
Samsung semakin serius masuk ke pasar laptop bisnis lewat Galaxy Book6 Enterprise Edition. Model ini tidak hanya membawa performa baru, tetapi juga menonjolkan keamanan berlapis dan kemudahan pengelolaan yang ditujukan langsung untuk kebutuhan tim TI.
Langkah ini memperlihatkan ambisi Samsung memperluas lini Galaxy Book ke lingkungan enterprise. Perangkat tersebut diposisikan sebagai laptop kerja modern yang mendukung kolaborasi cepat, pengelolaan massal, dan konektivitas lintas perangkat.
Keamanan jadi nilai jual utama
Samsung membekali Galaxy Book6 Enterprise Edition dengan perlindungan tingkat hardware dan fitur keamanan platform. Tujuannya jelas, yaitu menjaga data sensitif di lingkungan kerja yang makin bergantung pada perangkat terhubung.
Laptop ini mendukung autentikasi biometrik lewat sensor sidik jari dan kamera IR yang kompatibel dengan Windows Hello. Samsung juga menyematkan discrete Trusted Platform Module atau dTPM untuk mengamankan data kriptografi.
Perusahaan menyebut perangkat ini selaras dengan pedoman keamanan dari National Institute of Standards and Technology. Fokusnya ada pada perlindungan firmware dan integritas platform, lalu diperkuat lagi oleh Samsung Knox yang menambah lapisan pertahanan di sisi hardware dan software.
Dirancang untuk tim TI dan deployment besar
Selain keamanan, Samsung memberi perhatian besar pada kebutuhan administrasi perangkat di perusahaan. Galaxy Book6 Enterprise Edition mendukung custom OS imaging, kustomisasi BIOS, asset tagging, dan Windows Autopilot.
Fitur-fitur itu ditujukan agar departemen TI bisa menyiapkan perangkat lebih awal dan membagikannya ke banyak karyawan dengan pengaturan yang seragam. Pendekatan ini penting untuk organisasi yang mengelola armada laptop dalam jumlah besar.
Andrew Chun, Corporate Vice President and Head of the B2B NPC Group di bisnis Mobile eXperience Samsung, mengatakan perangkat ini mencerminkan upaya perusahaan membawa ekosistem terhubungnya ke lingkungan enterprise. Samsung ingin alur kerja antarperangkat menjadi lebih efisien.
Intel Core Ultra dan AI di perangkat
Dari sisi performa, Galaxy Book6 Enterprise Edition ditenagai Intel Core Ultra Series 3. Konfigurasi tertingginya mencapai Intel Core Ultra 7, dan dukungan Intel vPro hadir pada model 14 inci.
Samsung memasangkan chip itu dengan NPU berbasis Intel AI Boost yang mampu mencapai hingga 49 TOPS. Kehadiran NPU memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat, sehingga tidak selalu bergantung pada cloud untuk tugas yang butuh respons cepat.
Samsung juga menambahkan sejumlah fitur AI untuk produktivitas harian. AI Select dapat membantu menerjemahkan atau mengenali konten dari layar, sementara Note Assist dirancang untuk merangkum catatan rapat dan menyorot poin penting.
Ada pula AI Cut Out untuk pengeditan gambar dan Intelligent Search untuk mencari file dengan deskripsi bahasa alami. Rangkaian fitur ini diarahkan untuk mengurangi pekerjaan repetitif dan menghemat waktu kerja.
Ekosistem Galaxy ikut diandalkan
Samsung tidak hanya menjual laptop sebagai perangkat tunggal. Galaxy Book6 Enterprise Edition juga terhubung dengan ekosistem Galaxy agar alur kerja di kantor terasa lebih mulus.
Pengguna enterprise bisa memakai Quick Share dan Multi Control untuk memindahkan file dengan cepat dan mengendalikan beberapa perangkat memakai satu keyboard dan mouse. Ada juga Second Screen, Storage Share, dan Link to Windows untuk mendukung multitasking antarperangkat.
Samsung Find ikut hadir dengan memanfaatkan jaringan SmartThings Find. Fitur ini membantu menemukan laptop bahkan ketika perangkat dalam keadaan mati.
Dua ukuran dengan bodi tipis
Galaxy Book6 Enterprise Edition hadir dalam ukuran 14 inci dan 16 inci. Keduanya memakai sasis setebal 14,9 mm dengan warna Mocha Gray.
Model 14 inci memiliki dimensi 313,4 x 221,1 x 14,9 mm dan bobot 1,43 kg. Sementara model 16 inci berukuran 357,0 x 248,0 x 14,9 mm dengan bobot 1,74 kg.
Keduanya menjalankan Windows 11 Pro dan memakai panel IPS WUXGA 1920 x 1200 dengan tingkat kecerahan 350 nits. Opsi memorinya tersedia dalam 16GB atau 32GB LPDDR5X, sedangkan penyimpanan memakai SSD PCIe 256GB, 512GB, atau 1TB, plus expansion slot.
Untuk konektivitas, model 14 inci menawarkan Bluetooth 6.0 dengan Wi-Fi 7 atau Bluetooth 5.4 dengan Wi-Fi 6E. Model 16 inci hadir dengan Bluetooth 5.4 dan Wi-Fi 6E.
Baterai, port, dan jadwal ketersediaan
Di sektor daya, Samsung menyertakan baterai 61,2Wh dengan adaptor USB Type-C 45W. Perusahaan mengklaim perangkat ini mampu memutar video hingga 24 jam, sedangkan pengisian cepatnya bisa mengisi sekitar sepertiga baterai dalam kurang lebih 30 menit.
Kamera depannya memakai FHD IR Camera 1080p untuk mendukung Windows Hello. Audio mengandalkan dual array microphone, stereo speaker 2W x 2, dan Dolby Atmos.
Soal port, model 14 inci membawa Thunderbolt 4, dua USB-C, dua USB-A, HDMI, microSD, audio jack, RJ45, dan security slot. Model 16 inci tetap punya dua USB-C, dua USB-A, HDMI, microSD, audio jack, RJ45, dan security slot.
Kedua model dilengkapi keyboard backlit, sementara versi 16 inci mendapat numeric keypad untuk pekerjaan seperti entri data. Samsung menyebut Galaxy Book6 Enterprise Edition akan tersedia di pasar tertentu mulai April 2026, namun detail harga dan wilayah peluncurannya belum diungkap lebih rinci.
Source: true-tech.net




