
Apple kembali mencatat momentum besar lewat iPhone 17 series yang disebut sebagai model iPhone paling populer sepanjang sejarah. Kabar ini muncul setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal kedua tahun 2026 yang menjadi kuartal Maret terbaik bagi Apple berkat penjualan iPhone 17 series yang kembali memecahkan rekor.
Pernyataan itu disampaikan CFO Apple Kevin Parekh kepada Financial Times. Ia menegaskan bahwa seri iPhone 17 telah menjadi lini produk terpopuler sepanjang sejarah perusahaan, seiring peningkatan pangsa pasar pada kuartal sebelumnya.
Permintaan tinggi, pasokan masih ketat
Di sisi lain, CEO Apple Tim Cook mengatakan permintaan terhadap iPhone saat ini sangat tinggi. Namun, Apple belum sepenuhnya leluasa menggenjot produksi karena pasokan masih dibatasi ketersediaan komponen.
Cook menyebut fleksibilitas rantai pasok untuk memperoleh lebih banyak komponen sedang menurun. Kondisi itu membuat penjualan iPhone 17 series belum bisa sepenuhnya lepas dari hambatan pasokan, meski minat pasar terbilang besar.
Salah satu kendala utama datang dari chip A19 dan A19 Pro yang diproduksi TSMC. Pabrikan asal Taiwan itu juga memproduksi chip AI dengan permintaan tinggi, sehingga ketersediaan komponen untuk iPhone ikut terdampak.
Dampak ke biaya memori Apple
Cook juga menyoroti tekanan pada pasokan memori untuk iPhone dan produk Apple lainnya. Ia mengatakan perusahaan memperkirakan biaya memori akan jauh lebih tinggi pada kuartal Juni, lalu dampaknya akan makin terasa pada bisnis Apple setelah periode tersebut.
Menurut Cook, kenaikan biaya memori dalam beberapa bulan terakhir masih bisa diredam sebagian karena Apple sudah menimbun pasokan dalam jumlah besar. Seiring stok itu berkurang, tekanan biaya diperkirakan akan meningkat.
Situasi ini menambah tantangan di tengah tingginya permintaan. Apple harus menjaga keseimbangan antara penjualan yang kuat dan keterbatasan rantai pasok yang belum sepenuhnya pulih.
Kinerja keuangan tetap kuat
Meski menghadapi hambatan komponen, Apple tetap membukukan total pendapatan USD 111,2 miliar pada kuartal kedua tahun 2026. Pendapatan iPhone sendiri melonjak 22 persen menjadi USD 57 miliar, menunjukkan kontribusi besar lini smartphone itu terhadap kinerja perusahaan.
Bisnis lain Apple juga ikut menguat. Pendapatan Mac mencapai USD 8,4 miliar, didorong kehadiran MacBook Neo yang harganya terjangkau, sementara iPad mencatat USD 6,91 miliar.
Layanan Apple juga menorehkan hasil penting. Bisnis yang mencakup Apple One, Apple Music, Apple TV, dan layanan lainnya meraih rekor pendapatan USD 30,98 miliar.
Kombinasi penjualan iPhone 17 series yang memecahkan rekor, permintaan yang tetap tinggi, dan pendapatan yang naik kuat menunjukkan posisi Apple masih sangat solid. Namun, ketergantungan pada komponen kunci seperti chip dan memori tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan perusahaan dalam beberapa bulan mendatang.
Source: inet.detik.com




