Samsung resmi memperkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G sebagai dua model baru di lini Galaxy A Series. Kehadiran keduanya langsung mencuri perhatian karena membawa fitur AI yang lebih luas, desain yang lebih modern, dan spesifikasi yang naik kelas untuk segmen menengah.
Pembaruan itu membuat banyak calon pembeli bertanya apakah Samsung masih menyiapkan harga yang ramah untuk kelas menengah. Bocoran harga dari pasar Afrika justru memberi sinyal sebaliknya, karena banderol yang muncul terlihat makin mendekati ponsel premium.
Galaxy A57 5G jadi sorotan utama
Galaxy A57 5G diposisikan sebagai model tertinggi di duo ini. Samsung membekalinya dengan layar Super AMOLED+ 6,7 inci beresolusi FHD+ dan refresh rate adaptif hingga 120Hz, kombinasi yang cocok untuk aktivitas harian seperti scrolling media sosial, streaming video, dan bermain gim.
Desainnya juga dibuat lebih ramping. Samsung mencatat bodinya punya ukuran 161,5 x 76,8 x 6,9 mm dengan bobot 179 gram, sehingga terasa lebih ringan untuk ponsel dengan layar besar.
Sektor kamera menjadi salah satu pembeda penting. Galaxy A57 5G memakai kamera utama 50MP f/1.8, kamera ultra-wide 12MP f/2.2, kamera makro 5MP f/2.4, serta kamera depan 12MP f/2.2.
Untuk performa, Samsung memasang chipset Exynos 1680 dengan fabrikasi 4 nm. Pilihan memorinya juga cukup luas, mulai dari 8GB+128GB, 8GB+256GB, 12GB+256GB, hingga 12GB+512GB.
Galaxy A37 5G tetap membawa paket fitur lengkap
Galaxy A37 5G hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau, tetapi masih membawa banyak fitur utama yang biasanya dicari pengguna kelas menengah. Layarnya memakai panel Super AMOLED 6,7 inci FHD+ dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz dan dukungan Vision Booster untuk membantu visibilitas di luar ruangan.
Dimensi perangkat ini sedikit lebih besar dan lebih tebal, yakni 162,9 x 78,2 x 7,4 mm dengan bobot 196 gram. Di bagian kamera belakang, Samsung menempatkan konfigurasi triple-camera yang terdiri dari kamera utama 50MP, ultra-wide 8MP, dan makro 5MP.
Kamera depannya juga memakai sensor 12MP. Untuk dapur pacu, Galaxy A37 5G mengandalkan Exynos 1480 dan baterai 5.000mAh dengan dukungan Super Fast Charging 2.0.
Ponsel ini menjalankan Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5. Samsung juga menambahkan sertifikasi IP68 yang membuat perangkat ini tahan terhadap air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Perbandingan singkat Galaxy A57 5G dan A37 5G
Berikut perbedaan utama kedua perangkat yang paling menonjol:
- Galaxy A57 5G memakai Exynos 1680, sedangkan Galaxy A37 5G memakai Exynos 1480.
- Galaxy A57 5G membawa ultra-wide 12MP, sementara Galaxy A37 5G memakai ultra-wide 8MP.
- Galaxy A57 5G menyediakan opsi memori hingga 12GB+512GB.
- Galaxy A37 5G mentok di opsi 12GB+256GB.
- Galaxy A57 5G lebih ringan dengan bobot 179 gram, sedangkan Galaxy A37 5G berbobot 196 gram.
- Keduanya sama-sama dibekali baterai 5.000mAh, Super Fast Charging 2.0, Android 16, One UI 8.5, dan IP68.
Dukungan AI jadi nilai jual baru
Samsung menempatkan AI sebagai salah satu fokus utama pada dua ponsel ini. TM Roh, Chief Executive Officer, President, Head of Device eXperience Division Samsung Electronics, mengatakan bahwa “Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G akan menghadirkan performa harian yang andal bagi pengguna di seluruh dunia serta mendorong perluasan AI yang pesat.”
Pernyataan itu memperlihatkan arah baru Samsung di seri Galaxy A. Fitur AI kini tidak lagi hanya hadir di ponsel kelas atas, tetapi mulai diperluas ke segmen yang lebih luas agar pengguna bisa menikmati kemampuan pintar dalam aktivitas harian.
Bocoran harga membuat kelas menengah terasa makin mahal
Meski sudah diumumkan, Samsung belum merilis harga resmi untuk pasar Indonesia. Namun, bocoran harga dari retailer di Afrika, termasuk Kenya, memberi gambaran bahwa duo ini bisa melesat di atas standar harga kelas menengah.
Galaxy A37 5G disebut hadir dalam varian 6/128 GB, 8/128 GB, dan 8/256 GB dengan rentang harga KES 39.000 hingga KES 57.000. Sementara itu, Galaxy A57 5G muncul dalam varian 8/128 GB dan 8/256 GB dengan harga KES 56.000 hingga KES 64.000.
Jika angka itu mendekati harga rilis resmi, maka posisi Galaxy A Series terbaru berpotensi semakin dekat ke kelas menengah atas. Perubahan itu bisa terjadi karena Samsung menambah ukuran layar, memperkuat chipset, meningkatkan desain, dan memperluas dukungan AI.
Apa yang perlu dicermati pembeli
Ada beberapa hal yang layak diperhatikan sebelum menunggu kehadiran resmi ponsel ini di pasar lokal. Pertama, harga retail biasanya berbeda antarnegara karena pajak dan biaya distribusi.
Kedua, strategi Samsung di tiap pasar juga bisa mengubah komposisi varian memori yang tersedia. Ketiga, paket fitur seperti layar 120Hz, baterai 5.000mAh, dan sertifikasi IP68 tetap menjadi daya tarik utama yang bisa menjustifikasi harga lebih tinggi.
Samsung menyebut Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G akan tersedia di sejumlah pasar global mulai 10 April, sehingga perhatian kini tertuju pada jadwal peluncuran di Indonesia dan banderol resminya nanti. Jika harga final benar berada di kisaran bocoran, maka lini Galaxy A generasi terbaru ini tampaknya akan semakin menjauh dari label klasik “kelas menengah” yang selama ini melekat pada seri tersebut.







