Samsung Galaxy A37 5G hadir sebagai penyegaran di kelas menengah, tetapi perubahan yang dibawa tidak terlalu besar. Peningkatan paling menonjol ada pada chipset Exynos 1480, sementara desain dan sebagian besar spesifikasi lainnya masih terasa dekat dengan generasi sebelumnya.
Bagi calon pembeli, ponsel ini menarik bukan karena kejutan besar, melainkan karena paket fiturnya yang tetap lengkap. Layar AMOLED 120Hz, bodi dengan IP68, kamera yang solid, dan dukungan update panjang membuat Galaxy A37 5G tetap relevan di segmen mid-range.
Desain yang Familiar, tapi Terasa Kokoh
Galaxy A37 5G masih mempertahankan bahasa desain khas Galaxy A series. Panel belakangnya memakai Gorilla Glass Victus+, sedangkan tiga kamera belakang disusun vertikal dalam modul hitam yang kontras dengan warna bodi.
Samsung juga tetap memakai desain key island di sisi kanan, sehingga tombol power dan volume lebih mudah dikenali saat diraba. Unit yang diuji redaksi detikINET hadir dalam warna Awesome Graygreen yang cenderung terlihat hijau kebiruan.
Secara fisik, ponsel ini terasa mantap di tangan berkat punggung yang kesat dan rangka plastik yang kokoh. Bobotnya 196 gram dengan ketebalan 7,4 mm, meski ukurannya tetap terasa lebar dan agak sulit dipakai satu tangan.
Yang patut dicatat, Samsung meningkatkan durabilitas perangkat ini dengan sertifikasi IP68 untuk ketahanan air dan debu. Itu menjadi salah satu poin penting yang membuat Galaxy A37 5G terasa lebih aman untuk penggunaan harian.
Layar Lebar dengan Kecerahan Tinggi
Di bagian depan, Galaxy A37 5G membawa layar Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi FHD+ 1080 x 2340. Panel ini menawarkan tampilan tajam untuk menonton, browsing, dan bermain game.
Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits, sehingga layar tetap cukup terbaca saat dipakai di bawah sinar matahari langsung. Samsung menyediakan mode Standard 60Hz dan Adaptive hingga 120Hz untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Layar ini juga dilindungi Gorilla Glass Victus+ dan mendukung Widevine L1, sehingga streaming Netflix bisa dinikmati dalam resolusi Full HD. Namun, dukungan HDR belum tersedia di perangkat ini.
Sensor sidik jari di bawah layar bekerja cepat dan akurat. Di sisi lain, bezel yang mengelilingi panel masih terlihat tidak simetris dan bagian bawahnya cukup tebal.
One UI 8.5 dan Fitur AI di Kelas Menengah
Galaxy A37 5G menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 saat keluar dari kotak. Samsung juga menjanjikan enam update sistem operasi dan enam tahun update keamanan, yang menjadi nilai tambah besar untuk pemakaian jangka panjang.
Pengalaman software khas Samsung tetap terasa intuitif dan mudah dipakai. Menariknya, perangkat ini juga mendapat sejumlah fitur Galaxy AI yang disebut Samsung sebagai Awesome Intelligence.
Fitur yang tersedia berfokus pada produktivitas, seperti Object Eraser untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto. Ada juga Remaster untuk memperbaiki tone foto sekali klik dan Erase Reflections untuk mengurangi pantulan saat memotret lewat kaca.
Selain itu, pengguna bisa memakai Circle to Search dan chatbot Gemini. Keduanya bisa diakses lewat pintasan tombol navigasi bawah dan tombol power.
Kamera Masih Andal untuk Kelasnya
Di sektor kamera, Galaxy A37 5G tetap membawa tiga kamera belakang dengan komposisi 50 MP utama, 8 MP ultrawide, dan 5 MP makro. Kamera depan 12 MP disiapkan untuk selfie dan video call.
| Konfigurasi Kamera Galaxy A37 5G | Resolusi | Fungsi |
|---|---|---|
| Kamera utama | 50 MP | Foto utama, mode 2x |
| Kamera ultrawide | 8 MP | Foto sudut lebar |
| Kamera makro | 5 MP | Foto jarak dekat |
| Kamera depan | 12 MP | Selfie dan video call |
Samsung tetap menggunakan sensor yang lebih besar pada kamera utama, yakni 1/1,56 inci. Hasil foto kamera utamanya dinilai cukup bagus dengan detail tajam dan warna cerah, sementara mode 2x masih terasa memuaskan meski objek tampak sedikit lebih halus.
Kamera ultrawide-nya tidak punya autofokus dan sudut pandangnya tidak terlalu lebar, sehingga hasilnya tidak terlalu dramatis. Sementara itu, kamera makro bisa menghasilkan foto yang cerah, tetapi jarak pengambilan gambar harus sangat dekat, sekitar 3-5 cm.
Untuk low-light, Galaxy A37 5G tampil meyakinkan di kelasnya. Dynamic range yang luas membantu objek di area bayangan tetap terlihat jelas, sehingga hasil foto malamnya masih nyaman dilihat.
Exynos 1480, Cukup Mulus untuk Harian
Perubahan utama Galaxy A37 5G ada pada chipset Exynos 1480 yang dibuat dengan proses 4nm. Varian yang diuji membawa RAM 8GB dan storage 128GB, dengan opsi 256GB untuk pengguna yang butuh ruang lebih lega.
Untuk pemakaian sehari-hari, performanya terasa mulus saat dipakai multitasking, browsing, main game, hingga edit video ringan. Namun, untuk gaming berat, perangkat ini belum tampil terlalu agresif dibanding kompetitor di kelasnya.
PUBG Mobile masih bisa dijalankan dengan kualitas grafis tinggi, sementara Genshin Impact harus dipakai di setelan grafis paling rendah. Pada game yang lebih berat itu, gameplay juga masih terasa sedikit patah-patah.
Di sisi lain, pengelolaan suhu perangkat ini terbilang sangat baik. Galaxy A37 5G tidak terasa panas walau dipakai bermain game dalam durasi panjang.
Hasil benchmark yang ditampilkan detikINET menunjukkan performanya diuji secara langsung, meski angka detailnya tidak dijabarkan dalam teks. Yang jelas, hasil tersebut menjadi pelengkap dari kesan bahwa ponsel ini lebih mengutamakan kestabilan daripada tenaga mentah ekstrem.
Baterai Awet, Isi Daya Masih Cukup Cepat
Galaxy A37 5G dibekali baterai 5.000 mAh yang sanggup bertahan lebih dari satu hari untuk penggunaan normal. Aktivitas seperti browsing, scrolling media sosial, streaming musik, dan main game ringan masih bisa dijalani tanpa cepat kehabisan daya.
Pengujian PCMark mencatat daya tahan baterainya mencapai 15 jam 17 menit. Untuk pengisian, ponsel ini mendukung fast charging 45W, meski chargernya dijual terpisah.
Dalam pengujian, pengisian selama 30 menit bisa mencapai 45 persen. Untuk mengisi penuh, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit.
Masih Menarik, Tapi Bukan Lompatan Besar
Galaxy A37 5G tetap menawarkan paket lengkap di kelas menengah, mulai dari layar cerah, bodi solid, kamera yang memadai, sampai baterai yang awet. Dukungan software panjang dan fitur AI membuat nilai jualnya tetap kuat untuk pengguna yang mencari ponsel tahan lama.
Namun, karena peningkatannya tergolong minor, perangkat ini lebih terasa sebagai pembaruan aman ketimbang lompatan besar. Samsung diharapkan bisa lebih agresif pada generasi berikutnya, apalagi harga Galaxy A37 5G tahun ini disebut naik signifikan dibanding pendahulunya.
(vmp/afr)
Source: inet.detik.com





