Motorola akhirnya menunjukkan keseriusan penuh untuk masuk ke pasar ponsel lipat model buku. Perangkat yang disebut Moto Razr Fold kini mulai muncul di listing ritel China, sementara tanda-tanda pra-pesan juga sudah terlihat di Inggris.
Langkah ini menandai pergeseran penting bagi Motorola, yang selama ini lebih dikenal lewat seri Razr dengan desain clamshell. Kini, perusahaan tersebut tampak bersiap bersaing langsung dengan pemain besar di kelas foldable premium seperti Samsung dan Honor.
Pra-pesan mulai dekat, pasar lebih dulu dicoba di wilayah tertentu
Informasi dari daftar ritel di China menyebut pra-pesan akan dibuka pada 31 Mei. Di saat yang sama, akun resmi Motorola UK di X sempat menyampaikan pada 27 Maret bahwa pra-pesan akan dibuka dalam 15 hari.
Perbedaan jadwal antarpasar seperti ini lazim terjadi di industri ponsel lipat. Produsen biasanya mengukur respons konsumen di negara tertentu sebelum memperluas distribusi ke pasar lain.
Kehadiran Razr Fold di kanal ritel juga memberi sinyal bahwa perangkat ini bukan lagi sekadar konsep pameran. Produk tersebut sudah bergerak menuju fase komersial yang lebih nyata, terutama setelah lebih dulu diperkenalkan di ajang MWC.
Motorola masuk ke segmen foldable buku
Seri Razr selama ini identik dengan ponsel lipat model clamshell. Kini, Razr Fold membawa Motorola masuk ke kategori book-style foldable, format yang membuka seperti buku dan menawarkan layar besar untuk produktivitas.
Segmen ini selama beberapa waktu didominasi oleh sedikit merek besar. Masuknya Motorola dapat menambah pilihan bagi pengguna yang ingin perangkat lipat premium di luar merek yang selama ini lebih dominan di pasar.
Perubahan arah ini juga menunjukkan strategi Motorola yang lebih agresif. Perusahaan tampaknya tidak hanya mengejar nostalgia nama Razr, tetapi juga ingin membangun posisi baru di kelas foldable yang lebih kompetitif.
Spesifikasi yang mengarah ke kelas flagship
Razr Fold disebut membawa Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 16GB. Kombinasi itu menempatkan perangkat ini di kelas atas dan memberi ruang untuk multitasking, fitur AI on-device, dan pemakaian layar besar yang intensif.
Motorola juga membekalinya dengan baterai 6.000mAh. Kapasitas tersebut termasuk besar untuk ponsel lipat model buku, apalagi jika dibandingkan dengan banyak rival yang masih mengandalkan baterai lebih kecil.
Berikut poin utama spesifikasi yang sudah terungkap:
- Chipset Snapdragon 8 Gen 5.
- RAM 16GB.
- Baterai 6.000mAh.
- Pengisian cepat 80W via kabel.
- Pengisian nirkabel 50W.
- Dukungan reverse charging.
Dukungan Moto Pen Ultra juga menjadi nilai tambah yang penting. Fitur ini memperluas fungsi perangkat, bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mencatat, menggambar, dan mengelola dokumen saat bepergian.
Layar besar dengan refresh rate tinggi
Di bagian dalam, Razr Fold membawa panel LTPO OLED 8,09 inci dengan refresh rate 120Hz. Ukuran ini sejalan dengan kebutuhan pengguna foldable yang menginginkan ruang kerja luas untuk membuka banyak aplikasi sekaligus.
Layar luarnya berukuran 6,56 inci dan mendukung refresh rate hingga 165Hz. Angka ini cukup menonjol untuk foldable buku, karena banyak rival masih berada di level 120Hz pada layar sekunder.
Refresh rate tinggi bisa memberi navigasi yang lebih mulus dan respons layar yang lebih enak dipakai. Namun, pengalaman nyata tetap bergantung pada optimasi sistem dan pola pemakaian harian.
Bodi relatif ramping, tetapi bobotnya tidak paling ringan
Dalam kondisi terlipat, ketebalan perangkat ini sekitar 9,9 mm. Saat dibuka, bodinya menjadi sekitar 4,6 mm dengan bobot kurang lebih 244 gram.
Angka itu membuat Razr Fold berada di sisi yang agak berat untuk kategori foldable premium. Sebagai perbandingan, referensi menyebut Galaxy Z Fold7 berada di kisaran 215 gram, sedangkan Honor Magic V6 sekitar 219 gram.
Berat seperti ini tidak selalu menjadi masalah besar, tetapi tetap bisa memengaruhi kenyamanan penggunaan jangka panjang. Bagi perangkat lipat model buku, keseimbangan antara ketebalan, bobot, dan durabilitas sering menjadi faktor penentu.
Konfigurasi kamera dibawa ke arah serbaguna
Motorola menempatkan tiga kamera belakang 50MP pada Razr Fold. Susunannya terdiri dari kamera utama, ultra-wide, dan telefoto 3x.
Di bagian depan, tersedia kamera 32MP pada layar luar dan kamera 20MP di sisi dalam. Konfigurasi ini menunjukkan bahwa Motorola mencoba menjaga kualitas foto baik saat perangkat dilipat maupun dibuka penuh.
Pendekatan tersebut penting untuk foldable premium karena pengguna biasanya menginginkan perangkat yang fleksibel dalam berbagai skenario. Kamera depan ganda juga membantu saat video call, selfie, atau aktivitas kerja yang memanfaatkan layar besar.
Harga premium dan persaingan yang ketat
Harga yang tercantum untuk Razr Fold berada di €1,999. Banderol itu menempatkannya langsung di kelas foldable premium, sehingga persaingan tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi.
Faktor seperti kualitas engsel, ketahanan layar, pengalaman perangkat lunak, hingga layanan purna jual akan sangat berpengaruh. Di segmen harga ini, konsumen biasanya membandingkan detail kecil yang menentukan kenyamanan pakai dalam jangka panjang.
Sejauh ini, Motorola belum mengumumkan seluruh detail ketersediaan global untuk perangkat tersebut. Namun, dengan pra-pesan yang semakin dekat dan listing ritel yang mulai muncul, informasi resmi tentang distribusi pasar dan varian penjualan diperkirakan segera menyusul.




