iPhone 15 Plus Raib Saat Tidur, Nomornya Dipakai Pelaku Minta Uang ke Ibu Korban

Author: Qoo Media

Seorang remaja di Palembang kehilangan iPhone 15 Plus saat tidur, lalu kasus itu berkembang menjadi dugaan pencurian yang disusul upaya meminta uang ke keluarga korban. Nomor ponsel korban disebut sempat dipakai untuk menghubungi ibunya dengan cerita palsu bahwa korban mengalami kecelakaan.

Korban bernama Syaki Akbar, 18 tahun, warga Jalan Keramasan, Kecamatan Kertapati. Ia melaporkan kejadian itu ke SPKT Polrestabes Palembang bersama keluarganya setelah ponselnya raib dan dipakai pihak lain untuk berkomunikasi dengan kerabat.

Ponsel hilang saat korban tertidur

Menurut keterangan korban, iPhone 15 Plus itu diletakkan di bawah bantal saat ia tidur di depot pasir tempat tinggalnya. Ketika bangun, perangkat tersebut sudah tidak ada.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari 7 Mei 2026 sekitar pukul 04.30 WIB di kawasan Jalan Syakyakirti, Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang. Setelah sadar ponselnya hilang, korban memastikan dirinya tidak pernah menghubungi keluarga seperti yang diklaim pihak tak dikenal.

Nomor korban dipakai untuk menipu keluarga

Kejanggalan berikutnya muncul saat ibu korban menerima panggilan dari nomor milik Syaki. Dalam percakapan itu, penelepon mengaku sebagai korban dan menyebut Syaki mengalami kecelakaan.

Bukan hanya menyamar, terduga pelaku juga disebut meminta uang kepada keluarga korban. Pola ini membuat kasus tersebut tidak lagi dipandang sekadar pencurian ponsel, tetapi juga percobaan penipuan dengan memanfaatkan identitas korban.

Keluarga sempat menunggu ponsel dikembalikan

Iqbal Tawaqal, anggota keluarga yang ikut mendampingi laporan, mengatakan keluarga sempat berharap pelaku mengembalikan ponsel secara sukarela. Karena itu, mereka menunggu hampir sepekan sebelum akhirnya memilih jalur hukum.

Keluarga menilai tindakan tersebut menyalahgunakan situasi untuk menekan mereka. Bagi keluarga, hilangnya ponsel bukan hanya soal barang berharga yang raib, tetapi juga soal nomor aktif di dalamnya yang dipakai untuk mencoba meyakinkan orang tua korban dengan cerita bohong.

Laporan diarahkan ke Polrestabes Palembang

Setelah menilai ada banyak kejanggalan, Syaki mengecek kembali dan memastikan ponselnya benar-benar hilang. Dari situ, keluarga mengarahkan kasus ini ke SPKT Polrestabes Palembang agar ditindaklanjuti.

Laporan itu dibuat dengan harapan pihak kepolisian dapat menelusuri pelaku yang diduga mengambil ponsel sekaligus memakai nomor korban untuk meminta uang. Hingga laporan dibuat, keluarga masih menunggu penanganan lebih lanjut atas kasus yang menimpa remaja asal Kertapati tersebut.

Kasus ini menunjukkan bahwa kehilangan ponsel kini bisa berkembang jauh melampaui kerugian materi. Saat nomor di dalam perangkat masih aktif, pelaku dapat memakai identitas korban untuk membangun cerita palsu dan mencoba memeras keluarga dalam waktu singkat.

Terbaru