
Huawei kembali mengusung pendekatan yang berbeda di pasar ponsel lipat lewat Pura X Max. Perangkat ini tampil sebagai wide foldable dengan layar utama 7,7 inci yang dibuat lebih lebar dari desain lipat pada umumnya, sehingga langsung menonjol di tengah tren ponsel lipat yang biasanya tinggi dan ramping.
Model ini hadir bersama lini flagship Huawei Pura 90 series di pasar China. Formatnya memadukan karakter flip dan book-style, lalu menawarkan rasio layar 14.1:10 yang membuat tampilan terasa lebih mendekati bidang persegi saat dibuka.
Desain yang sengaja dibuat tak biasa
Pura X Max tidak mengikuti pola umum ponsel lipat yang fokus pada bentuk jangkung. Huawei justru memilih bodi yang lebih lebar agar pengalaman visual terasa seperti membuka lembaran kertas, dan hasilnya memberi identitas yang jelas pada perangkat ini.
Saat dibentangkan, ketebalannya hanya 5,2 mm. Angka itu membuat perangkat ini tetap terlihat tipis meski membawa layar lebih besar dan tubuh yang lebih lebar dari banyak pesaingnya.
Layar luarnya berukuran 5,4 inci, sedangkan layar utamanya mencapai 7,7 inci. Ukuran panel utama ini jauh lebih besar daripada pendahulunya, Pura X, yang hanya membawa layar 6,3 inci.
Kedua layar memakai panel LTPO 2.0 dengan refresh rate adaptif 1–120Hz. Tingkat kecerahan layar luar mencapai 3.500 nits, sementara layar bagian dalam berada di level 3.000 nits.
Engsel baru dan perlindungan yang ditingkatkan
Huawei memperbarui sistem lipatan dengan engsel waterdrop terbaru. Perusahaan menyebut mekanisme ini memberi tambahan area layar sebesar 16 persen sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap benturan fisik.
Panel utama dilindungi kaca Ultra-Thin Glass atau UTG. Material ini dirancang fleksibel, tetapi tetap ditujukan untuk menjaga daya tahan dalam penggunaan jangka panjang.
Layar luar juga mendapat perlindungan dari kaca Kunlun generasi kedua. Di sisi bodi, perangkat ini mengantongi sertifikasi IP58/IP59 yang menandakan ketahanan terhadap debu serta semprotan air suhu tinggi.
Performa, kamera, dan baterai
Untuk dapur pacu, Huawei membekali Pura X Max dengan chipset Kirin 9030 Pro. Huawei mengklaim chip ini membawa peningkatan performa hingga 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Agar suhu tetap stabil, perangkat ini memakai vapor chamber dan lapisan graphene. Kombinasi tersebut diarahkan untuk menjaga performa tetap konsisten saat ponsel dipakai dalam beban kerja tinggi.
Di sektor kamera, Pura X Max membawa sistem tiga kamera belakang. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 MP dengan aperture variabel f/1.4–f/4.0 dan OIS, kamera periskop 50 MP dengan OIS, serta kamera ultra-wide 12,5 MP.
Huawei juga menyematkan teknologi RYYB dan pemrosesan gambar XMAGE pada sistem kamera tersebut. Untuk kebutuhan swafoto, tersedia dua kamera depan 8 MP, masing-masing di layar luar dan layar bagian dalam.
Kapasitas baterainya mencapai 5.300 mAh. Pengisian daya mendukung fast charging 66W melalui kabel dan wireless charging 50W.
HarmonyOS 6.1 dan fokus produktivitas
Pura X Max berjalan dengan HarmonyOS 6.1 secara mandiri dan tidak memakai Android. Karena itu, layanan Google seperti Play Store, YouTube, dan Google Maps tidak tersedia secara bawaan di perangkat ini.
Sebagai gantinya, pengguna bisa mengandalkan Huawei Mobile Services dan AppGallery. Huawei juga menyiapkan dukungan stylus M-Pen 3 Mini yang dilengkapi mikrofon serta gesture udara.
Di sisi kecerdasan buatan, perangkat ini membawa Xiaoyi Smart Brain yang terintegrasi dengan sejumlah aplikasi. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengeditan foto dan pencatatan agar lebih praktis.
Pilihan warna dan harga resmi
Huawei menawarkan Pura X Max dalam lima warna, yakni Midnight Black, Zero White, Interstellar Blue, Olive Gold, dan Vibrant Orange. Varian memorinya juga cukup luas untuk konsumen di China.
Berikut harga resmi yang diumumkan:
- 12GB/256GB: 11.000 yuan
- 12GB/512GB: 12.000 yuan
- 16GB/512GB: 13.000 yuan
- 16GB/1TB: 14.000 yuan
Hingga saat ini, belum ada kepastian soal peluncuran Pura X Max di pasar internasional maupun Indonesia. Model sebelumnya juga hanya dipasarkan secara eksklusif di China, sehingga peluang kehadiran global perangkat ini masih belum jelas.





