Motorola langsung menaruh dua strategi berbeda lewat Moto Buds 2 dan Moto Buds 2 Plus di Indonesia. Satu model dibangun untuk pengalaman audio yang lebih premium, sementara satunya lagi diposisikan sebagai opsi ringkas dan lebih terjangkau.
Perbedaan itu terlihat jelas dari fitur dan harga yang dibawa masing-masing perangkat. Moto Buds 2 Plus mengandalkan Sound by Bose, dynamic active noise cancellation, spatial audio, dan enam mikrofon, sedangkan Moto Buds 2 menonjol lewat desain kecil, dua driver, dan daya tahan baterai yang panjang.
Dua TWS, dua pendekatan berbeda
Product Portfolio Head Motorola Indonesia Zulfahmi mengatakan Motorola kini tidak hanya fokus pada smartphone. Ia menyebut perusahaan juga mulai memperluas lini aksesori dan ekosistem produknya dalam peluncuran Motorola Razr Fold di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Untuk kelas yang lebih atas, Moto Buds 2 Plus menjadi andalan utama. Motorola menyebut produk ini menggunakan teknologi Sound by Bose untuk menghadirkan kualitas audio premium dengan harga yang masih relatif terjangkau.
| Model | Fitur Utama | Ketahanan | Harga |
|---|---|---|---|
| Moto Buds 2 Plus | Sound by Bose, dynamic ANC, spatial audio, 6 mikrofon | IP54 | Rp1.999.000 |
| Moto Buds 2 | Driver 11 mm dan 5 mm, desain ringkas | IPX4, total hingga 48 jam dengan charging case | Rp 499.000 |
Fitur spatial audio pada Moto Buds 2 Plus dirancang memberi pengalaman suara yang terasa lebih luas dan menyeluruh saat mendengarkan musik atau menonton film. Motorola juga membekalinya dengan dynamic active noise cancellation agar suara dari lingkungan sekitar bisa lebih teredam.
Enam mikrofon menjadi bagian lain yang menonjol pada varian ini. Zulfahmi menjelaskan bahwa mikrofon tersebut membantu menangkap suara dan menyesuaikan audio dengan kondisi lingkungan.
Moto Buds 2 Plus fokus ke audio premium
Dari sisi daya tahan, Moto Buds 2 Plus mengantongi rating IP54. Artinya, perangkat ini punya perlindungan terhadap debu dalam jumlah tertentu dan cipratan air untuk pemakaian harian maupun olahraga ringan.
Sementara itu, Moto Buds 2 hadir sebagai opsi yang lebih ringan dan terjangkau. Motorola menyiapkan perangkat ini dengan desain kecil dan ringkas agar nyaman dipakai dalam waktu lama dan mudah dibawa bepergian.
Model ini memakai konfigurasi dua driver, yakni driver utama 11 mm dan driver tambahan 5 mm. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menangani keluaran audio pada rentang frekuensi yang berbeda agar hasil suara tetap terasa lengkap.
Motorola belum memerinci dukungan codec audio maupun fitur ANC pada Moto Buds 2. Namun, perangkat ini justru unggul di sisi baterai karena diklaim bisa bertahan hingga total 48 jam ketika dipakai bersama charging case.
Moto Buds 2 mengincar pengguna yang ingin praktis
Ketahanan Moto Buds 2 juga cukup relevan untuk aktivitas luar ruangan. Dengan rating IPX4, earbud ini tahan terhadap cipratan air dari berbagai arah sehingga masih aman dipakai saat berolahraga ringan atau beraktivitas di luar.
Motorola menyiapkan Moto Buds 2 dalam beberapa pilihan warna, termasuk Carbon dan Violet Ice. Di Indonesia, perangkat ini dijual dengan harga Rp 499.000, jauh di bawah varian Plus yang dipasarkan Rp1.999.000.
Dengan dua model tersebut, Motorola tampak ingin menjangkau dua kelompok pengguna sekaligus. Moto Buds 2 Plus menyasar pembeli yang mencari pengalaman audio lebih lengkap, sedangkan Moto Buds 2 menawarkan paket sederhana dengan baterai panjang dan harga yang lebih mudah didekati.
Motorola juga membuka peluang menghadirkan aksesori lain ke depan, mulai dari protective case, charger, hingga produk ekosistem lainnya. Zulfahmi menyebut perluasan ini masih dalam tahap pertimbangan.
Source: inet.detik.com





