Samsung mulai mengungkap dua fitur yang paling menarik perhatian calon pembeli Galaxy S26 di Indonesia. Dari seluruh pembaruan yang dibawa seri ini, Privacy Display dan Horizontal Lock disebut sebagai alasan utama yang mendorong banyak konsumen langsung masuk masa pre-order.
Informasi itu disampaikan Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, kepada KompasTekno. Menurut dia, dua fitur tersebut paling banyak memicu ketertarikan konsumen, terutama pada pengguna yang mengutamakan privasi layar dan perekaman video yang stabil.
Dua fitur yang paling dicari
Privacy Display hadir sebagai fitur unggulan yang diklaim baru di industri smartphone. Ilham mengatakan fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan perlindungan visual yang bisa disesuaikan kapan saja dan pada aplikasi tertentu yang dipilih.
Fitur ini tersedia khusus di Galaxy S26 Ultra. Fokus utamanya adalah mencegah orang lain melihat isi layar dari samping, situasi yang sering disebut sebagai shoulder surfing.
Kebutuhan seperti ini dinilai relevan untuk penggunaan sehari-hari di ruang publik. Risiko mengintip layar biasanya muncul saat pengguna membuka pesan pribadi, e-mail kantor, aplikasi perbankan, atau memasukkan kata sandi di kendaraan umum, kafe, dan area tunggu.
Yang membedakan Privacy Display dari lapisan anti-intip biasa adalah cara kerjanya. Teknologi ini tidak memakai aksesori tambahan berupa film plastik, tetapi langsung tertanam pada level panel layar.
Laporan PCMag yang dikutip dalam artikel referensi menjelaskan sistem ini memanfaatkan arsitektur piksel bernama Black Matrix. Mekanismenya mengombinasikan narrow pixel dan wide pixel untuk mengatur arah pancaran cahaya dari layar.
Saat mode privasi aktif, sistem mengandalkan narrow pixel untuk mempersempit jalur cahaya. Akibatnya, cahaya diarahkan lurus ke depan menuju mata pengguna, sehingga tampilan layar dari sudut samping menjadi sangat redup dan sulit dibaca.
Samsung juga memberi fleksibilitas pengaturan pada fitur ini. Pengguna bisa mengaksesnya lewat Control Center dan menyesuaikan level perlindungan, termasuk mengaktifkannya saat memasukkan PIN, pola, kata sandi, atau ketika notifikasi pop-up muncul.
Horizontal Lock jadi daya tarik lintas model
Fitur kedua yang disebut paling memikat adalah Horizontal Lock pada mode Super Steady. Fitur ini berfungsi menjaga garis horizon video tetap datar saat ponsel digerakkan ke kanan, kiri, atau bahkan diputar ekstrem.
Secara sederhana, Horizontal Lock bekerja seperti gimbal digital yang tertanam di dalam perangkat. Jika sebelumnya Super Steady fokus meredam guncangan, kini sistemnya ditambah kemampuan menjaga orientasi video agar tidak terlihat miring atau terbalik.
Dalam artikel referensi, TechRadar disebut menjelaskan bahwa sensor gyroscope dan accelerometer pada Galaxy S26 series melacak gerakan perangkat secara terus-menerus. Koreksi kemudian dilakukan secara real-time oleh ISP yang terintegrasi dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Pendekatan ini membuat hasil video tetap stabil tanpa perlu proses ulang setelah perekaman selesai. Bagi pembuat konten, pengguna media sosial, atau penonton konser yang sering merekam sambil bergerak, fitur ini punya nilai praktis yang sangat jelas.
Berbeda dari Privacy Display yang eksklusif di model tertinggi, Horizontal Lock tersedia untuk seluruh lini Galaxy S26. Artinya, Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra sama-sama langsung membawa fitur ini sejak awal pemakaian.
Kenapa fitur ini cepat memicu minat beli
Dua fitur tersebut menjawab dua kebutuhan yang sangat dekat dengan perilaku pengguna ponsel saat ini. Privasi menjadi isu penting karena smartphone kini menyimpan data sensitif, sementara video stabil dibutuhkan karena ponsel juga dipakai sebagai alat produksi konten harian.
Di pasar Indonesia, kombinasi fitur semacam ini kerap menjadi pemicu keputusan beli yang cepat. Konsumen tidak hanya membandingkan spesifikasi inti seperti chipset dan kamera, tetapi juga mempertimbangkan fungsi nyata yang terasa langsung saat perangkat dipakai.
Privacy Display memberi nilai tambah yang sulit ditandingi aksesori pihak ketiga. Horizontal Lock juga menawarkan manfaat yang mudah dipahami, karena hasilnya langsung terlihat pada video yang direkam sehari-hari.
Varian Ultra paling diburu
Samsung juga mengungkap pola pemesanan awal Galaxy S26 series di Indonesia. Dari tiga model yang dipasarkan, minat tertinggi disebut mengarah ke Galaxy S26 Ultra.
Ilham menyebut tren itu serupa dengan generasi sebelumnya. Ia mengatakan lini flagship Samsung paling atas tetap menjadi pilihan utama konsumen Indonesia selama masa pre-order.
Fenomena yang sama juga terlihat di pasar global. Di Korea Selatan, Galaxy S26 series dilaporkan mencetak 1,35 juta unit pre-order dalam sepekan, dan sekitar 70 persen di antaranya berasal dari varian Galaxy S26 Ultra.
Data itu menunjukkan konsumen tetap bersedia membayar lebih untuk model dengan fitur paling lengkap. Dalam konteks Indonesia, kecenderungan ini sejalan dengan kehadiran Privacy Display yang hanya tersedia di S26 Ultra.
Warna favorit dan harga resmi
Selain fitur, pilihan warna ikut memengaruhi minat pasar. Samsung menyebut Cobalt Violet sebagai hero color untuk seri ini, dan warna tersebut langsung menarik perhatian sejak pemesanan dibuka.
Di sisi lain, warna Black masih memiliki basis peminat kuat. Untuk pasar Indonesia, Galaxy S26 series tersedia dalam warna Cobalt Violet, White, Black, dan Sky Blue, dengan Pink Gold serta Silver Shadow sebagai opsi khusus pemesanan online di situs Samsung Indonesia.
Berikut harga resmi Galaxy S26 series di Indonesia:
-
Galaxy S26
- 12/256 GB: Rp 16.500.000
- 12/512 GB: Rp 19.500.000
-
Galaxy S26 Plus
- 12/256 GB: Rp 19.500.000
- 12/512 GB: Rp 22.500.000
- Galaxy S26 Ultra
- 12/256 GB: Rp 24.500.000
- 12/512 GB: Rp 27.500.000
- 16 GB/1 TB: Rp 32.000.000
Jika melihat pola minat awal, Galaxy S26 Ultra berada di posisi paling diuntungkan. Model ini memadukan fitur privasi layar yang eksklusif dengan kemampuan video yang lebih relevan untuk kebutuhan harian, dua faktor yang saat ini tampak cukup kuat untuk membuat banyak konsumen Indonesia cepat mengambil keputusan pre-order.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: tekno.kompas.com