Xiaomi menampilkan sesuatu yang lebih serius daripada sekadar panggung peluncuran ponsel saat memperkenalkan Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro di China. Robot humanoid generasi berikutnya milik perusahaan itu terlihat mampu memegang Xiaomi 17T Pro, mengatur zoom, lalu memotret.
Demonstrasi singkat ini langsung menonjol karena memperlihatkan kemampuan robot mengendalikan perangkat konsumen dengan presisi. Di situ, Xiaomi seolah ingin menunjukkan bahwa pengembangan robotika mereka sudah bergerak ke arah penggunaan nyata, bukan hanya atraksi visual.
Gerakan Kecil yang Menuntut Akurasi Besar
Dalam sesi demo, robot mengambil Xiaomi 17T Pro dengan tangan bionik yang digunakan Xiaomi pada platform robotnya. Setelah itu, robot menyesuaikan zoom melalui tombol volume dan menekan tombol kamera untuk mengambil foto.
Xiaomi juga menampilkan hasil jepretan yang diambil robot selama demonstrasi tersebut. Walau berlangsung sebentar, adegan itu cukup untuk memperlihatkan koordinasi tangan, kekuatan genggaman, dan kontrol antarmuka perangkat yang masih menjadi tantangan besar pada robot humanoid.
Bersamaan dengan Peluncuran Xiaomi 17T
Peluncuran itu berlangsung saat Xiaomi merilis lini Xiaomi 17T di pasar China. Xiaomi 17T dijual mulai 2.999 yuan, sedangkan Xiaomi 17T Pro dibanderol mulai 3.999 yuan, dengan spesifikasi yang disebut tidak jauh berbeda dari versi global.
Namun perhatian publik justru tertuju pada robot humanoid tersebut karena aksinya menyentuh penggunaan yang dekat dengan kebiasaan manusia sehari-hari. Mengangkat ponsel, menekan tombol, mengatur zoom, dan mengambil foto adalah rangkaian tugas kecil yang membutuhkan respons mekanis yang halus.
Ambisi Robotika yang Sudah Lama Dibangun
Xiaomi sebelumnya sudah beberapa kali memperlihatkan perkembangan robot humanoidnya secara bertahap. Perusahaan itu juga pernah membahas rencana untuk menempatkan CyberOne di lini manufakturnya sendiri.
Lei Jun pernah menyatakan target Xiaomi untuk menghadirkan robot humanoid di pabrik-pabrik Xiaomi dalam skala besar dalam lima tahun. Target tersebut menunjukkan bahwa proyek robotika Xiaomi tidak hanya diarahkan untuk panggung presentasi, tetapi juga untuk kebutuhan industri.
Uji Nyata di Pabrik
Di luar acara peluncuran produk, Xiaomi menyebut kemajuan robotnya berjalan stabil. Pada awal tahun ini, perusahaan mengonfirmasi bahwa robot-robotnya telah menjalankan shift kerja kontinu selama tiga jam di stasiun pemasangan mur self-tapping di pabrik mobil.
Dalam skenario itu, robot mencapai tingkat keberhasilan 90,2% untuk pemasangan bilateral secara simultan. Sistem tersebut juga mampu mengikuti kebutuhan waktu siklus lini produksi yang berada di angka 76 detik.
Data tersebut penting karena menunjukkan robot Xiaomi sudah diuji dalam lingkungan kerja nyata, bukan hanya di ruang demonstrasi yang terkontrol. Artinya, aksi memotret dengan Xiaomi 17T Pro di atas panggung berdiri di atas pengembangan yang telah dibuktikan untuk tugas fisik berulang.
Tangan Bionik yang Makin Luwes
Xiaomi juga mengumumkan perombakan pada tangan bionik yang dipakai robotnya. Versi terbaru disebut memiliki volume 60% lebih kecil dan kini seukuran tangan pekerja manusia.
Ukuran yang lebih ringkas itu dipadukan dengan peningkatan 64% pada derajat kebebasan gerak. Kombinasi tersebut dirancang agar tangan robot lebih luwes saat memegang objek dan mengeksekusi gerakan yang menuntut presisi.
Di sisi sensorik, tangan bionik baru ini memiliki sensor taktil telapak penuh dengan cakupan 8.200 milimeter persegi. Xiaomi juga menyebut siklus daya tahan genggaman tangan bionik itu sudah melampaui 150.000 operasi.
Untuk pemakaian jangka panjang, sistem ini dilengkapi mekanisme kelenjar keringat bionik untuk membantu manajemen panas saat digunakan terus-menerus. Rangkaian spesifikasi itu menjelaskan mengapa robot bisa menangani ponsel di atas panggung dengan lebih meyakinkan.
Pesan yang Ingin Ditunjukkan Xiaomi
Lei Jun juga menyampaikan bahwa tim robotika Xiaomi meraih posisi pertama dalam dua kompetisi internasional terpisah. Menurut pernyataannya di Weibo, keunggulan tim Xiaomi atas posisi runner-up terjadi dengan selisih yang lebar.
Ia kembali menegaskan bahwa fokus kerja robotika Xiaomi adalah membuat robot mampu menjalankan tugas-tugas praktis di lingkungan nyata. Penekanan itu sejalan dengan demonstrasi memotret menggunakan Xiaomi 17T Pro, yang sengaja memperlihatkan interaksi robot dengan perangkat umum yang dipakai manusia.
Aksi tersebut memang belum menandai kehadiran robot komersial baru. Namun kemunculannya di acara peluncuran ponsel memberi sinyal bahwa Xiaomi ingin memperlihatkan hubungan yang semakin erat antara bisnis perangkat konsumen, manufaktur, dan ambisi robotika yang sedang mereka bangun.
Source: www.gizmochina.com






