Huawei Lipat Lebar Bikin Lawan Terganggu, Xiaomi Sisipkan Tombol AI di Flagship Baru

Pasar smartphone premium kembali ramai karena sejumlah merek besar membawa pendekatan yang makin berbeda. Huawei, Xiaomi, Sony, Vivo, dan Motorola tidak hanya bersaing di performa, tetapi juga di fitur yang langsung menyentuh kebutuhan harian pengguna.

Huawei menjadi salah satu yang paling menonjol lewat Pura X Max, ponsel lipat yang dijadwalkan hadir di China pada 20 April. Perangkat ini memakai konsep layar rasio lebar yang lebih pendek, namun memberi tampilan lebih lega saat dibuka penuh.

Huawei dorong format lipat yang lebih fungsional

Konsep layar tersebut ditujukan untuk memberi pengalaman yang lebih nyaman saat menonton video dan menjalankan multitasking. Huawei juga menyiapkan tiga kamera belakang untuk memperkuat daya tarik perangkat ini di sisi fotografi.

Pilihan warna yang disiapkan pun cukup banyak, mulai dari Interstellar Blue, Olive Gold, Phantom Night Black, Vibrant Orange, hingga Zero Degree White. Pura X Max juga akan meluncur bersama seri Pura 90 Pro, sehingga peluncurannya diposisikan sebagai bagian dari panggung produk yang lebih besar.

Langkah Huawei menunjukkan bahwa desain lipat masih menjadi arena penting untuk menunjukkan pembeda. Di segmen ini, bentuk dan fungsi berjalan beriringan, bukan sekadar mengejar kesan futuristis.

Xiaomi sisipkan tombol AI di ponsel flagship

Di saat yang sama, Xiaomi disebut menyiapkan pendekatan yang berbeda pada Xiaomi 18 Pro. Rumor yang beredar menyebutkan ponsel ini akan membawa tombol AI khusus di sisi bodi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Fungsinya dikabarkan cukup luas, mulai dari membuka fitur AI kapan saja hingga mengontrol perangkat rumah pintar. Tombol itu juga disebut dapat dipakai untuk menghubungkan mobil listrik Xiaomi yang kompatibel.

Kehadiran tombol AI memperlihatkan arah baru Xiaomi dalam memperluas integrasi kecerdasan buatan ke perangkat flagship. Pendekatan ini menempatkan AI bukan hanya sebagai fitur tambahan di dalam sistem, tetapi sebagai akses langsung yang bisa dipakai dengan cepat.

Sony tetap mempertahankan jack audio 3,5mm

Sony hadir dengan pilihan yang justru berlawanan dengan tren pasar premium. Berdasarkan sertifikasi FCC, Xperia 1 VIII disebut masih mempertahankan jack audio 3,5mm.

Keputusan itu menarik perhatian karena banyak flagship lain sudah meninggalkan port audio klasik. Bagi pengguna headset kabel, keberadaan jack ini tetap memberi keuntungan praktis yang tidak selalu tersedia pada ponsel kelas atas.

Langkah Sony juga memberi sinyal bahwa kebutuhan pengguna belum sepenuhnya bergeser ke ekosistem audio nirkabel. Dalam segmen premium, kenyamanan dan kebiasaan pemakaian masih menjadi pertimbangan penting.

Vivo dan Motorola ikut menambah panas persaingan

Vivo ikut memperkuat persaingan lewat X300 Ultra dan X300 FE. Model standar dibanderol 2.000 Euro atau sekitar Rp36,4 jutaan, sedangkan paket foto dan video disebut mendekati 2.500 Euro atau sekitar Rp45,5 jutaan setelah diskon.

Harga tersebut menegaskan arah Vivo yang ingin tampil serius di kategori flagship kamera. Fokus pada imaging dan paket fitur tambahan membuat perangkat ini jelas menyasar pengguna yang mencari pengalaman kelas atas.

Motorola juga tidak tertinggal lewat Edge 70 Pro yang dijadwalkan rilis 22 April. Ponsel ini membawa chipset Dimensity 8500, RAM 12GB, vapor chamber, layar 6,8 inci dengan refresh rate 144Hz, serta baterai 6.500mAh.

Untuk kameranya, Motorola menyiapkan sensor utama 50MP Sony Lytia 710 dengan OIS, kamera ultrawide 50MP, kamera depan 50MP, dan sensor multispektral. Kombinasi ini menunjukkan fokus Motorola pada performa, layar mulus, dan daya tahan baterai dalam satu paket flagship.

Rangkaian perangkat dari Huawei, Xiaomi, Sony, Vivo, dan Motorola memperlihatkan bahwa pasar smartphone kini bergerak lewat strategi yang semakin spesifik. Ada yang menonjolkan desain lipat, ada yang mengandalkan tombol AI, ada pula yang tetap mempertahankan fitur klasik seperti jack audio 3,5mm untuk menjawab kebutuhan pengguna yang belum berubah.

Exit mobile version