MacBook Neo langsung mencuri perhatian pasar Indonesia bukan hanya karena harganya yang mulai dari Rp 10 jutaan. Dari empat pilihan warna yang tersedia, justru varian Blush atau pink yang paling banyak diburu selama masa pemesanan.
CEO Erajaya Digital, Joy Wahjudi, menyebut Blush berada di posisi teratas dalam minat konsumen. Citrus menyusul di urutan kedua, meski warna itu menjadi ciri khas MacBook Neo dan tidak tersedia di lini MacBook lain.
Warna paling dicari
Joy mengungkapkan bahwa minat terhadap warna pink datang lebih besar daripada Citrus. Ia menyampaikan hal itu dalam acara peluncuran di Kota Kasablanka, Jakarta, sambil menambahkan bahwa pada masa pre order pilihan warna belum tentu bisa dipenuhi sesuai permintaan.
MacBook Neo memang hadir dengan empat varian warna, yaitu Blush, Indigo, Silver, dan Citrus. Kehadiran Citrus sempat jadi sorotan karena tampil berbeda dari warna-warna MacBook lainnya, tetapi preferensi pembeli di Indonesia ternyata mengarah ke Blush.
Varian storage ikut jadi penentu
Selain warna, pilihan storage juga menunjukkan pola yang jelas di kalangan pemesan. Varian 512GB justru lebih diminati dibanding 256GB, meski harganya lebih tinggi.
Joy menyebut stok yang lebih cepat habis adalah model 512GB. Ia mengaitkan tren itu dengan kebiasaan konsumen yang cenderung memilih spek lebih tinggi, seperti yang juga sering terjadi pada lini iPhone.
Harga MacBook Neo di Indonesia
MacBook Neo hadir dalam dua pilihan storage dengan konfigurasi RAM 8 GB. Berikut harga yang tercantum untuk pasar Indonesia.
| Varian | Harga |
|---|---|
| 8 GB/256 GB | Rp 10.749.000 |
| 8 GB/512 GB | Rp 12.999.000 |
Perbedaan harga antara dua varian itu cukup jelas, tetapi minat pasar justru mengarah ke model yang lebih besar kapasitasnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembeli MacBook Neo tidak semata mengejar harga awal yang lebih rendah.
Fitur yang menopang daya tarik
Di balik banderol yang lebih miring dibanding lini MacBook lain, Apple tetap membawa sejumlah fitur utama pada MacBook Neo. Perangkat ini memakai bodi aluminium yang ringan dan kokoh, layar 13 inci Liquid Retina, serta dukungan hingga 1 miliar warna.
MacBook Neo juga ditenagai chip Apple Silicon untuk menjalankan browsing, streaming, editing foto, hingga fitur AI. Desain fanless membuat perangkat bekerja tanpa suara kipas, sementara baterainya diklaim mampu bertahan hingga 16 jam.
Untuk kebutuhan video call dan hiburan, laptop ini dibekali kamera FaceTime HD 1080p, mikrofon ganda, dan speaker ganda dengan Spatial Audio. Sistem operasinya memakai macOS Tahoe terbaru yang terintegrasi dengan iPhone dan didukung Apple Intelligence.
Peta minat konsumen di Indonesia
Gabungan antara harga awal yang relatif terjangkau, pilihan warna yang segar, dan opsi storage yang lebih besar membuat MacBook Neo cepat mendapat perhatian. Namun data pemesanan menunjukkan bahwa keputusan konsumen tidak selalu jatuh pada opsi termurah atau warna paling khas.
Blush menjadi warna paling dicari, sedangkan 512GB menjadi varian storage yang paling cepat habis. Di pasar Indonesia, MacBook Neo tampaknya lebih kuat saat tampil sebagai perangkat bergaya sekaligus praktis bagi pembeli yang ingin kapasitas lebih lega.
