galaxy Z Fold 8 Ultra dikaitkan dengan performa, Galaxy Z Fold 8 dengan cara baru menikmati konten, sedangkan Galaxy Z Flip 8 menjadi perangkat untuk ekspresi pengguna.
Pendekatan tersebut menandai perubahan cara Samsung memasarkan lini ponsel lipatnya. Jika sebelumnya Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip menjadi dua pilihan utama, kini portofolionya mencakup tiga kategori dengan fungsi yang lebih tegas.
Galaxy Z Fold 8 Ultra juga tersedia dalam tiga warna reguler, yaitu Violet Shadow, Cream, dan Graphite. Perangkat ini disebut menjadi ponsel pertama yang mengadopsi Flex Titanium dari Samsung.
Harga dan Masa Pemesanan di Indonesia
Ketiga perangkat sudah dapat dipesan di Indonesia setelah debut globalnya. Masa pre-order Galaxy Z Fold 8 series dan Galaxy Z Flip 8 dibuka hingga 13 Agustus.
| Model | Varian | Harga |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold 8 Ultra | 12 GB/256 GB | Rp 32.499.000 |
| Galaxy Z Fold 8 Ultra | 12 GB/512 GB | Rp 36.499.000 |
| Galaxy Z Fold 8 Ultra | 16 GB/1 TB | Rp 44.499.000 |
| Galaxy Z Fold 8 | 12 GB/256 GB | Rp 28.499.000 |
| Galaxy Z Fold 8 | 12 GB/512 GB | Rp 32.499.000 |
| Galaxy Z Fold 8 | 16 GB/1 TB | Rp 40.499.000 |
| Galaxy Z Flip 8 | 12 GB/256 GB | Rp 19.999.000 |
| Galaxy Z Flip 8 | 12 GB/512 GB | Rp 23.999.000 |
Dengan rentang harga tersebut, Galaxy Z Flip 8 menjadi opsi paling rendah di jajaran ini, sedangkan Galaxy Z Fold 8 Ultra menempati posisi tertinggi. Samsung berharap pembeli memilih perangkat berdasarkan kebutuhan utama, bukan semata-mata karena seluruhnya berada dalam kategori ponsel lipat.
Source: tekno.kompas.com






