Kru misi Artemis II membawa dua kamera Nikon D5 ke ruang antariksa, meski model itu tergolong lawas dan sudah diperkenalkan sejak 2016. Pilihan ini bukan soal merek semata, melainkan soal ketahanan, keandalan, dan kemampuan kamera dalam kondisi ekstrem di sekitar Bulan.
Selain dua unit Nikon D5, tim juga menyertakan Nikon Z9 yang lebih baru untuk uji coba di lingkungan radiasi tinggi di ruang angkasa dalam. Langkah ini menunjukkan bahwa misi ke Bulan kini tidak hanya mengandalkan wahana dan pakaian antariksa, tetapi juga perangkat dokumentasi yang harus bekerja stabil ketika sinyal, cahaya, dan suhu berubah drastis.
Mengapa Nikon D5 yang lebih lama masih dipilih
Komandan misi Artemis II, Reid Wiseman, menjelaskan bahwa Nikon D5 memiliki performa yang andal untuk pemotretan minim cahaya dan pengambilan gambar jarak jauh. Dua kemampuan ini penting karena kru harus merekam permukaan Bulan dari orbit dengan lensa tele, bukan dari kondisi studio yang serba terkendali.
Dalam dunia antariksa, perangkat yang terbukti tahan uji sering lebih diprioritaskan daripada produk terbaru yang belum teruji lama. Kamera DSLR seperti D5 juga dikenal memiliki bodi yang kokoh, kontrol yang stabil, serta sistem yang sudah dipahami para operator, sehingga risiko operasional bisa ditekan.
Peran kamera dalam misi Artemis II
Artemis II menjadi misi berawak yang penting dalam program kembalinya manusia ke Bulan. Dokumentasi visual dari misi ini berfungsi untuk kebutuhan ilmiah, operasional, hingga arsip publik yang akan dipakai dalam pengembangan misi selanjutnya.
Berikut fungsi utama kamera yang dibawa dalam misi tersebut:
- Mendokumentasikan kondisi luar wahana saat melintasi orbit Bulan.
- Mengambil foto permukaan Bulan dari jarak jauh dengan lensa tele.
- Menguji ketahanan kamera modern terhadap radiasi di deep space.
- Menyediakan materi visual untuk evaluasi teknis dan komunikasi publik.
Kebutuhan dokumentasi semacam ini menuntut perangkat yang tetap bisa bekerja saat menghadapi cahaya sangat redup dan perubahan lingkungan yang ekstrem. Karena itu, kamera profesional lama yang sudah teruji sering mendapat tempat di luar angkasa.
Nikon Z9 juga ikut diuji
Selain Nikon D5, kru Artemis II juga membawa Nikon Z9 yang merupakan kamera mirrorless terbaru. Perangkat ini awalnya tidak masuk rencana awal, tetapi kemudian diminta langsung oleh kru menjelang peluncuran untuk ikut diuji di misi yang sama.
Wiseman menyebut Z9 sebagai kamera yang nantinya akan dipakai pada Artemis III dan misi setelahnya. Karena itu, pengujian di lingkungan radiasi tinggi dianggap penting untuk melihat bagaimana sensor dan komponen elektronik kamera modern bertahan di luar orbit Bumi.
Hasil uji semacam ini dapat membantu NASA dan Nikon memahami batas daya tahan perangkat. Data tersebut juga berguna untuk merancang kamera generasi berikutnya yang lebih siap dipakai dalam misi jangka panjang, termasuk pendaratan manusia di Bulan.
Kombinasi teknologi lama dan baru
Pemilihan perangkat di Artemis II memperlihatkan pendekatan yang pragmatis. Teknologi lama tetap dipertahankan jika terbukti stabil, sementara teknologi baru diuji untuk memastikan kesiapan masa depan.
Dalam misi ini, kamera foto bukan satu-satunya perangkat dokumentasi. Kru juga membawa kamera aksi GoPro untuk kebutuhan tambahan serta smartphone untuk keperluan operasional sehari-hari. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa dunia antariksa modern mulai memadukan alat profesional khusus dengan perangkat komersial yang sudah matang.
Berikut ringkasan perangkat kamera yang dibawa kru Artemis II:
| Perangkat | Kegunaan utama | Status |
|---|---|---|
| Nikon D5 | Dokumentasi utama, minim cahaya, jarak jauh | Dipakai sebagai perangkat andalan |
| Nikon Z9 | Pengujian di lingkungan radiasi tinggi | Ditambahkan jelang peluncuran |
| GoPro | Dokumentasi tambahan | Perangkat pelengkap |
| Smartphone | Keperluan operasional harian | Perangkat pendukung |
Langkah menuju kamera Bulan generasi baru
NASA dan Nikon juga tengah mengembangkan Handheld Universal Lunar Camera atau HULC yang berbasis Nikon Z9. Kamera ini akan dilengkapi pelindung termal khusus agar lebih tahan terhadap suhu ekstrem dan radiasi di Bulan.
Perangkat tersebut dirancang untuk misi Artemis berikutnya dan menjadi bagian dari upaya membangun sistem dokumentasi yang benar-benar sesuai untuk lingkungan Bulan. Jika pengujian Artemis II berjalan baik, data dari misi ini akan mempercepat penyempurnaan kamera luar angkasa yang lebih tangguh dan lebih siap dipakai dalam eksplorasi manusia berikutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: tekno.kompas.com




