Huawei kembali membawa konektivitas 5G ke lini ponsel flagship internasional melalui Pura 90s Pro dan Pura 90s Pro Max. Langkah ini menjadi perubahan penting setelah beberapa generasi ponsel Huawei di pasar global hanya tersedia dalam versi 4G.
Kembalinya 5G terjadi di tengah pembatasan perdagangan Amerika Serikat yang berdampak pada bisnis Huawei sejak 2019. Sebelumnya, model global mulai seri P50, Mate 50, P60, hingga Pura 70 tidak menawarkan jaringan 5G, meski varian China sudah memilikinya.
Selain jaringan generasi kelima, kedua perangkat juga membawa eSIM untuk pertama kalinya pada lini Pura global. Dukungan konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan NearLink 2.0, teknologi nirkabel Huawei yang dikembangkan sebagai alternatif Bluetooth.
5G Kembali, tetapi Tanpa Layanan Google
Kehadiran 5G tidak mengubah posisi Huawei terkait layanan Google pada perangkat globalnya. Kedua ponsel menjalankan EMUI 16 berbasis Android Open Source Project atau AOSP 16 tanpa Google Mobile Services.
Huawei pernah menjual ponsel 5G di pasar internasional sebelum pembatasan tersebut diberlakukan. Beberapa model yang telah lebih dulu hadir dengan 5G secara global antara lain seri Mate 40 dan Mate 30.
Menurut informasi yang dihimpun tekno.kompas.com, Huawei mulai memasarkan duo Pura 90s secara bertahap di sejumlah pasar global. Malaysia menjadi salah satu negara awal yang menjual Pura 90s Pro, sementara Singapura disebut akan menyusul.
Perbandingan Model dan Harga Malaysia
| Varian | Kamera telefoto | Layar | Harga di Malaysia |
|---|---|---|---|
| Huawei Pura 90s Pro 12/256 GB | 50 MP, zoom optik 4x | LTPO OLED 6,6 inci | 3.700 ringgit Malaysia |
| Huawei Pura 90s Pro 12/512 GB | 50 MP, zoom optik 4x | LTPO OLED 6,6 inci | 4.000 ringgit Malaysia |
| Huawei Pura 90s Pro Max 12/512 GB | 200 MP RYYB, zoom optik 4x | LTPO OLED 6,9 inci | 4.900 ringgit Malaysia |
Pembeda paling besar ada pada sektor kamera Pura 90s Pro Max. Model ini memakai kamera telefoto 200 MP dengan sensor RYYB berukuran 1/1,28 inci dan pembesaran optik 4x.
Huawei menyebutnya sebagai kamera telefoto 200 MP pertama di industri yang menggunakan teknologi RYYB. Kamera ini mendukung perekaman video telefoto hingga 20x dengan pemrosesan RAW secara real-time, stabilisasi CIPA 7.0 hingga tujuh stop, serta pemotretan makro.
Kamera utama Pro Max menggunakan sensor 50 MP berukuran 1/1,28 inci dengan teknologi LOFIC. Lensanya memiliki bukaan variabel f/1.4 hingga f/4.0, sedangkan kamera ultrawide-nya beresolusi 40 MP dengan bukaan f/2.2.
Huawei Pura 90s Pro mengusung kamera utama 50 MP RYYB tanpa LOFIC, telefoto 50 MP dengan zoom optik 4x, dan ultrawide 12,5 MP. Kedua perangkat ditenagai chipset Kirin 9030S, tetapi Huawei belum mengungkap proses fabrikasi maupun spesifikasi lengkap chip tersebut.
Layar Besar dan Baterai 6.000 mAh
Pura 90s Pro memiliki layar LTPO OLED datar 6,6 inci beresolusi 1.256 x 2.760 piksel dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz. Pura 90s Pro Max memakai panel lebih besar, yakni 6,9 inci dengan resolusi 1.308 x 2.880 piksel dan refresh rate adaptif yang sama.
Huawei mengklaim panel baru itu dapat mengurangi pantulan cahaya hingga 70 persen. Lapisan diamond-like carbon serta material silicon nitride ceramic juga disebut meningkatkan ketahanan gores hingga 16 kali dan ketahanan benturan hingga 25 persen dibanding generasi sebelumnya.
Keduanya tersedia dengan RAM 12 GB serta pilihan penyimpanan 256 GB dan 512 GB. Untuk sebagian besar pasar global, kapasitas baterainya mencapai 6.000 mAh, sedangkan versi Uni Eropa membawa baterai 5.500 mAh untuk memenuhi regulasi setempat.
Pura 90s Pro Max mendukung pengisian daya kabel 100 watt dan nirkabel 80 watt. Pura 90s Pro menawarkan pengisian kabel 66 watt serta wireless charging 50 watt.
Kedua ponsel juga mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan air hingga kedalaman dua meter dan IP69 untuk perlindungan dari semprotan air bertekanan tinggi. Huawei belum memberikan informasi mengenai kemungkinan penjualan Pura 90s Pro dan Pura 90s Pro Max di Indonesia.
Source: tekno.kompas.com






