
Setiap kali pesawat lepas landas, kru kabin hampir selalu meminta penumpang mengaktifkan mode pesawat di ponsel. Banyak orang mengira aturan itu hanya formalitas, tetapi penjelasan dari seorang pilot melalui akun TikTok @perchpoint memberi gambaran yang lebih jelas tentang alasan teknis di balik kebiasaan tersebut.
Pilot itu menegaskan bahwa ponsel tidak akan membuat pesawat jatuh atau merusak sistem navigasi. Masalah utamanya justru terletak pada potensi gangguan kecil dari perangkat yang masih aktif mencari sinyal jaringan saat pesawat berada di udara.
Kenapa ponsel bisa mengganggu?
Saat mode pesawat belum diaktifkan, ponsel terus mencoba terhubung ke menara seluler terdekat. Proses ini membuat perangkat memancarkan gelombang radio secara berkala, meski daya pancarnya rendah.
Dalam jumlah kecil, sinyal dari satu ponsel mungkin tidak terasa. Namun di kabin yang berisi puluhan hingga ratusan penumpang, beberapa ponsel yang tetap aktif bisa menciptakan interferensi yang terdengar di headset pilot.
Pilot tersebut menjelaskan bahwa jika ada 70, 80, atau 150 penumpang di dalam pesawat, lalu tiga atau empat ponsel masih mencari sinyal, gangguan tetap bisa muncul. Dengan kata lain, masalahnya bukan pada satu perangkat, melainkan pada akumulasi sinyal dari banyak perangkat dalam ruang tertutup.
Gangguan yang muncul di kokpit
Interferensi dari ponsel aktif biasanya terdengar sebagai suara dengung di headset pilot. Suara ini memang tidak langsung membahayakan penerbangan, tetapi dapat mengganggu konsentrasi saat pilot harus menerima instruksi penting.
Dalam penerbangan, komunikasi yang jelas dengan petugas darat sangat krusial, terutama saat pesawat sedang taxiing, bersiap lepas landas, atau menerima arahan lain di area bandara. Gangguan sekecil apa pun bisa memperlambat respons kru dalam situasi yang menuntut ketepatan.
Pilot itu bahkan menggambarkan pengalaman pribadinya saat berada di San Francisco. Ketika sedang menerima arahan dari petugas darat, tiba-tiba muncul suara dengung keras di headset yang ia sebut mirip “nyamuk atau tawon di telinga.”
Mengapa mode pesawat tetap diwajibkan?
Aturan ini dibuat bukan karena ponsel bisa mengacaukan sistem pesawat, melainkan untuk menjaga komunikasi tetap bersih dari gangguan. Berikut alasan utamanya:
- Mengurangi interferensi radio dari perangkat penumpang.
- Menjaga komunikasi pilot dan petugas darat tetap jernih.
- Mencegah gangguan suara di headset saat fase penerbangan yang sensitif.
- Membantu kru fokus pada instruksi operasional yang penting.
Konteks ini sejalan dengan prinsip keselamatan penerbangan, di mana stabilitas komunikasi selalu diprioritaskan. Dalam dunia aviasi, masalah kecil yang berulang jauh lebih mudah dicegah daripada diabaikan lalu menimbulkan gangguan saat momen kritis.
Bukan mitos, melainkan prosedur keselamatan
Respons warganet terhadap penjelasan pilot tersebut cukup besar karena banyak yang baru memahami bahwa mode pesawat bukan sekadar kebiasaan rutin. Sebagian mengaku selama ini selalu patuh tanpa benar-benar tahu alasannya, sementara yang lain menilai maskapai perlu menjelaskan aturan ini dengan lebih tegas agar penumpang tidak menganggapnya remeh.
Ada pula yang membandingkannya dengan perangkat radio, karena ponsel yang masih aktif memang bisa menimbulkan dengung saat ada panggilan masuk atau ketika sinyal sedang dicari. Perbandingan itu membantu menjelaskan mengapa gangguan serupa dapat muncul di kabin pesawat yang dipenuhi perangkat elektronik.
Hal yang perlu diketahui penumpang
Berikut ringkasan sederhana tentang fungsi mode pesawat saat terbang:
| Situasi | Dampak jika ponsel tidak di mode pesawat |
|---|---|
| Ponsel terus mencari sinyal | Memancarkan gelombang radio kecil secara berkala |
| Banyak perangkat aktif | Potensi interferensi meningkat |
| Kokpit menerima instruksi | Muncul dengung di headset pilot |
| Fase lepas landas dan taxiing | Gangguan komunikasi jadi lebih berisiko |
Penumpang juga perlu memahami bahwa saat ini sebagian maskapai dan regulator mulai mengizinkan koneksi tertentu melalui Wi-Fi pesawat atau layanan lain yang sudah disiapkan secara khusus. Namun, mode pesawat tetap menjadi langkah dasar untuk menonaktifkan jaringan seluler dan meminimalkan gangguan yang tidak diperlukan selama penerbangan.
Pada akhirnya, permintaan untuk mengaktifkan mode pesawat bukan aturan tanpa dasar. Langkah sederhana itu membantu menjaga komunikasi di kokpit tetap jernih, mengurangi interferensi dari perangkat pribadi, dan memastikan setiap instruksi di udara dapat diterima tanpa gangguan yang mengacaukan fokus kru.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com




