Samsung Pamer Layar Privasi yang Sekaligus Baca Detak Jantung dan Tekanan Darah

Samsung Display memperlihatkan arah baru layar ponsel lewat panel OLED yang tidak hanya menjaga privasi, tetapi juga mampu mengukur detak jantung dan tekanan darah. Kombinasi dua fungsi ini menjadi sorotan karena membuat layar tidak lagi sekadar alat tampil gambar, melainkan bagian aktif dari pemantauan kondisi pengguna.

Panel berukuran 6,8 inci itu dipamerkan pada hari pertama Display Week 2026. Dalam demonstrasi tersebut, Samsung Display menempatkan fitur privasi dan pelacakan kesehatan dalam satu layar yang sama.

Privasi dan biometrik dalam satu panel

Fungsi kesehatan pada panel ini hadir lewat Sensor OLED Display versi terbaru. Layar itu dibekali sensor biometrik yang bisa mendeteksi detak jantung dan tekanan darah.

Cara kerjanya memanfaatkan organic photodiodes yang dipasang berdampingan dengan OLED biasa. Komponen ini membaca aliran darah dengan menangkap cahaya dari layar yang dipantulkan kembali oleh jari pengguna.

Di sisi lain, panel ini juga memakai teknologi Flex Magic Pixel. Teknologi tersebut menjadi dasar fitur Privacy Display, sehingga layar dapat menawarkan perlindungan visual tanpa memisahkan fungsi biometrik dari panel yang sama.

Samsung Display belum mengumumkan penerapan komersial pada perangkat tertentu. Meski begitu, demonstrasi ini membuka kemungkinan hadirnya teknologi serupa di perangkat mobile premium pada masa depan.

Resolusi tetap tinggi meski ada sensor

Salah satu tantangan layar dengan sensor tambahan adalah kompromi pada desain panel. Samsung Display justru menunjukkan bahwa panel dengan fungsi biometrik masih bisa mempertahankan ketajaman tinggi.

Kerapatan piksel Sensor OLED Display baru itu kini mencapai 500 ppi. Angka tersebut naik dari 374 ppi pada panel demonstrasi yang diperlihatkan tahun lalu.

Peningkatan ini penting karena sensor tambahan biasanya menuntut ruang dan tata letak yang lebih rumit. Dalam demonstrasi kali ini, Samsung Display menampilkan bahwa fungsi kesehatan tidak harus menurunkan kualitas visual.

Fokus pada layar yang lebih terang dan akurat

Selain panel privasi dan kesehatan, Samsung Display juga memperkenalkan Flex Chroma Pixel. Layar ini difokuskan pada peningkatan kecerahan dan reproduksi warna.

Flex Chroma Pixel disebut mampu mencapai 3.000 nits dalam High Brightness Mode. Capaian itu didukung oleh LEAD, teknologi OLED kecerahan tinggi milik Samsung Display yang bekerja tanpa polarizer.

Pendekatan tanpa polarizer juga diklaim membantu menekan konsumsi daya. Dengan begitu, peningkatan kecerahan tidak hanya ditujukan untuk visibilitas layar, tetapi juga efisiensi penggunaan energi.

Dari sisi warna, panel ini diklaim mencakup 96% gamut warna BT.2020. Samsung Display juga menyebut material emisi Phosphorescent Sensitized Fluorescence atau PSF membantu meningkatkan kemurnian dan akurasi warna.

Perusahaan menyebut banyak panel di pasar biasanya harus mengorbankan akurasi warna demi kecerahan tinggi. Flex Chroma Pixel diposisikan untuk menghadirkan keduanya sekaligus.

Pengembangan Quantum Dot ikut ditunjukkan

Samsung Display juga menampilkan perkembangan panel Quantum Dot pada ajang yang sama. Perusahaan memperlihatkan layar EL-QD baru dengan peningkatan kecerahan setidaknya 25%.

Ada dua panel yang dipamerkan dalam kategori ini. Versi 18 inci kini mencapai 500 nits, naik dari 400 nits, sementara versi 6,5 inci mencapai 400 nits atau 33% lebih terang dibanding panel serupa yang dipamerkan tahun lalu.

Pengembangan itu menegaskan Quantum Dot sebagai salah satu area penting dalam riset display Samsung. Fokusnya tetap pada dorongan kecerahan yang lebih tinggi sambil mempertahankan karakter visual panel.

Layar lentur untuk kebutuhan otomotif

Di luar panel ponsel, Samsung Display juga membawa Stretchable Display 2.0 yang dirancang sebagai instrument cluster untuk mobil. Konsepnya adalah layar yang bisa meregang untuk memperluas dan mengubah tampilan speedometer sesuai kondisi berkendara.

Versi terbaru ini menawarkan kerapatan 200 ppi. Angka tersebut meningkat 67% dibanding versi 1.0 yang berada di 120 ppi.

Samsung Display menyebut 200 ppi sebagai tolok ukur untuk layar otomotif. Karena itu, peningkatan pada Stretchable Display 2.0 bukan hanya soal efek visual, tetapi juga kesiapan teknologi untuk kebutuhan kabin kendaraan modern.

Rangkaian demonstrasi ini menunjukkan bahwa Samsung Display tidak hanya mengejar layar yang lebih terang atau lebih tajam. Perusahaan juga mendorong panel agar lebih personal, lebih aman dilihat, dan lebih aktif membaca kondisi tubuh pengguna.

Source: www.gsmarena.com

Berita Terkait

Back to top button