Samsung Galaxy A57 5G Lebih Ramping, Nyaman Digenggam Sejak Pertama Kali Dipegang

Samsung kembali memperluas lini ponsel kelas menengahnya lewat Galaxy A57 5G yang hadir sebagai penerus Galaxy A56 5G. Perubahan paling terasa ada pada desain bodi yang kini lebih ramping, lebih ringan, dan lebih nyaman dipakai dalam penggunaan harian.

Dalam uji coba langsung, kesan pertama yang muncul bukan sekadar soal tampilan baru, melainkan juga soal ergonomi. Ponsel ini terasa lebih enak digenggam, lebih praktis saat dimasukkan ke saku, dan tidak memberi beban berlebih di tangan, terutama ketika digunakan dalam waktu cukup lama.

Bodi lebih tipis dan ringan

Samsung membekali Galaxy A57 5G dengan bodi setebal sekitar 6,9 mm dan bobot sekitar 179 gram. Bagi perangkat kelas menengah, angka ini menempatkannya di antara ponsel yang cukup ringkas untuk ukuran layar besar.

Secara praktis, perbedaan dimensi ini mungkin tidak langsung terlihat jika hanya membaca spesifikasi. Namun saat dipakai, bodi yang lebih tipis membuat ponsel terasa lebih luwes saat digenggam dan lebih mudah dibawa bepergian.

Saat masuk ke saku celana, perangkat ini juga terasa lebih kecil gangguannya dibanding ponsel yang bodinya lebih tebal. Hal itu menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering berpindah tempat dan mengandalkan ponsel sebagai perangkat utama sepanjang hari.

Nyaman dipakai satu tangan

Kenyamanan Galaxy A57 5G makin terasa ketika dipakai dengan satu tangan. Untuk pengguna dengan ukuran telapak tangan yang tidak terlalu besar, bodinya tetap terasa pas dan tidak menyulitkan saat menjangkau layar.

Aktivitas sederhana seperti mengetik pesan, menggulir media sosial, atau berpindah aplikasi bisa dilakukan tanpa banyak penyesuaian posisi tangan. Sensasi ini penting karena ukuran layar yang besar sering kali membuat ponsel terasa kurang praktis jika desain bodinya tidak diatur dengan baik.

Berikut beberapa poin yang paling terasa dari pengalaman menggenggamnya:

  1. Bodi terasa ringan saat diangkat lama.
  2. Sudut ponsel tetap nyaman di telapak tangan.
  3. Dimensi yang tipis membantu saat ponsel diselipkan ke saku.
  4. Operasi satu tangan tetap cukup aman untuk penggunaan harian.

Material terasa premium

Selain dimensi yang dibuat lebih efisien, Samsung juga memberi sentuhan material yang terasa kelas atas. Frame metal yang digunakan memberi kesan kokoh dan menambah rasa solid ketika ponsel digenggam.

Bagian belakang unit berwarna Awesome Navy yang diuji tampil bersih dan elegan dengan nuansa biru gelap. Finishing bodinya juga terasa halus, sehingga ponsel tetap nyaman dipegang meski tanpa casing tambahan.

Kombinasi material dan penyelesaian bodi ini membantu Galaxy A57 5G mempertahankan kesan premium di segmen menengah. Efeknya terasa bukan hanya dari penampilan, tetapi juga dari rasa aman saat perangkat digunakan berulang kali sepanjang hari.

Layar besar tetap enak dipakai

Di bagian depan, Galaxy A57 5G mengusung layar Super AMOLED+ 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz. Kombinasi ini membuat tampilan terasa tajam dan gerakan visual terlihat mulus saat berpindah antarhalaman.

Ukuran layar yang besar biasanya menuntut kompromi pada kenyamanan genggam, tetapi desain bodi Galaxy A57 5G tampak mampu menahan efek tersebut. Alhasil, ponsel tetap terasa seimbang antara visual yang lapang dan fisik yang tidak berlebihan.

Pengalaman menonton video dan menggulir konten juga terasa lebih nyaman karena panel 120 Hz membuat pergerakan di layar terlihat halus. Ini relevan bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu di media sosial, aplikasi pesan, atau platform video.

Kamera tetap konsisten di siang dan malam

Soal kamera, Galaxy A57 5G dibekali kamera utama 50 MP dengan karakter warna yang tetap identik dengan lini Samsung. Hasil foto cenderung cerah dan tajam, sehingga cocok untuk pengguna yang menginginkan gambar siap unggah tanpa banyak proses tambahan.

Fitur Nightography menjadi salah satu daya tarik utamanya untuk pemotretan minim cahaya. Dalam pengujian, hasil foto malam terlihat lebih terang dengan detail yang masih terjaga, baik saat memotret area luar ruangan maupun di dalam ruangan.

Pada kondisi cahaya rendah, lampu sekitar dapat tertangkap dengan baik dan pantulan di permukaan basah masih terlihat natural. Sementara itu, untuk foto dalam ruangan, warna objek tampak hidup dan pencahayaan terlihat merata.

Fitur AI dan dukungan perangkat lunak

Samsung juga menyertakan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan dalam paket “Awesome Intelligence”. Fitur ini mencakup transkripsi suara otomatis, rekomendasi kontekstual lewat AI Select, hingga Object Eraser untuk menghapus objek yang mengganggu di foto.

Di sisi perangkat lunak, Galaxy A57 5G menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5. Samsung menjanjikan pembaruan sistem operasi hingga enam generasi serta patch keamanan selama enam tahun, yang menjadi nilai penting bagi pengguna yang ingin memakai ponsel dalam jangka panjang.

Dengan pendekatan desain yang lebih tipis, bobot yang lebih ringan, material yang terasa premium, serta dukungan fitur kamera dan AI yang lengkap, Galaxy A57 5G tampil sebagai opsi menarik di kelas menengah. Di Indonesia, perangkat ini dijual mulai dari Rp 7,6 juta dan tersedia dalam warna Awesome Navy, Awesome Gray, Awesome Icyblue, serta Awesome Lilac.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: tekno.kompas.com
Exit mobile version