
Samsung resmi membawa kacamata pintar AI hasil kolaborasi dengan Google ke panggung Google I/O 2026. Perangkat wearable ini langsung mencuri perhatian karena memadukan fungsi kacamata biasa dengan akses ke Gemini tanpa perlu repot membuka ponsel.
Pengenalan itu terjadi di Mountain View, California, dalam ajang tahunan Google I/O 2026, Selasa waktu setempat. Menariknya, perangkat ini sebenarnya sudah diumumkan Samsung sejak Oktober 2025, tetapi tampilan resminya baru diperlihatkan untuk pertama kali di ajang tersebut.
Dua desain, dua mitra mode
Samsung dan Google menyiapkan dua desain berbeda untuk kacamata pintar ini. Masing-masing dirancang bersama Gentle Monster dan Warby Parker, dua nama yang sudah populer di industri kacamata.
Langkah ini menunjukkan bahwa perangkat pintar tidak lagi hanya soal teknologi. Samsung dan Google juga menaruh perhatian pada sisi desain agar perangkat lebih mudah dipakai dalam aktivitas harian.
Gemini hadir di kepala pengguna
Dari sisi fungsi, kacamata pintar ini menjalankan Android XR dan terhubung ke Gemini AI. Integrasi itu memungkinkan pengguna mengakses bantuan AI secara hands-free lewat perintah suara.
Pengguna bisa meminta navigasi belokan demi belokan, mencari lokasi di sekitar, hingga mendapat rekomendasi secara real-time. Semua itu bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan smartphone dari saku.
Perangkat ini juga menyasar kebutuhan produktivitas. Pengguna dapat melihat ringkasan notifikasi pesan, membuat jadwal di kalender, hingga melakukan pemesanan tertentu langsung dari kacamata.
Terjemahan langsung jadi salah satu andalan
Selain bantuan AI, Samsung dan Google menyematkan fitur translate real-time. Fitur ini memungkinkan pengguna menerjemahkan percakapan secara langsung saat berbicara dengan orang yang menggunakan bahasa berbeda.
Kemampuan terjemahan itu tidak berhenti di percakapan. Kamera bawaan dan AI di perangkat ini juga disebut bisa menerjemahkan teks serta papan petunjuk yang terlihat oleh pengguna.
Kamera tersebut tetap punya fungsi visual standar. Pengguna juga bisa memakainya untuk mengambil foto dan merekam video dari sudut pandang pemakai.
Masih bergantung ke ponsel
Walau dibekali AI, kacamata pintar ini belum berdiri sendiri. Samsung dan Google menyebut perangkat tersebut tetap berperan sebagai companion device, sehingga harus terhubung ke ponsel untuk mengakses seluruh fitur.
Hingga kini, detail hardware lengkapnya belum dibuka ke publik. Nama resmi produk ini juga belum diumumkan, meski gambar yang ditampilkan sudah memberi gambaran awal tentang bentuknya.
Dari materi visual yang dipamerkan, perangkat ini terlihat memiliki satu kamera dan lampu indikator LED di bagian bingkai. Dua elemen itu memperkuat kesan bahwa perangkat ini dirancang untuk penggunaan yang praktis sekaligus sadar privasi.
Samsung dan Google menyatakan kacamata pintar AI ini dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2026, atau sekitar September hingga Desember 2026. Keduanya juga menjanjikan informasi lebih detail akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.
Source: tekno.kompas.com




