Kekecewaan terhadap Samsung Galaxy S26 Ultra mulai muncul karena banyak penggemar berharap ada lompatan besar di sektor kamera, baterai, dan desain. Yang terlihat justru pendekatan aman, dengan peningkatan yang dinilai lebih mirip penyempurnaan bertahap daripada perubahan besar.
Di saat Samsung dianggap bermain konservatif, beberapa rival justru mendorong inovasi lebih agresif pada lini flagship mereka. Hasilnya, ada setidaknya empat ponsel yang dinilai lebih menarik bagi konsumen yang mencari teknologi kamera lebih segar dan pengalaman penggunaan yang lebih berbeda.
Mengapa Galaxy S26 Ultra Dinilai Kurang Menggigit
Artikel referensi dari Android Central menyoroti bahwa Galaxy S26 Ultra tidak memberi kejutan besar pada area yang paling ditunggu pasar. Penilaian itu penting karena segmen ultra-premium biasanya menjadi etalase inovasi, bukan sekadar pembaruan rutin.
Dalam pasar flagship, pengguna tidak hanya melihat performa chipset atau kualitas layar. Kamera, software, daya tahan baterai, dan nilai pembeda kini menjadi faktor utama saat konsumen memutuskan upgrade.
Jika pesaing mulai menawarkan sensor lebih besar, tuning kamera lebih matang, atau fitur AI yang benar-benar terasa manfaatnya, ekspektasi terhadap Samsung otomatis ikut naik. Saat ekspektasi itu tidak terpenuhi, persepsi “membosankan” pun sulit dihindari.
Empat Ponsel yang Dinilai Melampaui Galaxy S26 Ultra
Berikut empat model yang disebut lebih berani dalam mendorong batas teknologi dibanding Galaxy S26 Ultra. Masing-masing punya kekuatan berbeda, mulai dari fotografi low-light, portrait, sensor besar, hingga AI.
- OPPO Find X9 Pro
Ponsel ini menonjol lewat kolaborasi kamera dengan Hasselblad yang kembali menjadi daya tarik utama. Kamera utamanya disebut sangat kuat dalam kondisi minim cahaya, sementara lensa telefoto 3.7x juga berfungsi efektif untuk portrait.
Lensa ultra-wide pada perangkat ini juga disebut mampu menjaga detail dengan baik. Kombinasi itu membuat OPPO Find X9 Pro tampil sebagai paket kamera yang lebih eksploratif dibanding pendekatan Samsung yang dianggap terlalu aman.
Di luar kamera, perangkat ini menawarkan build quality premium dan bodi yang diklaim tangguh. Android Central juga menyoroti kombinasi chipset MediaTek terbaru dan baterai besar sebagai modal kuat untuk bersaing di kelas atas.
Kelemahan utamanya ada pada distribusi yang belum merata secara global. Namun, kehadirannya di Inggris dan beberapa pasar Barat membuatnya tetap relevan sebagai alternatif serius untuk pembeli flagship.
- Vivo X300 Pro
Vivo X300 Pro mendapat sorotan karena kekuatan fotografi portrait dan karakter warna yang dinilai tajam. Dalam pengujian internasional yang dirujuk artikel sumber, tuning software kameranya dipuji karena mampu menghasilkan portrait realistis dalam berbagai kondisi cahaya.
Keunggulan ini penting karena banyak flagship kuat di spesifikasi, tetapi belum tentu konsisten dalam reproduksi warna dan efek portrait. Vivo justru membangun identitas yang jelas pada aspek tersebut.
Perangkat ini juga tidak berhenti di sektor kamera saja. Spesifikasi hardware-nya disebut setara dengan OPPO Find X9 Pro, ditambah baterai besar yang memiliki kapasitas berbeda menurut pasar.
Untuk pasar Asia, kapasitas baterainya disebut 6.510mAh. Sementara versi global atau pasar Barat hadir dengan baterai 5.440mAh, angka yang tetap besar untuk kelas flagship.
Sistem operasi OriginOS juga menjadi nilai tambah. Referensi menyebut antarmukanya kini semakin lancar dan menawarkan opsi kustomisasi luas, termasuk untuk pasar global yang sebelumnya lebih terbatas.
- Xiaomi 17 Ultra
Xiaomi 17 Ultra menonjol karena tetap mempertahankan sensor utama 1 inci. Dalam lanskap flagship saat ini, langkah itu membuat Xiaomi berbeda karena banyak pesaing lebih memilih optimalisasi software ketimbang mempertahankan sensor besar.
Sensor 1 inci memberi keuntungan teknis pada penangkapan cahaya, detail, dan rentang dinamis. Dalam praktiknya, pendekatan ini membuat kualitas foto dan video Xiaomi 17 Ultra dinilai lebih unggul di banyak situasi, terutama untuk pengguna yang mengejar hasil lebih natural dan fleksibel.
Android Central juga mencatat bahwa kekurangan software yang sempat muncul pada generasi sebelumnya kini sudah banyak diperbaiki. Itu penting karena hardware kamera yang hebat sering kali tidak maksimal jika software belum matang.
Dari sisi desain, varian warna hijau disebut paling menonjol karena tampil mewah. Ponsel ini juga dibekali baterai lebih besar untuk mendukung mobilitas tinggi, sebuah faktor penting bagi pengguna yang sering bekerja dan membuat konten saat bepergian.
Xiaomi 17 Ultra disebut sudah dijual resmi di Inggris dan beberapa negara Barat lain. Harganya disebut setara dengan Galaxy S26 Ultra, tetapi dengan kualitas kamera yang dinilai lebih baik berdasarkan pengujian dan ulasan independen.
- Google Pixel 10 Pro XL
Untuk pasar Amerika Utara, Pixel 10 Pro XL disebut sebagai alternatif paling masuk akal. Keunggulan utamanya bukan pada kekuatan gaming, melainkan pengalaman software dan AI yang semakin matang.
Chip Tensor G5 memang tidak diposisikan sebagai lawan terkuat untuk beban grafis berat jika dibanding chip flagship MediaTek atau Qualcomm. Namun, Google mengimbanginya lewat fitur AI eksklusif yang lebih terasa manfaatnya dalam penggunaan harian.
Pendekatan Google pada kamera juga tetap khas. Meski tidak memakai sensor terbesar di kelasnya, Pixel 10 Pro XL dikenal mengandalkan pemrosesan komputasional untuk menghasilkan foto yang tajam, alami, dan konsisten.
Dalam konteks persaingan melawan Galaxy S26 Ultra, Pixel menawarkan jenis inovasi yang berbeda. Jika Samsung dianggap kurang memberi kejutan, Google justru mencoba menonjol lewat kecerdasan perangkat dan integrasi software yang lebih dalam.
Perbandingan Singkat Empat Alternatif
| Ponsel | Kekuatan utama | Nilai tambah |
|---|---|---|
| OPPO Find X9 Pro | Kamera Hasselblad, low-light, telefoto portrait | Desain premium, baterai besar |
| Vivo X300 Pro | Portrait realistis, tuning warna kuat | Baterai besar, OriginOS lebih matang |
| Xiaomi 17 Ultra | Sensor utama 1 inci | Software membaik, desain premium |
| Pixel 10 Pro XL | AI dan fotografi komputasional | Pengalaman software khas Google |
Persaingan flagship kini tidak lagi soal siapa yang paling cepat atau paling mahal. Konsumen premium justru semakin memperhatikan siapa yang berani menghadirkan perubahan nyata, terutama pada kamera dan software.
Karena itu, OPPO Find X9 Pro, Vivo X300 Pro, Xiaomi 17 Ultra, dan Google Pixel 10 Pro XL muncul sebagai opsi yang lebih segar ketika Galaxy S26 Ultra dinilai terlalu hati-hati. Di tengah pasar yang makin kompetitif, empat ponsel ini menunjukkan bahwa inovasi masih bisa bergerak lebih jauh daripada sekadar upgrade tahunan.
