Pasar Smartphone India Diprediksi Melemah, Samsung Malah Bersiap Naik Tajam Di Q2 2026

Pasar smartphone India diperkirakan melemah tajam pada Q2 2026, tetapi Samsung justru berada di jalur berlawanan. Di saat permintaan menurun dan harga ponsel ikut tertekan biaya komponen yang naik, merek asal Korea Selatan itu diproyeksikan memperbesar pangsa pasarnya secara signifikan.

Smart Analytics Global memperkirakan pasar smartphone India akan turun lebih dari 15% pada kuartal tersebut. Penurunan itu terjadi setelah banyak merek, termasuk Samsung, menaikkan harga model mereka secara global akibat lonjakan harga chip memori.

Kenaikan harga ikut menahan minat beli konsumen di India. Dampaknya, jumlah pembelian ponsel baru diperkirakan lebih rendah dibanding Q1 2026.

Samsung justru diprediksi naik

Di tengah pelemahan pasar, Smart Analytics Global memproyeksikan pangsa pasar Samsung naik dari 14% pada Q1 2026 menjadi 18% pada Q2 2026. Lonjakan ini menempatkan Samsung sebagai salah satu dari sedikit merek yang masih bisa tumbuh saat pasar keseluruhan menyusut.

Firma riset itu menyebut hanya Apple yang juga diperkirakan tumbuh signifikan dalam kondisi pasar yang lesu. Meski begitu, Samsung belum otomatis menjadi pemimpin pasar jika perhitungan mengikuti struktur merek yang umum dipakai.

Persaingan puncak masih ketat

Dalam proyeksi utama, posisi teratas pasar smartphone India pada Q2 2026 masih dipegang Vivo. Artinya, kenaikan Samsung belum cukup untuk mengubah peta persaingan secara sederhana.

Namun, Smart Analytics Global memberi catatan penting soal pembacaan data. Jika iQOO dipisahkan dari Vivo, pangsa pasar Vivo akan turun cukup besar dan Samsung akan menjadi merek nomor satu di India pada kuartal kedua tahun ini.

Jika skenario itu dipakai, posisi nomor satu akan menjadi pencapaian besar bagi Samsung. Firma riset tersebut menyebut Samsung terakhir kali meraih posisi itu di India pada 2018.

Tiga penopang utama Samsung

Smart Analytics Global menilai ada tiga faktor yang mendorong potensi kenaikan Samsung di India. Tiga faktor itu adalah kontrol rantai pasok yang lebih kuat, permintaan premium yang lebih tangguh, dan daya penetapan harga yang lebih baik.

Kontrol rantai pasok menjadi penting saat biaya komponen melonjak dan harga jual ikut naik. Merek yang lebih siap menjaga pasokan biasanya punya peluang lebih besar untuk mempertahankan ketersediaan produk di pasar.

Permintaan premium yang lebih tahan banting juga memberi ruang bagi Samsung untuk menjaga performa di segmen yang tidak terlalu sensitif terhadap pelemahan konsumsi massal. Daya penetapan harga membantu perusahaan menghadapi tekanan biaya tanpa langsung kehilangan pijakan besar.

Lini volume dan flagship ikut menguat

Pada level volume penjualan, Smart Analytics Global menyebut Galaxy A07, Galaxy A16, dan Galaxy F70e sebagai pendorong utama. Ketiga model itu diperkirakan menjadi kontributor besar terhadap pertumbuhan pangsa pasar Samsung di India pada Q2 2026.

Peran lini tersebut penting karena pasar India tetap sangat bergantung pada penjualan perangkat dalam jumlah besar. Saat pasar melemah, model yang mampu menjaga volume sering menjadi penentu arah pangsa pasar merek.

Samsung juga mendapat dukungan dari segmen flagship. Smart Analytics Global memperkirakan seri Galaxy S26 akan mencatat penjualan lebih baik dibanding pendahulunya, Galaxy S25.

Kinerja yang lebih baik dari Galaxy S26 menunjukkan bahwa pertumbuhan Samsung tidak hanya bertumpu pada satu segmen. Perusahaan itu disebut memperoleh dorongan dari lini massal dan lini premium sekaligus.

Kombinasi tersebut membuat posisi Samsung terlihat lebih kuat dibanding banyak pesaing saat pasar sedang tertekan. Saat konsumen menahan belanja, merek yang bisa bertahan di entry-level dan premium biasanya memiliki bantalan yang lebih baik.

Bagi pasar India, pergerakan ini menjadi penting karena terjadi di tengah kontraksi yang cukup dalam. Penurunan pasar lebih dari 15% pada Q2 2026 membuat setiap kenaikan pangsa pasar menjadi sinyal kuat soal perubahan kekuatan antarmerek.

Source: www.sammobile.com

Berita Terkait

Back to top button