LG WashTower mencatat pencapaian besar dengan penjualan global lebih dari 3,2 juta unit. Angka itu menunjukkan bahwa konsumen di berbagai negara semakin mencari perangkat laundry yang ringkas, praktis, dan hemat energi.
Di Indonesia, LG membawa varian baru berbasis AI untuk memperkuat pasar perangkat rumah tangga modern. Langkah ini hadir sejalan dengan kebutuhan hunian urban yang mengutamakan efisiensi ruang tanpa mengorbankan performa mencuci.
WashTower Jadi Andalan Baru LG
LG WashTower pertama kali diperkenalkan pada 2020 dan kini telah dipasarkan di 77 negara. Dari total penjualan global, kontribusi terbesar datang dari Amerika Utara dengan lebih dari 1,6 juta unit.
Amerika Latin menyusul dengan sekitar 160 ribu unit, sementara Asia mencatat sekitar 130 ribu unit. Data ini memperlihatkan bahwa format mesin cuci dan pengering dalam satu bodi vertikal punya daya tarik kuat di berbagai kawasan.
Perusahaan menyebut kesuksesan itu lahir dari kombinasi desain hemat tempat dan teknologi yang memudahkan pengguna. Di tengah rumah dan apartemen yang makin kompak, perangkat seperti WashTower menawarkan solusi yang lebih efisien dibandingkan unit terpisah.
Teknologi AI Jadi Pembeda
LG menanamkan Artificial Intelligence Direct Drive atau AI DD pada WashTower. Teknologi ini dapat mendeteksi jenis kain, berat cucian, hingga tingkat kekotoran untuk menentukan pola pencucian yang lebih tepat secara otomatis.
Selain itu, DUAL Inverter HeatPump membantu proses pengeringan pada suhu rendah agar lebih lembut pada pakaian. Fitur AI Wash, Smart Pairing, dan Prepare to Dry juga dirancang agar siklus cuci dan kering berjalan lebih mulus tanpa banyak intervensi pengguna.
Kombinasi fitur tersebut membuat pengalaman mencuci terasa lebih sederhana. Sistem dapat menyesuaikan proses pengeringan setelah pencucian selesai, sehingga waktu dan energi pengguna bisa lebih hemat.
LG Bawa Varian Baru ke Indonesia
LG Electronics Indonesia memperluas lini perangkat AI di Tanah Air dengan menghadirkan WashTower seri WT2520NHBA. Varian ini membawa kapasitas washer hingga 25 kilogram dan dryer 20 kilogram, yang ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga berukuran besar.
LG juga memperkenalkan top loading seri TX2522ST5G dengan kapasitas hingga 22 kilogram. Kapasitas tersebut menempatkannya sebagai salah satu model besar di kelasnya dan memberi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan mesin cuci berdaya tampung besar.
Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi inovasi kecerdasan buatan dan kapasitas besar memberi pengalaman mencuci yang lebih praktis, efisien, sekaligus optimal. Ia juga menekankan bahwa kapasitas besar membantu pengguna menghemat waktu untuk aktivitas lain.
Tiga Pilar AI Appliances LG
LG menjelaskan bahwa kedua produk baru ini berdiri di atas tiga pilar utama AI Appliances. Berikut rangkumannya:
-
AI Core-Tech
Fondasi perangkat keras ini dikembangkan dari lebih dari 27 tahun pengalaman rekayasa LG, dengan fokus pada operasi yang senyap, minim getaran, dan efisien energi. -
AI Features
Teknologi AI DD dan AI Wash bekerja mendeteksi karakteristik kain, lalu menyesuaikan gerakan drum, suhu air, dan durasi pencucian. - ThinQ
Platform ini memungkinkan kontrol jarak jauh lewat smartphone, sehingga pengguna bisa memantau dan mengoperasikan mesin kapan saja.
Pendekatan ini menempatkan kecerdasan buatan bukan hanya sebagai fitur tambahan. LG menjadikannya bagian inti dari pengalaman penggunaan sehari-hari.
Fitur yang Mendukung Efisiensi
WashTower juga membawa TurboWash 360, fitur yang mempercepat pencucian lewat semprotan air multi-arah bertekanan tinggi. Fitur ini membantu proses cuci berlangsung lebih singkat tanpa mengorbankan hasil.
Sementara itu, Smart Pairing memastikan pengering otomatis memilih siklus yang sesuai setelah pencucian selesai. Panel kontrol terpusat atau Center Control ikut disematkan agar pengoperasian lebih mudah karena semua fungsi bisa diakses dari satu titik.
Untuk model top loading terbaru, LG mengusung desain ramping dengan panel sentuh digital dan kenop putar berlayar LED. Mekanisme penutup pintunya juga dibuat lebih halus untuk menunjang pengalaman penggunaan yang lebih nyaman.
Respons Pasar dan Arah Pengembangan
Kim Nack Sun, Product Director Living Home Appliance Solution LG Electronics Indonesia, menilai integrasi AI memberi kemungkinan baru dalam perawatan pakaian. Ia menyebut inovasi ini sebagai bentuk kemudahan yang tetap menjaga hasil cucian tetap optimal.
Kehadiran varian baru di Indonesia memperlihatkan bahwa LG tidak hanya mengejar penjualan global. Perusahaan juga membaca kebutuhan pasar lokal yang makin mengutamakan kapasitas besar, otomatisasi, dan efisiensi energi.
Ke depan, LG menyiapkan lebih banyak model, fitur AI yang lebih canggih, dan variasi warna. Langkah ini ditujukan untuk menjawab selera konsumen yang beragam, sekaligus menyesuaikan produk dengan keterbatasan ruang di banyak hunian modern.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com