Gelombang pertama laptop berbasis Nvidia RTX Spark mulai terlihat, dan arahnya jelas: kelas super premium. Ini menandai masuknya Nvidia ke pasar prosesor laptop konsumen dengan paket yang menggabungkan performa grafis tinggi, efisiensi daya, dan arsitektur berbasis Arm.
Bagi Windows on Arm, kehadiran perangkat ini menjadi dorongan besar. Musim gugur ini, sejumlah produsen besar menyiapkan laptop yang tidak lagi hanya menonjolkan AI lokal, tetapi juga grafis kelas berat dan daya tahan baterai yang panjang.
Satu chip, banyak strategi produk
Semua laptop di gelombang awal ini memakai superchip yang sama. Komposisinya mencakup CPU 20 inti hasil rancangan bersama MediaTek, GPU arsitektur Blackwell dengan 6.144 core yang disebut setara RTX 5070 mobile, serta unified memory hingga 128GB.
Kesamaan mesin inti membuat para produsen bersaing lewat pendekatan yang berbeda. Fokusnya bergeser ke desain, layar, portabilitas, dan fitur khas masing-masing merek.
Microsoft dorong Surface ke level tertinggi
Microsoft menempatkan Surface Laptop Ultra sebagai model tertinggi di lini Surface. Perangkat ini diposisikan sebagai etalase penuh kemampuan Windows on Arm dan agen AI lokal.
Laptop tersebut memakai panel sentuh PixelSense Ultra mini-LED 15 inci dengan kerapatan 262 ppi. Microsoft menyebutnya sebagai layar paling terang yang pernah dibuat untuk Surface, dengan puncak kecerahan HDR mencapai 2.000 nits.
Perangkat ini juga membawa haptic touchpad terbesar dalam sejarah lini Surface. Di sisi konektivitas, Microsoft menyiapkan HDMI, USB-C, USB-A, slot SD Card, dan jack audio.
Asus menyasar kreator profesional
Asus menyiapkan ProArt P16 untuk kreator konten, editor video, dan animator 3D. Laptop ini menonjolkan layar besar dan spesifikasi yang cocok untuk beban kerja produksi profesional.
ProArt P16 hadir dengan dimensi 354,1 x 243 mm dan ketebalan 12,9 mm. Layarnya berukuran 16 inci, memakai panel 4K OLED rasio 16:10, refresh rate 120Hz, serta kecerahan hingga 1.600 nits.
Panel itu juga membawa sertifikasi warna Pantone dan Trueblack 1000. Untuk penyimpanan, perangkat ini menyediakan dua slot M.2 Gen 5 SSD dengan kapasitas sampai 2TB, baterai hingga 99,9 Wh, serta memori terpadu hingga 128GB LPDDR5X 9400.
Asus juga membawa ProArt P14 untuk pengguna yang lebih mengutamakan mobilitas. Model ini memiliki bodi 310,76 x 218,98 mm dengan ketebalan 13,9 mm, layar 14 inci 3K OLED 120Hz, kecerahan 1.600 nits, baterai 90 Wh, dan memori hingga 128GB LPDDR5X 9600.
MSI pilih format 2-in-1
MSI mengambil jalur berbeda lewat Prestige N16 Flip AI Plus. Laptop ini hadir sebagai convertible 2-in-1 yang bisa dilipat menjadi tablet besar untuk kerja yang lebih fleksibel.
Perangkat ini memakai panel OLED 16 inci dengan resolusi 3840 x 2160. MSI menyebut layarnya punya akurasi warna Delta E < 1, cakupan 100% DCI-P3, verifikasi Calman, dan kecerahan hingga 1.000 nits.
Salah satu ciri uniknya adalah MSI Nano Pen. Stylus hasil kolaborasi dengan Microsoft itu bisa dipakai untuk menulis dan menggambar, sekaligus berfungsi sebagai mikrofon AI jarak jauh untuk mengoperasikan Copilot.
Masih banyak model lain menunggu giliran
Nvidia menyatakan ada lebih dari 30 model laptop RTX Spark yang sedang dikembangkan. Artinya, perangkat yang sudah diumumkan baru menjadi permulaan dari ekspansi platform ini.
Dell disebut akan memperbarui lini XPS lewat Dell XPS 16 Creator Edition. Model ini diarahkan untuk memaksimalkan kapasitas unified memory besar bagi kebutuhan rendering 3D berat.
Lenovo menyiapkan Yoga Pro 9n dengan kombinasi desain premium khas Yoga dan kemampuan pemrosesan AI lokal yang mandiri. HP juga menyiapkan OmniBook X 14 dan HP Ultra 16, keduanya dengan sasis super tipis 14 mm dan efisiensi daya yang diklaim memungkinkan pengguna bepergian tanpa membawa charger.
Gelombang awal laptop berbasis RTX Spark ini dipastikan mengincar segmen harga premium. Setelah itu, Nvidia disebut akan menyiapkan varian chip yang lebih hemat dengan konfigurasi RAM mulai 16GB untuk membuka jalan ke kelas harga yang lebih terjangkau.
