Infinix GT 50 Pro Tiba Di Indonesia, Baterai 6.500 mAh Dan Tombol L1 R1 Menggoda Gamer

Infinix resmi menghadirkan GT 50 Pro di Indonesia sebagai ponsel yang menempatkan gaming di posisi utama. Perangkat ini membawa baterai 6.500 mAh, tombol trigger mirip L1 dan R1 pada kontroler konsol, serta sejumlah fitur yang ditujukan untuk menjaga performa tetap stabil saat dipakai bermain dalam durasi panjang.

Menurut Vice President Transsion Indonesia Christian Sudibyo, produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan gamer yang tidak hanya mengejar tenaga besar, tetapi juga konsistensi. “Yang dibutuhkan gamer adalah konsistensi dan stabilitas yang diandalkan,” ujarnya dalam peluncuran di Bintaro, Tangerang Selatan.

Layar besar dengan refresh rate tinggi

Infinix GT 50 Pro membawa panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1.208 x 2.644 piksel atau FHD Plus. Layar ini sudah mendukung refresh rate 144 Hz sehingga animasi, transisi, dan gerakan visual terasa lebih mulus, terutama ketika dipakai untuk game kompetitif.

Desain layarnya juga dibuat dengan bezel tipis dan punch hole untuk kamera depan. Susunan ini memberi area pandang yang terasa lebih luas dan mendukung pengalaman bermain maupun menonton konten.

Performa ditopang chipset kelas atas

Di sektor dapur pacu, Infinix GT 50 Pro memakai chipset MediaTek Dimensity 8400 yang dipadukan dengan RAM 12 GB. Chipset ini memiliki konfigurasi octa-core dengan satu inti berkecepatan hingga 3,25 GHz, tiga inti 3 GHz, dan empat inti efisiensi 2,1 GHz.

Kombinasi tersebut ditujukan untuk menjaga kinerja tetap responsif saat menjalankan game berat dan beberapa aplikasi sekaligus. Infinix juga menyematkan sistem pendingin baru bernama HydroFlow Liquid Cooling Architecture untuk membantu mengendalikan suhu perangkat.

Sistem pendingin dibuat lebih agresif

HydroFlow Liquid Cooling Architecture mengandalkan micro-pump liquid cooling yang disebut berukuran lebih besar di kelasnya. Teknologi ini mencakup pendinginan hingga 100 persen area chipset agar panas bisa disebar dan dilepas lebih cepat serta merata.

Pendekatan itu penting bagi ponsel gaming karena suhu yang terlalu tinggi bisa memicu penurunan performa. Dengan pendinginan seperti ini, Infinix menargetkan pengalaman bermain yang tetap stabil dan responsif dalam sesi panjang.

Baterai besar dan pengisian cepat

Salah satu daya tarik utama GT 50 Pro ada pada baterai 6.500 mAh. Kapasitas ini dipasangkan dengan pengisian cepat 45 watt untuk membantu pengguna mengisi daya tanpa menunggu terlalu lama.

Untuk kebutuhan sehari-hari, kombinasi baterai besar dan pengisian cepat menjadi nilai tambah yang relevan bagi gamer maupun pengguna yang aktif di luar ruangan. Perangkat ini juga mendukung konektivitas 5G dan menjalankan Android 16.

Trigger L1 dan R1 jadi pembeda

Infinix GT 50 Pro memiliki trigger yang bekerja seperti tombol L1 dan R1 pada kontroler konsol. Tombol ini bisa disentuh, ditekan, serta digeser ke kiri dan kanan untuk memberikan kontrol tambahan saat bermain.

Fitur tersebut menjadi identitas penting perangkat ini karena menghadirkan nuansa bermain yang lebih dekat ke pengalaman konsol. Infinix menaruh fitur itu sebagai pembeda utama di tengah pasar ponsel gaming yang makin padat.

Kamera, memori, dan pilihan warna

Untuk fotografi, perangkat ini membawa kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 8 MP di belakang. Di bagian depan, ada kamera selfie 13 MP yang dilengkapi screen flash untuk membantu pencahayaan saat memotret di kondisi minim cahaya.

GT 50 Pro hadir dengan memori internal 256 GB dan 512 GB tanpa slot microSD. Pilihan lain yang tersedia meliputi dual nano SIM serta tiga warna, yaitu merah, silver, dan hitam.

Harga Infinix GT 50 Pro di Indonesia

Infinix GT 50 Pro dijual dalam dua varian, yakni 12 GB/256 GB dan 12 GB/512 GB. Harganya masing-masing Rp 6,9 juta dan Rp 7,9 juta, serta sudah termasuk perangkat pendingin GT Magcharge Cooler 2.0.

Dengan layar 144 Hz, baterai 6.500 mAh, chipset Dimensity 8400, dan trigger ala konsol, Infinix GT 50 Pro masuk ke pasar Indonesia sebagai ponsel gaming yang menonjolkan kombinasi performa, daya tahan, dan kontrol bermain yang lebih spesifik.

Source: tekno.kompas.com

Terkait