PS6 Handheld Canis Bocor, 24GB RAM Dan Ray Tracing Disebut Salip PS5?

Bocoran soal PS6 handheld berkode Canis kembali menarik perhatian karena spesifikasinya terdengar jauh di atas ekspektasi perangkat genggam. Sejumlah laporan menyebut Sony tengah menyiapkan mesin portabel dengan CPU Zen 6c, RAM 24GB, dan grafis RDNA 5 yang bukan hanya mengejar efisiensi, tetapi juga performa yang bisa bersaing dengan konsol rumahan.

Informasi ini belum diumumkan resmi oleh Sony, sehingga seluruh detail masih berada di wilayah rumor. Meski begitu, rangkaian klaim dari kanal Moore’s Law Is Dead dan dukungan pernyataan dari leaker Kepler_L2 membuat bocoran Canis terus jadi bahan pembahasan di komunitas PlayStation.

Spesifikasi yang paling banyak dibicarakan

Berdasarkan bocoran yang beredar, PS6 handheld Canis disebut memakai SoC kustom AMD dengan desain monolitik. Chip itu dikabarkan menggabungkan CPU Zen 6, GPU berbasis RDNA 5, serta memori LPDDR5X.

Susunan CPU yang paling sering disebut adalah enam inti, dengan empat core Zen 6c dan dua core Zen 6 hemat daya. Dua core tambahan itu diduga dipakai untuk sistem dan proses latar belakang, sehingga game hanya bisa mengakses empat core utama.

Di bagian memori, kapasitas yang muncul dalam bocoran cukup bervariasi dan mencakup 24GB, 36GB, hingga 48GB LPDDR5X. Namun, 24GB dinilai paling masuk akal untuk versi final karena lebih seimbang dari sisi biaya, konsumsi daya, dan kebutuhan perangkat genggam.

Rincian bocoran utama Canis

  1. CPU: 4 core Zen 6c + 2 core Zen 6 low-power.
  2. RAM: opsi bocoran hingga 48GB, dengan 24GB paling realistis.
  3. GPU: 16 CU berbasis RDNA 5.
  4. Clock GPU: sekitar 1,20 GHz saat handheld dan 1,65 GHz saat docked.
  5. Kompatibilitas: diduga mendukung game PS5 dan PS4.
  6. Format: disebut mengusung model hybrid handheld dan dock.

Dalam salah satu klaim yang paling disorot, Kepler_L2 menyebut PS6 handheld kemungkinan membawa 24GB RAM. Laporan yang sama juga menempatkan PS6 rumahan di kisaran 30GB, yang memperlihatkan bahwa Sony diduga menyiapkan dua jalur perangkat dengan kebutuhan memori berbeda.

Performa yang disebut bisa melampaui ekspektasi

Bagian yang membuat bocoran ini ramai adalah klaim performanya. Moore’s Law Is Dead menyebut rasterisasi Canis bisa berada di kisaran 55 persen hingga 75 persen dari PS5, angka yang untuk perangkat genggam tergolong agresif.

Yang lebih mengejutkan, performa ray tracing justru diklaim bisa lebih tinggi dari PS5. Dalam bocoran itu, kemampuan RT disebut mencapai 1,3 kali sampai 2,6 kali lebih cepat dibanding konsol tersebut, meski hasil nyata tetap bergantung pada optimasi game dan batas daya perangkat.

Jika klaim itu benar, Sony tampak tidak sekadar mengejar handheld yang kuat untuk game kasual. Perangkat ini justru mengarah ke kelas premium yang mencoba membawa fitur grafis generasi baru ke format portabel.

Efisiensi chip menjadi kunci

Kepler_L2 juga memberi gambaran lain yang memperkuat narasi efisiensi. Ia menyebut performa SoC Canis pada daya 15W bisa mendekati Intel Panther Lake B390 iGPU pada 30W, yang berarti efisiensi daya menjadi salah satu fokus utama desain chip ini.

Pendekatan itu penting karena perangkat genggam selalu dibatasi baterai, suhu, dan ukuran bodi. Tanpa efisiensi yang baik, spesifikasi tinggi hanya akan sulit dipakai dalam skenario nyata.

Kompatibilitas game PS5 dan PS4 jadi nilai jual besar

Salah satu aspek yang paling menarik bagi pemain adalah dugaan kompatibilitas native terhadap game PS5 dan PS4. MLID meyakini Canis akan mampu menjalankan dua generasi game itu sejak awal tanpa proses rumit bagi pengguna.

Klaim ini dikaitkan dengan hadirnya Low Power Mode di ekosistem PS5. Fitur tersebut disebut memungkinkan banyak game PS5 diskalakan ke profil daya yang lebih rendah, sehingga lebih cocok untuk perangkat handheld yang tidak punya ruang besar untuk pendinginan.

Jika strategi ini benar, transisi ke platform baru akan lebih mulus bagi pengembang dan pemain. Katalog game yang bisa langsung dimainkan juga akan jauh lebih luas dibanding handheld baru yang harus menunggu versi khusus.

Petunjuk dari SDK pengembang

Bocoran lain datang dari arah perangkat pengembangan atau SDK. Menurut MLID, Sony diduga sudah menyiapkan beberapa profil SDK PS5, termasuk Low Power Mode, agar studio bisa menyesuaikan game ke target hardware hemat daya.

Ada juga klaim bahwa Sony menyiapkan pengemasan aset dan tekstur terpisah untuk beberapa platform PlayStation, termasuk PS4, PS4 Pro, PS5, PS5 Pro, dan PS5 Low Power Mode. Seorang sumber dari perusahaan pengembang game disebut mengatakan, “Power Saver Mode is getting its own Asset+Texture Packaging.”

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa mode hemat daya mungkin bukan sekadar fitur tambahan. Mode tersebut bisa saja disiapkan sebagai fondasi teknis untuk perangkat baru agar game utama tetap kompatibel tanpa banyak perubahan struktur.

Format hybrid membuat rumor ini makin menarik

Dokumen yang diklaim dilihat MLID juga menyebut dua profil clock berbeda untuk handheld dan docked. Petunjuk itu memunculkan dugaan kuat bahwa Canis akan memakai format hybrid seperti konsol portable lain yang bisa dimainkan di mana saja lalu ditingkatkan performanya saat tersambung ke dock.

Model seperti ini sangat masuk akal untuk Sony jika ingin menyeimbangkan mobilitas dan performa. Dengan satu perangkat, pemain bisa mendapat pengalaman portabel sekaligus opsi output yang lebih stabil di layar televisi.

Gambaran rumor yang paling menonjol

Aspek Bocoran yang beredar
CPU Zen 6c + Zen 6 low-power
RAM 24GB paling mungkin
GPU 16 CU RDNA 5
Ray tracing Diklaim lebih kuat dari PS5
Kompatibilitas PS5 dan PS4 secara native
Desain Handheld hybrid dengan dock

Soal jadwal, MLID memperkirakan produksi bisa dimulai pada pertengahan 2027 dengan target rilis pada musim gugur. Sampai Sony memberi pengumuman resmi, bocoran Canis tetap harus dibaca sebagai rumor, tetapi kombinasi Zen 6c, RAM 24GB, dan klaim ray tracing yang sangat agresif sudah cukup membuat PS6 handheld ini jadi salah satu rumor paling panas di dunia game saat ini.

Berita Terkait

Back to top button