Pembelian kartu grafis kelas atas di marketplace kembali menjadi perhatian setelah seorang konsumen di India melaporkan menerima paket deterjen, bukan Gigabyte GeForce RTX 5090 Windforce OC 32G yang ia pesan. Produk itu bernilai Rs 290,000 dan dikirim dengan status “Fulfilled by Amazon”, sehingga kasus ini memunculkan pertanyaan serius soal keamanan pengiriman barang mahal di platform besar.
Kasus ini ramai dibicarakan karena pembeli mengaku sudah menyiapkan bukti foto dan video unboxing tanpa potongan. Meski begitu, Amazon disebut tetap menolak pengembalian dana, walau isi paket yang diterima tidak sesuai dengan barang yang dipesan.
Bukti yang memicu kecurigaan
Laporan awal muncul dari pengguna X dengan nama @autocarrot. Ia mengklaim paket yang datang sudah menunjukkan tanda-tanda pernah dibuka, lalu ditutup kembali sebelum diterima.
Beberapa detail yang beredar membuat dugaan penukaran barang semakin kuat. Segel pabrikan disebut terpotong, lalu ditutup lagi dengan lakban bening dan label Amazon palsu bertuliskan “X002IVLPDX”.
Selain itu, ada ketidaksesuaian antara berat paket dan barang yang seharusnya dikirim. Label pengiriman mencantumkan berat 1,56 kg, padahal kartu grafis RTX 5090 yang dikemas semestinya jauh lebih berat, mendekati 3 kg.
Rincian yang disebut dalam dokumentasi pembeli
- Label pengiriman mencantumkan berat 1,56 kg.
- RTX 5090 yang semestinya dikirim mendekati 3 kg saat dikemas.
- Paket yang diterima diduga cocok dengan isi deterjen 1 kg dan kardus dasar.
- Invoice tercatat dengan 0% IGST, padahal transaksi elektronik seperti ini seharusnya terkena 18%.
- Laporan lain menyebut pembeli berbeda juga menerima washing powder dari seller yang sama, “FAB WORLD Point”.
Detail tersebut membuat kasus ini tidak lagi dipandang sebagai salah kirim biasa. Jika pola serupa benar terjadi pada penjual yang sama, maka persoalannya bisa melebar ke keamanan rantai pasok dan pengawasan marketplace.
Mengapa kasus ini menekan kepercayaan konsumen
RTX 5090 bukan produk biasa, melainkan komponen premium yang umumnya dibeli gamer berat, kreator profesional, atau perakit PC kelas atas. Pada segmen harga seperti ini, pembeli biasanya menaruh harapan besar pada sistem gudang dan pengiriman yang diklaim lebih aman.
Status “Fulfilled by Amazon” juga ikut menjadi sorotan karena label tersebut lazim dipahami sebagai lapisan tambahan perlindungan. Konsumen menganggap barang disimpan, dikemas, dan dikirim melalui mekanisme resmi, sehingga risiko manipulasi seharusnya lebih kecil.
Namun, kasus ini justru menunjukkan bahwa label fulfillment tidak otomatis berarti bebas masalah. Jika manipulasi terjadi di gudang, di jalur distribusi, atau sebelum paket tiba di tangan pembeli, konsumen tetap bisa menerima barang yang sama sekali berbeda.
Respons Amazon yang disorot publik
Yang paling mendapat perhatian bukan hanya isi paket yang ditukar, tetapi juga penolakan refund meski bukti visual diklaim sangat kuat. Dalam kasus transaksi bernilai tinggi, keputusan seperti itu biasanya memicu pertanyaan tentang standar verifikasi yang dipakai platform.
Situasi ini juga menimbulkan diskusi lebih luas soal perlindungan konsumen di e-commerce. Di satu sisi, marketplace perlu menjaga prosedur agar tidak mudah disalahgunakan oleh klaim palsu, tetapi di sisi lain pembeli berhak mendapat perlindungan ketika bukti menunjukkan barang yang diterima tidak sesuai pesanan.
Langkah yang umumnya disarankan saat menghadapi kasus serupa
- Simpan video unboxing sejak paket masih tersegel.
- Foto label pengiriman, segel, nomor pesanan, dan isi paket.
- Cocokkan berat paket dengan deskripsi produk.
- Ajukan komplain resmi ke platform sesegera mungkin.
- Jika refund ditolak, pertimbangkan chargeback melalui bank atau kartu kredit.
- Simpan seluruh percakapan dengan layanan pelanggan untuk kebutuhan sengketa lanjutan.
Dalam laporan yang beredar, pembeli kini mempertimbangkan chargeback bank atau jalur consumer court setelah refund ditolak. Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembelian komponen premium di marketplace tetap membutuhkan dokumentasi yang rapi, verifikasi isi paket yang teliti, dan respons cepat saat ada ketidaksesuaian antara barang pesanan dan barang yang diterima.







