Samsung disebut sedang menyiapkan penerus Galaxy Z TriFold setelah model generasi pertamanya dihentikan penjualannya hanya dalam waktu sekitar tiga bulan. Informasi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan penggemar perangkat lipat, terutama soal arah pengembangan dan perkiraan jadwal peluncurannya.
Berdasarkan laporan yang mengutip tipster yeux1122 di Naver, Samsung kini menguji perangkat hybrid baru yang salah satunya disebut sebagai suksesor Galaxy Z TriFold. Produk ini dikabarkan masih berada pada tahap uji kelayakan, sehingga detail finalnya masih bisa berubah sebelum masuk ke fase komersial.
Samsung Disebut Uji Galaxy Z TriFold 2
Laporan tersebut menyebut penerus Galaxy Z TriFold sedang dikembangkan dengan fokus pada penyempurnaan desain. Samsung kabarnya ingin membuat perangkat ini lebih ringan dibanding generasi pertama, meski ada kemungkinan bodinya sedikit lebih tebal.
Perubahan itu dinilai masuk akal untuk kategori ponsel lipat tiga yang sangat bergantung pada struktur rangka dan sistem engsel. Dalam perangkat foldable, pengurangan bobot sering menjadi prioritas karena berpengaruh langsung pada kenyamanan pemakaian harian.
Engsel baru untuk perangkat tersebut juga disebut telah melewati proses verifikasi. Jika informasi ini akurat, maka Samsung setidaknya sudah bergerak melampaui tahap konsep dan mulai menyiapkan komponen penting yang menentukan durabilitas perangkat.
Dari sisi waktu, sumber yang sama memprediksi peluncuran Galaxy Z TriFold 2 akan berlangsung pada pertengahan tahun 2027. Jadwal ini masih berupa perkiraan, tetapi cukup memberi gambaran bahwa Samsung belum terburu-buru membawa penerusnya ke pasar dalam waktu dekat.
Mengapa Samsung Tidak Bergerak Terlalu Cepat
Langkah Samsung yang terkesan hati-hati bisa dipahami dari posisi produk foldable premium saat ini. Meski ponsel layar lipat mulai lebih dikenal publik, format tri-fold masih tergolong sangat baru dan berada di segmen pasar yang sempit.
Pengembangan perangkat seperti ini tidak hanya soal inovasi bentuk. Samsung juga harus memastikan aspek ketahanan engsel, ketebalan saat dilipat, distribusi berat, manajemen panas, dan pengalaman perangkat lunak benar-benar matang sebelum peluncuran.
Penghentian penjualan Galaxy Z TriFold dalam waktu singkat juga menjadi sinyal bahwa perusahaan mungkin sedang mengevaluasi respons pasar. Evaluasi itu penting untuk melihat apakah produk perlu diubah secara desain, strategi produksi, atau posisi harga sebelum generasi berikutnya diluncurkan.
Dalam industri smartphone, keputusan menghentikan penjualan lebih awal tidak selalu berarti proyek gagal total. Kadang, langkah tersebut justru dipakai untuk membatasi distribusi awal sambil mengumpulkan data penggunaan dan menyiapkan generasi lanjutan yang lebih siap.
Fokus Perbaikan yang Patut Dicermati
Jika merujuk pada bocoran yang beredar, setidaknya ada beberapa area utama yang kemungkinan menjadi fokus Samsung pada penerus Galaxy Z TriFold:
- Bobot perangkat yang lebih ringan.
- Desain yang tetap ringkas meski kemungkinan sedikit lebih tebal.
- Engsel baru yang sudah lolos verifikasi.
- Peningkatan struktur agar lebih andal untuk pemakaian jangka panjang.
Empat poin itu sangat krusial bagi perangkat lipat tiga. Produk dengan layar dan lipatan lebih banyak akan menghadapi tantangan mekanis yang lebih kompleks dibanding ponsel lipat model buku biasa.
Samsung selama ini dikenal sebagai salah satu pemain paling konsisten di pasar foldable lewat lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Karena itu, setiap rumor soal TriFold 2 langsung menarik perhatian, apalagi jika menyangkut perubahan pada engsel dan desain fisik.
Samsung Juga Siapkan Ponsel Slideable
Selain penerus Galaxy Z TriFold, laporan yang sama menyebut Samsung tengah mengembangkan perangkat lain dengan layar OLED yang bisa digeser. Produk ini diyakini akan memanfaatkan panel Slideable Flex dari Samsung Display, divisi yang selama beberapa tahun terakhir kerap memamerkan konsep layar inovatif di pameran teknologi global.
Berbeda dari prototipe OLED slideable yang pernah muncul di CES dan MWC, versi awal ponsel slideable Samsung disebut tidak memakai sistem motor otomatis. Mekanisme yang digunakan justru bersifat manual, sehingga pengguna harus menggeser layar secara langsung.
Pendekatan manual ini bisa memberi beberapa keuntungan teknis. Sistem tersebut berpotensi lebih sederhana, lebih tipis, dan lebih mudah dikendalikan dari sisi konsumsi daya maupun risiko kerusakan komponen bergerak.
Saat dibuka penuh, perangkat slideable itu diperkirakan memiliki layar berukuran 7 inch. Ukuran tersebut menempatkannya di area yang mirip tablet mini, sehingga bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan layar luas tanpa memakai desain lipat konvensional.
Desain ponsel slideable Samsung juga disebut akan lebih tipis dibanding prototipe yang pernah dipamerkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan Samsung tidak sekadar memindahkan konsep dari panggung pameran ke produk jadi, tetapi juga mencoba menyesuaikannya dengan tuntutan pasar konsumen.
Perkiraan Jadwal Peluncuran Produk Hybrid Samsung
Berikut ringkasan waktu rilis yang beredar dari laporan tersebut:
| Perangkat | Status Pengembangan | Perkiraan Rilis |
|---|---|---|
| Galaxy Z TriFold 2 | Uji kelayakan, engsel baru terverifikasi | Pertengahan 2027 |
| Ponsel slideable Samsung | Masih dalam pengembangan | Akhir 2027 atau awal 2028 |
Perlu dicatat, seluruh jadwal ini masih sebatas prediksi dari laporan sumber dan belum diumumkan resmi oleh Samsung. Dalam industri perangkat premium, perubahan roadmap sangat mungkin terjadi karena faktor teknis, kesiapan produksi, dan kondisi pasar.
Meski begitu, arah pengembangan ini menunjukkan bahwa Samsung belum berhenti bereksperimen dengan form factor baru. Setelah foldable mulai mendekati pasar mainstream, perusahaan tampaknya ingin membuka kategori berikutnya lewat perangkat tri-fold dan slideable.
Bagi konsumen, kabar ini menandakan satu hal penting: persaingan inovasi smartphone belum berakhir di layar lipat biasa. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, penerus Galaxy Z TriFold berpotensi menjadi ujian besar berikutnya bagi Samsung untuk membuktikan bahwa perangkat dengan tiga lipatan bisa tampil lebih ringan, lebih matang, dan lebih siap dipakai secara luas.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com






