Orang Ini Beli Friendster Rp 517 Juta, Mau Hidupkan Balik Medsos yang Bikin Orang Ketemu Langsung

Friendster kembali mencuri perhatian setelah domain lamanya berpindah tangan dengan nilai sekitar USD 30.000, atau setara Rp 517 jutaan. Orang yang membelinya adalah Mike Carson, seorang programmer sekaligus pengusaha yang kemudian mengungkap rencananya: menghidupkan lagi Friendster sebagai layanan jejaring sosial.

Keputusan itu terasa mengejutkan karena Friendster pernah menjadi platform populer pada era awal media sosial. Namun, setelah kalah bersaing dengan Facebook, domain Friendster sempat tidak dapat diakses selama bertahun-tahun dan layanan resminya berhenti pada 2015.

Dari media sosial lawas ke aset digital bernilai

Friendster dulu dikenal luas di kalangan pengguna warnet pada era 2002. Banyak orang mengenalnya sebagai salah satu media sosial yang paling sering dibuka, sebelum dominasi platform lain membuat pamornya turun perlahan.

Pada Oktober 2023, situs Friendster kembali bisa diakses. Akan tetapi, laman itu dilaporkan hanya menampilkan banyak iklan pop-up yang berfungsi menghasilkan pendapatan iklan.

Carson kemudian tertarik pada domain tersebut dan menelusuri siapa pemiliknya. Ia menemukan bahwa pemilik domain itu adalah seseorang yang pernah bertukar email dengannya, lalu menghubunginya untuk menyampaikan minat membeli Friendster.com.

Menurut pengakuan pemilik sebelumnya, domain itu awalnya dibeli seharga USD 8.000. Setelah negosiasi, Carson berhasil mengamankan Friendster.com dengan imbalan Bitcoin senilai USD 20.000 dan domain yang menghasilkan iklan sekitar USD 9.000 per tahun.

Mengapa Carson mau membeli Friendster

Bagi Carson, daya tarik Friendster bukan hanya nama lamanya yang pernah terkenal. Ia melihat peluang untuk membangun sesuatu yang berbeda dari jejaring sosial modern yang menurutnya terlalu banyak memunculkan sisi negatif.

Carson menyebut dirinya ingin membuat sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi pengguna. Ia juga mengingat Friendster sebagai pengalaman yang menyenangkan, meski dulu sering membuat frustrasi saat situsnya gagal dimuat.

Gagasan yang ia bawa pun tidak biasa. Di Friendster versi baru, seseorang hanya bisa menambah teman jika benar-benar bertemu secara langsung dan saling mengetuk ponsel pintar pada saat yang sama.

Konsep itu dibuat untuk mendorong interaksi tatap muka di dunia nyata. Carson menilai ide tersebut bisa membuat orang lebih mungkin bertemu dengan orang sungguhan sebelum menjalin pertemanan digital.

Aplikasi baru dan tantangan di App Store

Carson segera menerjemahkan gagasannya ke dalam aplikasi Friendster iOS. Upaya itu tidak langsung berjalan mulus karena aplikasi sempat ditolak App Store dengan alasan melanggar persyaratan “Fungsionalitas Minimum 4.2”.

Ia lalu memodifikasi sistem agar siapa pun tetap bisa mendaftar ke Friendster. Meski begitu, aturan utama tentang pertemanan tatap muka dan saling mengetuk ponsel tetap dipertahankan.

Setelah melalui penyesuaian itu, aplikasi Friendster versi terbaru akhirnya berhasil dirilis di App Store. Artinya, layanan tersebut kini sudah bisa diunduh lagi melalui toko aplikasi Apple.

Model layanan yang tidak menonjolkan monetisasi

Carson mengatakan bahwa fokus utamanya bukan pada monetisasi. Meski begitu, ia berharap aplikasi ini pada akhirnya bisa menutup biaya operasional.

Ia juga membuka kemungkinan hadirnya paket berbayar di masa depan. Paket itu disebut bisa menawarkan fitur premium jika memang dibutuhkan untuk pengembangan layanan.

Ada dua ciri yang menurut Carson membedakan Friendster dari jejaring sosial lain. Pertama, pengguna bisa melihat teman dari teman yang sudah ada dan mengirim pesan kepada mereka, tetapi penambahan teman tetap mensyaratkan pertemuan langsung di dunia nyata.

Kedua, hubungan pertemanan di aplikasi bisa melemah bila dua pengguna yang berteman tidak saling menyentuh ponsel dalam jarak dekat setidaknya sekali dalam setahun. Carson menggambarkannya bukan sebagai hukuman, melainkan sinyal lembut bahwa persahabatan nyata perlu dirawat secara langsung, bukan hanya lewat layar.

Source: inet.detik.com
Exit mobile version