Lionel Messi kembali berada di tengah perbincangan setelah membantu Argentina mencapai final Piala Dunia 2026. Dua assistnya dalam kemenangan semifinal atas Inggris membuat peluangnya merebut Ballon d’Or kesembilan kembali menjadi bahan debat.
Performa Messi dinilai semakin penting karena ia tidak mencetak gol dalam laga tersebut, tetapi tetap menentukan jalannya pertandingan. Di sisi lain, statusnya sebagai pemain Inter Miami memicu pertanyaan tentang kelayakannya bersaing dengan para bintang yang bermain di Eropa.
Dua Assist yang Mengantar Argentina
Argentina menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026. Messi, yang kini berusia 39 tahun, menyumbangkan assist untuk gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez.
Assist kedua Messi hadir pada masa injury time dan menjadi momen penentu kelolosan Tim Tango. Argentina kini akan menghadapi Spanyol dalam laga final untuk mempertahankan gelar juara dunia.
| Tahap | Lawan | Hasil atau Status |
|---|---|---|
| Semifinal | Inggris | Argentina menang 2-1 |
| Final | Spanyol | Argentina akan bertanding |
Kemenangan atas Inggris membuat kontribusi Messi kembali disorot di media sosial, termasuk di X, Instagram, dan TikTok. Pendukungnya menilai pengaruh seorang pemain tidak selalu dapat dilihat hanya dari jumlah gol yang dicetak.
Bagi kubu yang mendukung Messi, keberhasilannya membawa Argentina ke final menjadi bukti bahwa ia masih mampu menentukan hasil pertandingan di level tertinggi. Jika Argentina menundukkan Spanyol, peluangnya untuk kembali memenangkan Ballon d’Or dipandang akan semakin terbuka.
Piala Dunia dan Peluang Ballon d’Or
Piala Dunia kerap menjadi faktor besar dalam pembicaraan penghargaan individual, terutama ketika seorang pemain tampil penting bagi tim juara. Karena itu, final melawan Spanyol akan menjadi pertandingan yang mendapat perhatian besar dalam perdebatan tentang Ballon d’Or 2026.
Pembahasan tersebut juga berkaitan dengan karier klub Messi yang kini berlanjut bersama Inter Miami di Amerika Serikat. Sejumlah pengguna media sosial sempat menilai kepindahan dari kompetisi Eropa dapat mengurangi peluangnya dalam persaingan penghargaan tersebut.
Namun, akun resmi Ballon d’Or menegaskan bahwa pemain yang membela klub di luar Eropa tetap dapat memenangkan penghargaan itu. Penegasan tersebut menepis anggapan bahwa bermain untuk Inter Miami otomatis membuat Messi tidak lagi masuk pertimbangan.
Penggemar dan Pengkritik Terbelah
Perdebatan memunculkan dua pandangan yang berbeda soal ukuran kelayakan seorang pemenang Ballon d’Or. Sebagian pihak memberi bobot besar pada dampak Messi untuk Argentina di Piala Dunia, sedangkan pihak lain menilai performa sepanjang musim tetap harus menjadi penilaian utama.
Akun @RofikfahruI menilai Messi masih pantas mendapat pengakuan tertinggi. “dengan melihat performa di Piala Dunia sih Messi masih sangat layak, dan balik ke liga Eropa pun juga masih sanggup,” tulis akun tersebut.
Penolakan juga datang dari akun @elitebrudda yang mempertanyakan apakah performa di Piala Dunia saja cukup untuk menjamin kemenangan Ballon d’Or. Akun itu turut menyoroti fakta bahwa Messi bermain di Amerika Serikat bersama Inter Miami.
Akun @beautifoolgame kemudian mengajukan Harry Kane sebagai kandidat yang dianggap lebih layak. Menurut unggahan itu, Kane telah mencetak 73 gol musim ini serta tampil kuat bersama Bayern di Liga Champions dan Inggris di Piala Dunia.
Final Argentina melawan Spanyol akan memberi konteks baru bagi perdebatan tersebut. Hasil pertandingan itu dapat memperkuat argumen pendukung Messi ataupun memberi ruang lebih besar bagi kandidat lain dalam perburuan Ballon d’Or 2026.
Source: inet.detik.com






