Samsung Galaxy S26 Ultra menarik perhatian setelah lolos serangkaian uji ketahanan fisik yang banyak dijadikan acuan oleh calon pembeli ponsel flagship. Hasil pengujian menunjukkan perangkat ini tetap kokoh saat diuji goresan, paparan api, hingga tes bending atau tekuk tanpa menunjukkan kerusakan struktural yang berarti.
Temuan ini penting karena daya tahan bodi kini menjadi salah satu pertimbangan utama selain kamera dan performa. Dalam pengujian independen yang dirujuk oleh GSM Arena, Galaxy S26 Ultra disebut mampu melewati tes tekuk tanpa bengkok sama sekali, sebuah hasil yang memperkuat citra perangkat premium dengan konstruksi solid.
Lolos tes bending tanpa cela
Uji bending menjadi sorotan karena tes ini sering mengungkap kelemahan rangka smartphone berukuran besar. Pada Galaxy S26 Ultra, tekanan diberikan dari sisi depan dan belakang untuk melihat apakah bodi akan melengkung, retak, atau mengalami flex yang mengganggu.
Hasilnya, perangkat tetap mempertahankan bentuk aslinya. Tidak terlihat perubahan struktur yang signifikan, sehingga Galaxy S26 Ultra dinilai memiliki tingkat kekakuan bodi yang sangat baik untuk kelas flagship.
Ketahanan ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang sering membawa ponsel dalam aktivitas padat. Ponsel dengan bodi besar lebih rentan menerima tekanan saat disimpan di saku, tas, atau terjepit benda lain, sehingga hasil tes seperti ini menjadi relevan dalam penggunaan sehari-hari.
Layar mulai tergores di level 6
Pada pengujian layar dengan Mohs hardness scale, panel Galaxy S26 Ultra mulai menunjukkan tanda goresan di level 6. Goresan pada level ini masih tampak samar, sedangkan di level 7 bekasnya terlihat lebih dalam.
Standar ini umum dipakai untuk melihat ketahanan kaca layar terhadap benda keras. Hasil tersebut menempatkan Galaxy S26 Ultra pada kategori yang kompetitif, sekaligus mengindikasikan ada peningkatan dibanding generasi sebelumnya.
Menurut data pada artikel referensi, Galaxy S25 Ultra menampilkan goresan yang terlihat lebih jelas di level 6. Pada Galaxy S26 Ultra, respons layar terhadap goresan dinilai lebih baik, yang mengarah pada peningkatan lapisan pelindung atau material kaca yang digunakan.
Bagi pengguna, detail ini cukup penting. Ponsel yang sering diletakkan bersama kunci, koin, atau aksesori logam berisiko mengalami goresan ringan, sehingga peningkatan kecil pada ketahanan layar tetap bernilai praktis.
Respons terhadap api menunjukkan layar tetap normal
Selain uji goresan, Galaxy S26 Ultra juga mendapat paparan api langsung di permukaan layar selama sekitar 20 detik. Pengujian semacam ini biasanya dilakukan untuk melihat apakah panel akan meninggalkan bekas permanen, berubah warna, atau mengalami kerusakan piksel.
Pada perangkat ini, layar dilaporkan tetap berfungsi normal setelah api dijauhkan. Tidak ada kerusakan berarti yang tercatat, sehingga responsnya dinilai lebih baik dibanding beberapa perangkat lain yang biasanya meninggalkan bayangan atau burn mark.
Hasil itu tidak berarti ponsel dirancang untuk digunakan dekat api terbuka. Namun, pengujian tersebut menunjukkan bahwa layar memiliki toleransi yang cukup baik terhadap panas sesaat, termasuk saat terkena suhu tinggi di penggunaan luar ruangan.
Material samping aluminium ikut berperan
Sisi bodi Galaxy S26 Ultra disebut menggunakan material aluminium. Pilihan ini lazim dipakai pada ponsel premium karena menawarkan perpaduan antara kekuatan struktur, bobot yang tetap terkendali, dan tampilan yang terasa solid saat digenggam.
Dalam pengujian, bagian samping perangkat tidak mudah tergores oleh benda logam tipis seperti cutter. Ini menunjukkan finishing bodi dan material rangka mampu memberi perlindungan yang cukup baik terhadap kontak ringan sehari-hari.
Material aluminium juga berkontribusi pada rigiditas rangka. Pada ponsel besar, kualitas frame sangat menentukan hasil tes bending karena titik lemah biasanya muncul di area sisi, tombol, atau sekitar modul internal.
Perbandingan dengan Galaxy S25 Ultra
Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, ada beberapa peningkatan yang terlihat pada Galaxy S26 Ultra. Data ringkas berikut menunjukkan perbedaan hasil uji durability keduanya:
| Aspek uji | Galaxy S25 Ultra | Galaxy S26 Ultra |
|---|---|---|
| Goresan layar | Goresan jelas di level 6 | Goresan samar di level 6, lebih dalam di level 7 |
| Uji api | Layar berbayang tipis | Tidak ada kerusakan berarti |
| Tes tekuk | Ada sedikit flex | Tidak bengkok sama sekali |
Perbandingan ini memberi gambaran bahwa pembaruan di S26 Ultra bukan hanya terjadi pada spesifikasi internal. Samsung juga terlihat memperkuat aspek fisik yang sering menjadi perhatian pengguna jangka panjang.
Mengapa hasil durability ini relevan
Banyak konsumen kini menahan siklus ganti ponsel lebih lama. Karena itu, daya tahan material, kekuatan frame, dan ketahanan layar menjadi faktor yang semakin penting dalam keputusan pembelian.
Pengujian independen membantu memberi gambaran yang lebih objektif daripada klaim pemasaran produsen. Saat perangkat bisa bertahan dari tekanan tekuk, goresan standar, dan panas singkat, pembeli mendapat indikator awal bahwa kualitas rakitannya memang serius.
Meski demikian, hasil uji laboratorium atau konten durability tetap tidak menggantikan perlindungan dasar. Penggunaan casing, tempered glass, dan kebiasaan penyimpanan yang aman tetap penting untuk menjaga kondisi perangkat dalam jangka panjang.
Berdasarkan data yang dirujuk dari GSM Arena dan hasil pengamatan pada pengujian fisik independen, Samsung Galaxy S26 Ultra tampil sebagai flagship yang tidak hanya mengejar performa, tetapi juga memperkuat durabilitas. Dengan bodi yang tidak bengkok saat diuji, layar yang lebih tahan gores dibanding pendahulunya, serta respons baik terhadap panas, perangkat ini menempatkan ketahanan fisik sebagai salah satu daya tarik utamanya di segmen premium.







