Pasar HP Global Turun 4,1% Dihantam Krisis Memori, Samsung Tetap No. 1

Author: Qoo Media

Pasar smartphone global kembali tertekan pada awal 2026 setelah krisis memori memukul rantai pasok industri. Laporan International Data Corporation (IDC) mencatat pengapalan ponsel dunia hanya mencapai 289,7 juta unit pada kuartal pertama 2026, turun 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar ponsel belum sepenuhnya pulih dan justru menghadapi fase yang lebih sulit. IDC menyebut tekanan utama datang dari keterbatasan pasokan memori, sementara biaya bahan baku komponen lain juga ikut naik dan mendorong sebagian pabrikan menaikkan harga perangkat.

Tekanan pasokan mulai terasa di banyak segmen

IDC menilai penurunan 4,1% ini bukan sekadar pelemahan biasa, melainkan awal dari kondisi yang berpotensi memburuk. Kendala pasokan memori memengaruhi dua sisi sekaligus, yaitu pengiriman perangkat dan permintaan konsumen yang menjadi lebih hati-hati saat harga terdorong naik.

Anthony Scarsella, Research Director for Mobile Phones IDC, mengatakan pasar negara maju seperti Amerika Serikat masih relatif lebih tahan terhadap kenaikan harga karena konsumen di sana cenderung membeli model premium. Ia juga menyinggung bahwa dukungan seperti tukar tambah dan pembiayaan membantu menjaga pasar tetap bergerak.

Namun, tekanan akan lebih berat dirasakan pasar negara berkembang yang banyak bergantung pada perangkat di bawah USD 200. Dalam segmen itu, kenaikan harga komponen memori membuat pilihan konsumen semakin terbatas dan tantangannya disebut lebih besar dibandingkan masa pandemi lima tahun lalu.

Samsung tetap memimpin pasar global

Di tengah pasar yang melemah, Samsung masih mempertahankan posisi nomor satu di dunia. IDC memperkirakan perusahaan asal Korea Selatan itu mengapalkan 62,8 juta unit dengan pangsa pasar 21,7%.

Kinerja Samsung didorong permintaan kuat untuk Galaxy S26 Ultra, sementara kehadiran Galaxy A57 dan Galaxy A37 dipandang akan menjadi model penting bagi pergerakan perusahaan tahun ini. Dominasi Samsung menunjukkan bahwa merek dengan portofolio lengkap masih punya ruang bertahan ketika pasar tengah tertekan.

Apple menempati posisi kedua dengan pengapalan 61,1 juta unit dan pangsa pasar 19,6%. IDC menyebut seri iPhone 17 terus menarik minat konsumen dan mencatat pertumbuhan signifikan di China, sehingga Apple menjadi salah satu dari sedikit pemain besar yang masih mencatat pertumbuhan positif.

Lima besar pasar ponsel global

Dari lima merek teratas, hanya Samsung dan Apple yang berhasil membukukan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pengapalan 33,8 juta unit, turun 8 juta unit dari kuartal pertama 2025.

Oppo menempati urutan keempat dengan 30,7 juta unit dan pangsa pasar 10%, sedangkan Vivo berada di posisi kelima dengan 21,2 juta unit dan pangsa 7,5%. Komposisi ini menunjukkan pasar masih dikuasai oleh merek besar, tetapi pergeseran permintaan tetap terasa di tengah tekanan biaya produksi.

Kenaikan harga jual rata-rata jadi perhatian

IDC juga memperkirakan bulan-bulan mendatang akan tetap penuh gejolak karena harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) ikut naik akibat krisis memori. Jika tekanan biaya berlanjut, pabrikan kemungkinan harus menyesuaikan strategi produk, promosi, dan harga agar tetap kompetitif.

Analis IDC menilai harga memori baru akan stabil pada paruh kedua 2027. Selama masa itu, pasar smartphone global masih harus berhadapan dengan ketidakpastian pasokan, harga komponen yang tinggi, dan daya beli konsumen yang tidak merata di tiap wilayah.

Source: inet.detik.com
Terbaru