Biaya RAM dan storage yang terus naik mulai mengubah strategi harga di industri smartphone, dan Xiaomi menjadi salah satu produsen yang paling terdampak. Perusahaan asal China itu mengakui bahwa lonjakan biaya komponen memori sudah mencapai level yang berat dan mendorong penyesuaian harga ponsel di pasar domestik.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyebut harga paket RAM 12 GB dan storage 512 GB naik sekitar 1.500 yuan atau setara US$ 217 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan kondisi itu, biaya komponen tersebut kini diperkirakan berada di kisaran US$ 288, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar US$ 72 pada 2025.
Tekanan besar dari komponen memori
Kenaikan harga RAM dan storage tidak muncul dari satu faktor saja. Permintaan global terhadap chip memori meningkat tajam karena industri pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI menyerap pasokan dalam jumlah besar.
Situasi ini membuat produsen smartphone harus berebut komponen penting dengan pelaku industri lain. Akibatnya, biaya produksi ponsel ikut terdorong naik dan ruang produsen untuk mempertahankan harga jual menjadi semakin sempit.
Xiaomi mulai sesuaikan harga jual
Xiaomi merespons tekanan itu dengan menaikkan harga salah satu model andalannya, Redmi K90 Pro Max, mulai 11 April. Namun, kenaikan yang diterapkan hanya 200 yuan atau sekitar US$ 29, sehingga beban ongkos produksi belum sepenuhnya dialihkan ke konsumen.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi masih berhati-hati menjaga daya saing harga. Pasar smartphone sangat sensitif terhadap perubahan harga, terutama di segmen menengah dan premium yang bersaing ketat.
Strategi menjaga margin keuntungan
Selain menaikkan harga pada model tertentu, Xiaomi juga menghentikan sejumlah program promosi untuk produk lain, termasuk Redmi Turbo 5 dan Redmi Turbo 5 Max di China. Kebijakan ini menjadi salah satu cara perusahaan mempertahankan margin keuntungan di tengah biaya bahan baku yang terus meningkat.
China disebut memiliki margin keuntungan paling rendah untuk lini Redmi, sehingga perekat harga dan promosi menjadi sangat penting. Dalam pasar seperti ini, produsen biasanya memilih langkah selektif agar kenaikan harga tidak langsung menekan minat beli konsumen.
Dampak ke industri smartphone lebih luas
Kondisi yang dialami Xiaomi berpotensi menjadi gambaran bagi banyak produsen smartphone lain. Jika harga RAM dan storage tetap tinggi, merek lain bisa menghadapi tekanan serupa dan dipaksa memilih antara menahan margin atau menaikkan harga jual.
Perubahan ini juga dapat memengaruhi strategi peluncuran produk. Model dengan kapasitas memori besar, yang biasanya diminati pengguna karena performa dan ruang penyimpanan lebih lega, kemungkinan menjadi lebih mahal terlebih dahulu.
Berikut faktor utama yang mendorong perubahan harga smartphone saat ini:
- Kenaikan biaya RAM dan storage secara global.
- Permintaan chip yang meningkat dari pusat data AI.
- Tekanan margin pada produk kelas menengah dan flagship.
- Penyesuaian harga bertahap agar daya saing merek tetap terjaga.
Apa yang bisa terjadi pada harga ponsel ke depan
Dalam jangka pendek, produsen kemungkinan masih akan memilih strategi yang hati-hati. Penyesuaian bisa dilakukan secara bertahap, misalnya hanya pada varian tertentu atau di pasar tertentu, sambil mempertahankan promo di lini lain agar penjualan tetap berjalan.
Bagi konsumen, situasi ini berarti harga smartphone berpotensi naik perlahan, terutama pada perangkat dengan RAM besar dan storage lega. Hingga kini, kenaikan harga Xiaomi masih terbatas di China dan belum ada kepastian apakah langkah serupa akan diterapkan di pasar global, tetapi tekanan biaya komponen memori tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.
