Infinix mulai mengubah posisi mereknya di pasar ponsel Indonesia. Setelah lama identik dengan segmen terjangkau, perusahaan ini kini masuk ke kelas yang jauh lebih tinggi lewat Infinix Note 60 Ultra dengan harga sekitar Rp12 jutaan.
Langkah ini penting karena menunjukkan bahwa Infinix tidak lagi hanya mengejar volume penjualan di kelas menengah bawah. Perusahaan kini mencoba menantang batas persepsi konsumen bahwa merek terjangkau belum tentu bisa menghadirkan pengalaman flagship.
Menurut keterangan yang disampaikan Infinix Indonesia melalui Jordan selaku Product Marketing Manager, peluncuran model ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk melampaui batas produk sebelumnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa Note 60 Ultra bukan sekadar varian baru, melainkan simbol perubahan arah bisnis.
Produk ini lebih dulu diperkenalkan secara global di ajang Mobile World Congress Barcelona. Di Indonesia, pengenalan fitur dan spesifikasinya dilakukan pada awal Maret, sebelum penjualan dijadwalkan mulai April.
Naik kelas lewat desain premium
Salah satu sorotan utama ada pada desainnya. Infinix menggandeng Pininfarina, rumah desain asal Italia yang dikenal luas lewat karya di dunia otomotif, termasuk supercar Ferrari.
Kolaborasi itu memberi pesan jelas bahwa Infinix ingin bermain di ranah citra premium. Pada pasar smartphone, desain sering menjadi penanda pertama yang membedakan ponsel menengah dengan ponsel flagship.
Bagian kamera belakang dirancang dengan konsep Uni-Chassis Cam Module. Modul ini memanjang horizontal di bagian belakang dan dilapisi Corning Gorilla Glass Victus untuk menambah kesan kokoh sekaligus mewah.
Sentuhan visual lain juga dibuat cukup agresif. Ada lekukan di sisi kanan dan kiri, aksen garis merah, serta lampu strip yang menyala saat perangkat dihidupkan.
Infinix juga menyiapkan empat pilihan warna yang terinspirasi dari motor sport dan budaya. Varian itu terdiri dari Torino Black, Monza Red, Amalfi Blue, dan Roma Silver.
Fokus pada kamera dan fitur yang tidak biasa
Di atas kertas, sektor kamera menjadi salah satu senjata utama Note 60 Ultra. Kamera utamanya memakai sensor Samsung ISOCELL HPE 200 MP, didampingi telefoto 50 MP dan kamera ultrawide 8 MP.
Lensa telefoto tersebut mendukung zoom optik 2x dan digital zoom hingga 100x. Sementara kamera ultrawide menawarkan sudut pandang 112 derajat untuk kebutuhan foto lanskap atau grup.
Untuk perekaman video, Infinix menyematkan teknologi XDR Ultra HDR. Fitur ini ditujukan untuk meningkatkan rentang dinamis agar hasil video terlihat lebih seimbang pada area terang dan gelap.
Kamera depan juga tidak kecil untuk ukuran flagship. Infinix menyematkan kamera selfie 32 MP dengan bukaan f/2.2, yang ditujukan untuk foto potret dan panggilan video dengan detail lebih baik.
Fitur yang paling menonjol justru ada di sisi komunikasi. Note 60 Ultra dibekali komunikasi satelit dua arah, sehingga pengguna tetap bisa mengirim pesan dan melakukan panggilan saat berada di luar jangkauan jaringan seluler biasa.
Kehadiran fitur ini menempatkan Infinix pada arena yang biasanya dihuni merek premium lama. Untuk pengguna tertentu, terutama yang sering bepergian ke area minim sinyal, kemampuan seperti ini bisa menjadi nilai praktis yang nyata.
Spesifikasi inti yang mendukung label flagship
Dari sisi performa, Infinix memakai chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate berbasis fabrikasi 4 nanometer. Chip ini dipadukan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB.
Kombinasi tersebut menempatkan perangkat ini di kelas atas untuk kebutuhan multitasking, gaming, dan produktivitas harian. Dengan memori besar, pengguna juga mendapat ruang lebih lega untuk aplikasi, foto resolusi tinggi, dan video.
Layarnya menggunakan panel AMOLED 6,78 inci. Resolusinya mencapai 1.208 x 2.644 piksel dan mendukung refresh rate 144 Hz.
Angka refresh rate ini tergolong tinggi dan cocok untuk navigasi yang lebih mulus. Tingkat kecerahannya juga disebut mencapai 1.600 nits, sehingga tampilan tetap mudah dilihat di bawah cahaya matahari.
Pelindung layarnya memakai Corning Gorilla Glass 7i. Pada bagian belakang, modul kamera dilapisi Gorilla Glass Victus, yang menambah kesan bahwa Infinix serius membangun perangkat premium dari sisi material.
Baterai besar, pengisian cepat, dan dukungan software panjang
Baterai 7.000 mAh menjadi salah satu nilai jual paling kuat. Kapasitas sebesar ini masih relatif jarang pada ponsel flagship yang tetap mengejar desain modern dan fitur kelas atas.
Pengisian dayanya juga kencang. Infinix menyebut dukungan fast charging mencapai 100 watt dengan kabel dan 50 watt nirkabel, dengan waktu isi dari kosong hingga penuh sekitar 48 menit.
Perangkat ini menjalankan XOS 16 berbasis Android 16. Infinix menjanjikan pembaruan sistem operasi selama tiga tahun dan pembaruan keamanan selama lima tahun.
Komitmen software seperti ini penting dalam penilaian ponsel premium. Konsumen di level harga Rp12 jutaan biasanya tidak hanya melihat spesifikasi awal, tetapi juga jaminan umur pakai dan keamanan dalam jangka panjang.
Apa arti strategi ini bagi pasar Indonesia
Masuknya Infinix ke rentang harga Rp12 jutaan memperlihatkan bahwa persaingan smartphone tidak lagi hanya soal siapa paling murah. Merek yang selama ini kuat di kelas terjangkau kini mulai ingin membuktikan bahwa mereka juga bisa menawarkan desain, kamera, material, dan fitur canggih setara kelas lebih tinggi.
Berikut poin yang paling menonjol dari Note 60 Ultra:
- Harga sekitar Rp12 jutaan.
- Desain hasil kolaborasi dengan Pininfarina.
- Kamera utama 200 MP dengan sensor Samsung ISOCELL HPE.
- Telefoto 50 MP dengan zoom optik 2x.
- Komunikasi satelit dua arah.
- Chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate.
- AMOLED 6,78 inci, 144 Hz, 1.600 nits.
- Baterai 7.000 mAh, fast charging 100 watt, wireless charging 50 watt.
- Update Android tiga tahun dan keamanan lima tahun.
Sebelum model ini hadir, Infinix juga lebih dulu menyiapkan Note 60 Pro untuk pasar Indonesia dengan harga di atas Rp5 jutaan. Strategi itu menunjukkan adanya jembatan produk dari kelas menengah ke premium, agar konsumen melihat kenaikan kelas ini sebagai langkah bertahap yang masuk akal.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Note 60 Ultra membuka pilihan baru di segmen flagship yang selama ini didominasi nama-nama lama. Jika eksekusinya sesuai janji spesifikasi, Infinix bukan hanya sedang menjual ponsel mahal, tetapi sedang menguji apakah batas antara “merek terjangkau” dan “merek premium” masih relevan di mata konsumen.







