MacBook Neo di Indonesia Lebih Murah dari Singapura dan Malaysia, Kok Bisa?

Harga MacBook Neo di Indonesia langsung mencuri perhatian karena posisinya yang justru lebih murah dibanding Singapura dan Malaysia. Untuk produk Apple, situasi ini tergolong tidak biasa, sebab harga di Indonesia selama ini kerap lebih tinggi akibat pajak dan biaya distribusi.

MacBook Neo hadir sebagai laptop entry-level terbaru dari Apple dengan banderol mulai Rp 10 jutaan. Selain harga, perangkat ini juga menarik karena membawa chip A18 Pro dan dukungan Apple Intelligence, dua hal yang membuatnya terlihat lebih agresif di kelas awal.

Harga resmi di Indonesia

Berdasarkan harga pre-order resmi, MacBook Neo tersedia dalam dua varian penyimpanan. Varian 8 GB/256 GB dibanderol Rp 10.749.000, sedangkan 8 GB/512 GB dijual Rp 12.999.000.

Sejumlah reseller juga menawarkan promo yang membuat harganya turun lebih rendah. Varian 512 GB disebut bisa berada di kisaran Rp 12,2 jutaan, sementara varian 256 GB bisa didapat sekitar Rp 9,9 juta.

Lebih murah dari dua pasar tetangga

Perbandingan harga menunjukkan Indonesia justru lebih kompetitif daripada Singapura dan Malaysia. Di Malaysia, varian 256 GB dibanderol 2.499 MYR atau sekitar Rp 11,139 juta, sedangkan varian 512 GB berada di 2.899 MYR atau sekitar Rp 12,90 juta.

Di Singapura, harga MacBook Neo tercatat SGD 849 atau sekitar Rp 11,63 juta untuk 256 GB. Varian 512 GB dipatok SGD 999 atau sekitar Rp 13,69 juta, lebih tinggi dibanding harga resmi di Indonesia.

Kondisi ini membuat konsumen Indonesia berpotensi mendapat harga yang lebih ramah kantong daripada pembeli di dua negara tersebut. Perbedaan ini menjadi sorotan karena jarang terjadi pada produk Apple di pasar regional.

Perbandingan dengan negara lain

Jika dilihat lebih luas, posisi harga MacBook Neo di Indonesia tetap bersaing di antara beberapa pasar besar. Di Thailand, varian 256 GB dijual 19.900 baht atau sekitar Rp 10,75 juta, sementara 512 GB mencapai 22.900 baht atau sekitar Rp 12,37 juta.

Di Vietnam, harga varian 256 GB ada di 16.499.000 VND atau sekitar Rp 11 juta. Varian 512 GB dipasarkan 18.999.000 VND atau sekitar Rp 12,67 juta.

China juga mencatat harga yang lebih tinggi di beberapa varian. MacBook Neo 256 GB dijual 4.599 yuan atau sekitar Rp 11,89 juta, sedangkan versi 512 GB mencapai 5.299 yuan atau sekitar Rp 13,70 juta.

Jepang menempatkan MacBook Neo di 99.800 yen atau sekitar Rp 11,08 juta untuk 256 GB. Varian 512 GB dijual 114.800 yen atau sekitar Rp 12,74 juta.

Di Amerika Serikat, harga awalnya bahkan lebih rendah secara nominal. Varian 256 GB dibanderol USD 599 atau sekitar Rp 10,49 juta, sementara 512 GB berada di USD 699 atau sekitar Rp 12,24 juta.

Spesifikasi yang diusung

MacBook Neo hadir dengan desain unibody aluminium premium dan bobot 1,23 kg. Ukurannya tercatat 297,5 x 206,4 x 12,7 mm dan tersedia dalam warna blush, indigo, silver, dan citrus.

Laptop ini menggunakan layar 13 inci Liquid Retina dengan resolusi 2408 x 1506 piksel. Panelnya menawarkan kecerahan 500 nits dan dukungan 1 miliar warna.

Di sektor performa, Apple membenamkan chip A18 Pro dengan desain fanless. Chip ini diklaim memberi performa hingga 50% lebih cepat dan mendukung pemrosesan AI on-device.

MacBook Neo memakai RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB atau 512 GB. Daya tahan baterainya disebut mencapai hingga 16 jam pemakaian normal.

Untuk kamera dan audio, perangkat ini membawa FaceTime HD 1080p, dual microphone, serta dual speaker dengan Spatial Audio dan Dolby Atmos. Sementara itu, keyboard-nya memakai Magic Keyboard dengan Touch ID.

Dari sisi konektivitas, MacBook Neo menyediakan dua port USB-C, jack headphone 3,5 mm, Wi-Fi 6E, dan Bluetooth. Perangkat ini menjalankan macOS Tahoe dengan fitur Apple Intelligence dan integrasi antardevice Apple.

Source: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button