Samsung kembali mengarahkan perhatian konsumen Indonesia lewat Galaxy S26 Series, dan ada tiga fitur yang disebut paling kuat memicu minat beli. Dari survei sebelum peluncuran hingga data pre-order, layar, Horizontal Lock, dan kamera terutama Nightography menjadi alasan utama yang membuat banyak pengguna mempertimbangkan upgrade.
Informasi itu disampaikan MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, dalam acara Creator Lab “Epic Concert” kolaborasi Samsung dan Kompas.com di Jakarta. Menurut Ilham, ketiga fitur tersebut bukan hanya menarik secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebiasaan penggunaan ponsel harian dan kebutuhan konten yang semakin spesifik.
Layar masih jadi faktor paling dominan
Layar tetap menjadi daya tarik terbesar bagi konsumen Indonesia saat memilih ponsel flagship. Hal ini wajar karena layar berhubungan langsung dengan aktivitas yang paling sering dilakukan pengguna, seperti menonton video, scrolling media sosial, hingga bermain gim.
Pada Galaxy S26 Series, Samsung menempatkan pengalaman visual sebagai salah satu nilai jual utama. Di Galaxy S26 Ultra, Samsung juga membawa fitur baru bernama Privacy Display yang membuat sisi layar gelap ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar lebih sulit diintip orang lain.
Bagi pasar Indonesia, fitur semacam ini punya nilai praktis yang tinggi. Selain menunjang hiburan, perlindungan privasi saat memakai ponsel di tempat umum juga menjadi pertimbangan penting, terutama di transportasi publik, kantor, atau ruang ramai.
Horizontal Lock mencuri perhatian karena viral organik
Fitur kedua yang ikut mendorong minat adalah Horizontal Lock. Fitur ini memungkinkan pengguna merekam video dengan posisi horizontal yang lebih stabil, meski ponsel terguncang cukup ekstrem.
Ilham menyebut respons terhadap fitur ini sangat positif meski Samsung tidak terlalu menonjolkannya di awal. Menariknya, justru pengguna yang mempromosikannya secara organik di media sosial hingga memunculkan efek viral dan membuat banyak orang penasaran.
Daya tarik Horizontal Lock terletak pada kegunaannya yang jelas dan mudah dipahami. Fitur ini cocok untuk pengguna yang sering merekam momen bergerak, dari konser, acara keluarga, sampai video harian yang butuh hasil stabil tanpa banyak pengeditan.
Berikut tiga alasan Horizontal Lock cepat menarik perhatian konsumen:
1. Mudah dipakai untuk video horizontal yang lebih stabil.
2. Relevan untuk pembuatan konten harian dan konser.
3. Memicu rasa penasaran karena banyak dibahas secara organik di media sosial.
Dalam pasar smartphone premium, fitur yang terlihat sederhana justru sering punya dampak besar ketika pengguna merasakan manfaat langsung. Horizontal Lock menjadi contoh bahwa inovasi yang tepat sasaran bisa lebih efektif daripada spesifikasi yang hanya tampil di atas kertas.
Nightography jadi primadona untuk foto dan video malam
Fitur ketiga yang paling kuat memancing minat beli adalah kamera, terutama Nightography. Ilham menyebut kemampuan ini menjadi “primadona” di antara rangkaian fitur baru Galaxy S26 Series karena membantu hasil foto dan video tetap optimal dalam kondisi minim cahaya.
Manfaat Nightography terasa jelas untuk pengguna yang aktif di malam hari atau sering menghadiri acara dengan pencahayaan sulit, termasuk konser. Pada kondisi seperti itu, kamera ponsel sering kesulitan menjaga detail, warna, dan kestabilan hasil rekaman, sehingga fitur ini hadir sebagai pembeda penting.
Samsung juga menguji daya tarik kamera Galaxy S26 Ultra lewat workshop bertema “Concert Mode with Galaxy S26 Ultra” bersama KompasTekno. Dalam kegiatan itu, peserta mencoba fitur kamera termasuk mode Pro dan Horizontal Lock untuk membuat fancam konser yang stabil dan tajam.
Antusiasme peserta memperlihatkan bahwa minat pasar tidak hanya datang dari iklan, tetapi juga dari pengalaman langsung. Saat pengguna merasakan hasil kamera yang sesuai kebutuhan mereka, keputusan membeli menjadi lebih mudah.
Perilaku upgrade juga ikut berubah
Kombinasi layar, Horizontal Lock, dan Nightography turut mendorong perubahan perilaku konsumen dalam mengganti perangkat. Jika sebelumnya banyak pengguna menunggu hingga dua generasi sebelum upgrade, kini sebagian mulai beralih lebih cepat dari Galaxy S25 ke Galaxy S26.
Perubahan ini menunjukkan bahwa peningkatan fitur tahunan kini dianggap lebih signifikan oleh konsumen. Dalam pasar flagship, keputusan membeli tidak lagi semata ditentukan oleh spesifikasi besar seperti chipset atau baterai, tetapi juga oleh fitur yang terasa langsung manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.
Tabel berikut merangkum tiga fitur pemicu minat beli Galaxy S26 Series:
| Fitur | Alasan menarik konsumen |
|—|—|
| Layar | Mendukung hiburan harian dan kenyamanan visual |
| Horizontal Lock | Membuat video horizontal lebih stabil dan viral di media sosial |
| Nightography | Menghasilkan foto dan video lebih baik di kondisi minim cahaya |
Bagi konsumen Indonesia, kombinasi tiga fitur itu memperlihatkan arah baru persaingan ponsel flagship. Samsung tampaknya membaca kebutuhan pasar dengan cukup tepat, mulai dari privasi, pembuatan konten, hingga kualitas kamera untuk kondisi malam dan acara live yang kini makin sering menjadi bagian dari gaya hidup digital.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: tekno.kompas.com