JBL memperkenalkan JBL Vienna, speaker yang membawa pendekatan tidak biasa dengan layar besar berukuran 18,5 inci. Perangkat ini dapat menampilkan lirik lagu secara langsung ketika musik diputar, sehingga pengalaman mendengarkan terasa lebih visual.
Layar tersebut bukan sekadar panel informasi biasa karena lirik ditampilkan dengan efek cahaya dan bayangan bergerak. JBL menyebut efek itu membuat teks seolah tampak melayang di udara saat pengguna mengikuti lagu.
Vienna diperkenalkan JBL di pasar China pada Senin, 20 Juli 2026. Perusahaan belum mengungkap harga maupun jadwal ketersediaan speaker ini untuk pasar global.
Layar untuk Lirik, Foto, dan Jam Digital
Panel 18,5 inci pada speaker ini dilapisi kaca tempered ultra-putih yang disebut memiliki transparansi tinggi. Selain lirik, pengguna dapat memilih sembilan tema latar untuk menyesuaikan tampilan layar, dari nuansa tenang hingga lebih mencolok.
Fungsi layar juga diperluas ke mode album foto yang menampilkan koleksi gambar pengguna dalam format slideshow. Foto liburan atau momen bersama teman dapat dipajang sambil musik diputar dari speaker.
JBL Vienna juga dapat digunakan sebagai jam digital dengan opsi dua zona waktu atau dual time zone. Tampilan jamnya dapat dipersonalisasi menggunakan foto, sehingga perangkat ini dirancang untuk tetap berguna ketika tidak sedang memutar musik.
| Bagian | Detail | Fungsi |
|---|---|---|
| Layar | 18,5 inci, kaca tempered ultra-putih | Menampilkan lirik, tema, foto, dan jam |
| Tema layar | 9 pilihan | Menyesuaikan tampilan visual |
| Mode meditasi | 11 mode bawaan | Suara alam dan animasi visual |
| Konektivitas | Bluetooth 5.4, USB-C, AUX | Menghubungkan sumber audio |
Audio 2.1 Channel dengan Daya hingga 100 Watt
Di balik layarnya, speaker ini mengusung sistem audio stereo 2.1-channel dengan daya keluaran puncak hingga 100 watt. Konfigurasinya memadukan dua driver full-range berukuran 3,23 inci, empat driver bass berbentuk racetrack berukuran 8,5 inci, serta dua radiator pasif 5 inci.
JBL menyatakan kombinasi tersebut ditujukan untuk menghasilkan bass dalam, vokal jernih, dan treble yang tetap jelas. Sistem audionya juga disebut mampu menghadirkan detail suara berlapis, terutama saat memutar musik jazz dan klasik.
Pendekatan ini membuat Vienna tidak hanya mengandalkan layar sebagai daya tarik utama. Perangkat tersebut juga membawa susunan komponen audio yang lebih kompleks dibanding speaker ringkas yang umumnya hanya berfokus pada pemutaran nirkabel.
Mode Meditasi dengan Suara Alam
JBL turut membenamkan 11 mode meditasi bawaan pada Vienna. Mode ini memadukan suara alam, seperti hujan dan deburan ombak, dengan animasi yang bergerak perlahan di layar.
Kehadiran mode meditasi memperluas penggunaan speaker dari perangkat hiburan musik menjadi perangkat pendamping suasana ruangan. Visual bergerak di layar menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan saat pengguna ingin memutar audio relaksasi.
Untuk sumber audio, Speaker JBL ini mendukung Bluetooth 5.4, USB-C, dan AUX. Vienna juga mendukung pencerminan layar nirkabel dari perangkat Android maupun iPhone.
Dukungan pencerminan layar memungkinkan konten dari ponsel ditampilkan melalui panel besar di bagian depan speaker. Namun, informasi mengenai harga, pasar di luar China, dan waktu peluncuran internasionalnya masih belum diumumkan JBL.
Dengan perpaduan audio 2.1-channel, layar lirik 18,5 inci, album foto, serta mode meditasi, Vienna menempati posisi berbeda dalam lini perangkat audio rumah. Produk ini menggabungkan fungsi speaker dengan elemen tampilan digital yang lebih personal.
Source: tekno.kompas.com






