Pengguna ponsel flagship mulai menunjukkan pola baru dalam memakai AI. Di lini Samsung Galaxy S26 Series, fitur Galaxy AI tidak lagi sekadar dicoba sesekali, tetapi sudah dipakai rutin untuk membantu aktivitas harian seperti mencari informasi, mengedit foto, dan membuat konten.
Data internal Samsung mencatat sekitar 97 persen pengguna Galaxy S26 Series kini sudah menggunakan Galaxy AI di perangkat mereka. Angka ini memperlihatkan bahwa AI di ponsel premium semakin masuk ke kebiasaan harian, bukan hanya jadi fitur pelengkap.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menyebut perubahan itu terlihat jelas di pengguna Galaxy S26 Ultra. Ia mengatakan pemakaian AI kini sudah melekat pada aktivitas sehari-hari, terutama untuk kebutuhan konten dan pengolahan gambar.
AI yang paling sering dipakai
Samsung juga mencatat lima fitur Galaxy AI yang paling sering digunakan di Galaxy S26 Series. Kelima fitur itu adalah Gemini, Circle to Search, Photo Assist, Audio Eraser, dan Now Brief.
Di antara deretan fitur tersebut, Photo Assist dan Audio Eraser menjadi dua yang paling menonjol. Ilham menyebut Photo Assist kini terasa lebih nyaman karena sudah bisa menggunakan prompting, yakni perintah berbasis teks untuk membantu pengeditan konten.
Kebiasaan itu menunjukkan bahwa pengguna flagship makin familiar dengan cara kerja AI. Mereka tidak hanya mengandalkan AI untuk mencari jawaban cepat, tetapi juga untuk memoles hasil foto dan video langsung dari ponsel.
Kebiasaan baru di kamera dan video
Selain AI, Samsung juga melihat peningkatan penggunaan fitur kamera pada Galaxy S26 Series. Sekitar 93 persen pengguna kini aktif memakai fitur kamera di perangkat mereka, naik dari kisaran 91 persen pada generasi sebelumnya.
Penggunaan Pro Camera dan Pro Video bahkan disebut meningkat hingga dua kali lipat dibanding Galaxy S25 Series. Lonjakan ini memperkuat gambaran bahwa pengguna flagship makin serius memanfaatkan ponsel untuk membuat sekaligus mengedit konten.
Ilham menilai tren itu juga terlihat dari kebiasaan pengguna Galaxy S26 Ultra yang rata-rata memakai fitur editing video hingga 15 kali dalam seminggu. Dengan pola seperti itu, ponsel tidak lagi hanya menjadi alat konsumsi konten, tetapi juga perangkat produksi yang aktif dipakai setiap hari.
Ia menambahkan bahwa dalam praktiknya, pengguna setidaknya bisa memakai video editing software dua kali dalam sehari untuk menghasilkan konten yang lebih baik. Samsung menyebut kemampuan performa di S26 Ultra mendukung kebutuhan video editing yang lebih advance.
Fitur AI di S26 Series makin banyak
Seiring meningkatnya penggunaan AI, Samsung juga menambah jumlah fitur Galaxy AI di Galaxy S26 Series. Jika pada generasi sebelumnya tersedia sekitar 29 fitur AI, kini jumlahnya meningkat menjadi 47 fitur.
Perluasan ini memberi lebih banyak pilihan bagi pengguna yang ingin bekerja lebih cepat lewat ponsel. Dari pencarian informasi sampai pengolahan foto dan video, fitur-fitur itu dirancang untuk mendukung rutinitas digital yang makin padat.
Ilham menegaskan bahwa kenaikan adopsi AI ini mencerminkan perubahan perilaku pengguna smartphone flagship. Mereka kini makin terbiasa memakai AI untuk aktivitas harian, termasuk saat membuat konten, bukan lagi hanya sekadar mencoba fitur baru sesaat setelah ponsel dibeli.
Pola penggunaan itu menjadi sinyal penting bagi pasar ponsel premium. Di Galaxy S26 Series, AI tampak bergerak dari fitur yang menarik perhatian menjadi alat kerja harian yang dipakai berulang kali.
Source: tekno.kompas.com






