POCO X8 Pro menarik perhatian karena membawa kombinasi performa kencang, baterai 6.500 mAh, dan layar AMOLED yang lazim diasosiasikan dengan fitur Always-on Display atau AOD. Namun, di balik kesan premium itu, ada satu detail kecil yang justru memicu banyak pembahasan: AOD pada perangkat ini hanya tampil sekitar 10 detik setelah layar dikunci, lalu menghilang lagi.
Kondisi tersebut membuat sebagian calon pengguna merasa fitur yang biasanya mengandalkan panel AMOLED itu tidak bekerja seperti harapan. Banyak orang mengira jam, tanggal, dan notifikasi bisa terlihat terus-menerus di layar mati, tetapi implementasi di POCO X8 Pro menunjukkan pendekatan yang lebih terbatas.
AOD yang tidak benar-benar “always on”
Secara konsep, AOD memang dirancang untuk menampilkan informasi penting tanpa harus menyalakan layar penuh. Panel AMOLED memungkinkan sebagian piksel tetap aktif, sehingga konsumsi dayanya lebih hemat dibanding layar LCD.
Masalahnya, pada POCO X8 Pro, fungsi itu tidak berjalan dengan durasi yang panjang. Laporan pengguna di Reddit menyebut AOD hanya muncul sebentar setelah layar terkunci, lalu padam kembali tanpa opsi agar tampil terus-menerus.
- Menampilkan jam dan tanggal saat layar mati
- Memunculkan notifikasi secara singkat
- Padam kembali setelah sekitar 10 detik
- Tanpa pengaturan agar tetap aktif sepanjang waktu
Kenapa fitur ini dibatasi
Pembatasan AOD kemungkinan berkaitan dengan efisiensi daya. POCO membawa baterai besar 6.500 mAh pada perangkat ini, sehingga strategi hemat daya tampaknya menjadi prioritas dalam pengembangan sistem.
AOD pada panel AMOLED memang tidak boros secara ekstrem, tetapi tetap menyedot daya dalam penggunaan jangka panjang. Karena itu, pembatasan durasi bisa dipahami sebagai kompromi agar daya tahan baterai tetap optimal untuk pemakaian harian.
Pada level produk, langkah seperti ini sering dipilih produsen untuk menjaga pengalaman pakai yang stabil. Dengan baterai besar dan komponen yang mendukung performa tinggi, POCO tampaknya ingin memastikan perangkat tetap awet tanpa banyak pengaturan tambahan dari pengguna.
HyperOS ikut menentukan perilaku layar
POCO X8 Pro menjalankan HyperOS terbaru, sistem yang dirancang agar perangkat terasa responsif, ringan, dan hemat daya. Dalam konteks tersebut, pembatasan pada AOD tampak selaras dengan arah optimasi sistem yang diprioritaskan pabrikan.
Namun, keluhan pengguna tidak berhenti pada durasi tampil yang singkat. Sistem juga disebut tidak menyediakan fleksibilitas yang memadai untuk mengatur perilaku AOD, misalnya memilih mode selalu aktif atau mengatur jadwal kemunculannya pada jam tertentu.
Keterbatasan ini membuat fitur yang secara teknis hadir di kelas premium terasa seperti dipasang hanya sebagai pelengkap. Padahal, banyak pengguna mengandalkan AOD untuk memeriksa informasi penting tanpa harus menyentuh tombol daya atau membuka kunci layar.
Pola yang pernah muncul di generasi sebelumnya
Kebiasaan POCO membatasi AOD bukan hal yang benar-benar baru. Pada POCO X7 Pro, pengguna juga melaporkan pola serupa, yaitu adanya fitur AOD di menu pengaturan tetapi dengan implementasi yang tidak sepenuhnya sesuai makna “always-on”.
Polanya memberi sinyal bahwa POCO cenderung mengambil pendekatan konservatif terhadap fitur ini. Bagi sebagian pengguna, keputusan tersebut masuk akal karena perusahaan ingin menjaga ketahanan baterai dan konsistensi performa sistem.
Di sisi lain, bagi pengguna yang mengharapkan pengalaman layar mati yang lebih informatif, batasan itu terasa jelas. AOD yang hanya muncul sebentar lebih dekat ke fungsi notifikasi sesaat daripada layar informasi yang aktif terus-menerus.
Alternatif yang masih tersedia di perangkat
Keterbatasan AOD bukan berarti POCO X8 Pro kehilangan fungsi notifikasi sama sekali. Pengguna masih bisa mengandalkan getaran, suara, dan indikator visual lain yang tersedia di perangkat.
POCO juga menyertakan Dynamic RGB Light sebagai penanda aktivitas masuk. Fitur ini memberi sinyal visual saat ada notifikasi tanpa harus mengaktifkan layar penuh, sehingga tetap berguna untuk penggunaan harian.
Pilihan itu menunjukkan bahwa POCO berupaya memberi beberapa jalur notifikasi, tetapi tidak menjadikan AOD sebagai pusat pengalaman layar mati. Bagi sebagian pembeli, pendekatan ini cukup praktis karena tidak menambah beban daya secara berlebihan.
Harga dan posisi fitur di kelasnya
Berikut harga resmi POCO X8 Pro di Indonesia berdasarkan data Xiaomi Indonesia:
| Varian | Harga |
|---|---|
| 8/256 GB | Rp4.999.000 |
| 8/512 GB | Rp5.399.000 |
| 12/512 GB | Rp5.799.000 |
Di luar isu AOD, perangkat ini tetap menawarkan paket yang kuat untuk kelas menengah atas. Kombinasi performa Dimensity 8500 Ultra, baterai besar, dan layar AMOLED membuatnya tetap kompetitif, apalagi dengan beberapa pilihan warna seperti Iron Man Edition Gold, Hitam, Putih, dan Hijau.
Bagi pengguna yang menempatkan AOD sebagai fitur harian penting, informasi tentang batasan ini perlu diperhatikan sebelum membeli. POCO X8 Pro masih kuat sebagai ponsel berperforma tinggi, tetapi pada urusan Always-on Display, perangkat ini lebih menonjol sebagai contoh fitur premium yang hadir dengan batasan yang cukup terasa.





