Motorola Edge 70 Fusion Resmi di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Chipset Lebih Baru dari Versi Global

Motorola resmi membawa Edge 70 Fusion ke Indonesia sebagai ponsel kelas menengah anyar yang langsung menonjol lewat perubahan besar pada baterai dan chipset. Perangkat ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Motorola Indonesia dan hadir sebagai penerus Edge 60 Fusion yang lebih dulu meluncur pada Mei 2025.

Yang paling menarik, versi Indonesia tidak hanya mengikuti spesifikasi global, tetapi juga membawa penyesuaian penting yang membuat posisinya berbeda. Dalam rilis yang dibagikan Motorola, model ini tampil dengan baterai 7.000 mAh, jauh lebih besar dibanding versi global yang menggunakan kapasitas 5.200 mAh.

Baterai lebih besar untuk pemakaian lebih panjang

Motorola menyebut baterai 7.000 mAh pada Edge 70 Fusion bisa mendukung penggunaan normal hingga sekitar 50 jam dalam sekali pengisian. Klaim ini tentu menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang membutuhkan ponsel tahan lama untuk aktivitas harian tanpa sering mencari colokan.

Saat daya mulai menipis, ponsel ini juga dibekali fast charging 68 watt. Motorola mengklaim pengisian sekitar 10 menit dapat memberi tambahan daya untuk pemakaian hingga sekitar 12 jam, sebuah angka yang memberi gambaran bahwa aspek efisiensi tetap menjadi fokus utama perangkat ini.

Chipset Indonesia lebih baru dari versi global

Perbedaan lain yang cukup penting ada pada sektor dapur pacu. Jika versi global memakai Snapdragon 7s Gen 3 dengan kecepatan 2,5 GHz, maka Edge 70 Fusion yang dipasarkan di Indonesia justru hadir dengan Snapdragon 7s Gen 4 berkecepatan 2,7 GHz.

Langkah ini menunjukkan bahwa Motorola tidak sekadar membawa model yang sama ke pasar Indonesia. Penyesuaian pada chipset memberi sinyal bahwa perusahaan ingin menawarkan performa yang lebih segar di pasar lokal, terutama untuk kelas menengah yang semakin kompetitif.

Kamera dan layar tetap jadi nilai jual

Selain baterai dan chipset, sektor kamera juga mendapat sorotan. Edge 70 Fusion membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Sony Lytia 710 yang diklaim mampu menghasilkan warna lebih hidup dan detail yang tajam, termasuk saat kondisi minim cahaya.

Di bagian belakang, ponsel ini masih dibekali kamera ultrawide 13 MP. Untuk kebutuhan swafoto, tersedia kamera depan 32 MP dengan teknologi Quad Pixel yang ditujukan untuk membantu hasil tangkapan lebih baik pada berbagai situasi cahaya.

Layar ponsel ini memakai panel 6,78 inci Extreme AMOLED dengan resolusi 2.772 x 1.272 piksel. Panel tersebut mendukung refresh rate 144 Hz dan tingkat kecerahan hingga 5.200 nit, sehingga cocok untuk tampilan yang mulus dan tetap terbaca di berbagai kondisi pencahayaan.

Fitur pendukung dan ketahanan bodi

Motorola Edge 70 Fusion juga datang dengan Android 16, speaker stereo dengan Dolby Atmos, Bluetooth 6.0, serta perlindungan Corning Gorilla Glass 7i. Kombinasi ini membuat perangkat terasa lengkap untuk pengguna yang menginginkan ponsel modern dengan fitur yang relatif menyeluruh.

Dari sisi ketahanan, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP68/IP69 untuk perlindungan terhadap air dan debu. Selain itu, perangkat juga membawa standar ketangguhan militer AS MIL-STD-810H, yang memperkuat citra sebagai ponsel menengah dengan fokus pada daya tahan.

Desain dan harga di Indonesia

Secara tampilan, Motorola mempertahankan identitas desain khasnya dengan sentuhan material yang terinspirasi kain. Ponsel ini hadir dalam pilihan warna Pantone Sporting Green, Silhouette, dan Orient Blue, yang memberi nuansa berbeda dibanding banyak ponsel lain di kelasnya.

Di Indonesia, Motorola Edge 70 Fusion dijual mulai 24 April 2026 melalui berbagai marketplace rekanan dengan harga Rp 6.499.000. Perangkat ini hanya tersedia dalam satu varian, yakni RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, sehingga konsumen mendapat konfigurasi yang dibuat lebih terfokus untuk pasar lokal.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button