
iQOO Z11 versi global mulai memberi sinyal kehadirannya setelah muncul di database Geekbench. Temuan ini langsung menarik perhatian karena daftar tersebut menunjukkan bahwa model internasional tidak akan sepenuhnya sama dengan versi yang lebih dulu meluncur di China.
Perbedaan yang paling menonjol ada pada chipset. Jika model China memakai MediaTek Dimensity 8500, varian global justru mengarah ke Snapdragon 7s Gen 4 berdasarkan rincian CPU dan GPU yang tercatat di Geekbench.
Terlihat dengan nomor model Vivo I2512
Informasi kemunculan perangkat ini pertama kali disorot tipster Abhishek Yadav lewat akun X @yabhishekhd. Di Geekbench, perangkat tersebut terdaftar dengan nomor model Vivo I2512.
Skor yang dicatat cukup memberi gambaran awal tentang kelas performanya. Perangkat itu meraih 1.214 poin untuk single-core dan 3.091 poin untuk multi-core.
Listing yang sama juga menampilkan prosesor octa-core dengan frekuensi puncak 2,71GHz dan frekuensi dasar 1,80GHz. GPU yang tercantum adalah Adreno 810, kombinasi yang membuat dugaan ke arah Snapdragon 7s Gen 4 semakin kuat.
RAM 12GB dan kemungkinan Android 16
Selain chipset, data Geekbench juga memberi petunjuk lain soal konfigurasi perangkat. Varian global iQOO Z11 disebut membawa RAM 12GB.
Sistem operasinya juga tampak sudah mengarah ke Android 16. Jika benar demikian, perangkat ini akan langsung masuk ke generasi software terbaru saat hadir ke pasar.
Kehadiran di Geekbench biasanya menjadi tanda bahwa peluncuran resmi sudah dekat. Dalam konteks iQOO Z11, listing ini sekaligus memperlihatkan bahwa perusahaan tampaknya menyiapkan strategi berbeda untuk pasar global.
Jauh berbeda dari model China
Sebagai pembanding, iQOO Z11 yang lebih dulu hadir di China membawa layar AMOLED 6,83 inci. Panel itu mendukung refresh rate hingga 165Hz.
Model China tersebut menggunakan chipset octa-core MediaTek Dimensity 8500. Konfigurasinya juga lebih besar, dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal sampai 512GB.
Sistem operasinya memakai OriginOS 6 berbasis Android 16. Kombinasi ini memperlihatkan bahwa model China diposisikan untuk pengguna yang mengejar performa tinggi sekaligus ruang simpan yang besar.
Spesifikasi lain yang sudah diketahui
Di sektor kamera, iQOO Z11 China membawa dua kamera belakang. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 megapiksel dengan optical image stabilisation dan sensor depth 2 megapiksel.
Untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, tersedia kamera depan 16 megapiksel. Susunan ini menunjukkan fokus pada kamera utama, bukan pada konfigurasi multi-kamera yang kompleks.
Salah satu daya tarik terbesar perangkat ini ada pada baterainya. iQOO Z11 dibekali baterai 9.020mAh dengan dukungan pengisian cepat 90W.
Kapasitas tersebut tergolong sangat besar untuk smartphone modern. Jika spesifikasi ini ikut dipertahankan di versi global, perangkat ini bisa menarik minat pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang dalam satu kali pengisian.
Sinyal arah produk untuk pasar global
iQOO Z11 juga sudah mengantongi rating IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Fitur ini memberi nilai tambah yang biasanya dicari di kelas menengah atas.
Meski begitu, detail final untuk versi global masih belum sepenuhnya terkonfirmasi. Belum ada kepastian apakah layar, kamera, baterai, dan fitur ketahanan akan sama persis dengan versi China.
Yang sudah terlihat jelas saat ini adalah arah produknya. iQOO tampaknya menyiapkan iQOO Z11 global sebagai ponsel dengan identitas baterai besar dan spesifikasi kompetitif, tetapi dengan fondasi chipset yang berbeda dari edisi China.
Source: www.gadgets360.com




