Persaingan di segmen laptop kelas menengah semakin sengit dengan kemunculan Apple MacBook Neo dan HP Pavilion x360. Kedua perangkat ini punya keunggulan masing-masing, namun dari berbagai aspek, HP Pavilion x360 menunjukkan kelemahan yang cukup signifikan. Sedangkan MacBook Neo unggul dengan performa dan daya tahan baterai yang lebih baik.
HP Pavilion x360 menawarkan fleksibilitas tinggi melalui desain 2-in-1 yang bisa dilipat hingga 360 derajat, memungkinkan penggunaan sebagai laptop dan tablet sekaligus. Penambahan layar sentuh dan stylus membuatnya menarik bagi pelajar dan pengguna kreatif yang butuh cara interaktif untuk mencatat dan menggambar. Namun, keunggulan ini belum mampu menutupi sejumlah kekurangan apabila dibandingkan dengan MacBook Neo.
Perbandingan Spesifikasi Teknis
HP Pavilion x360 dilengkapi layar 14 inci IPS dengan resolusi Full HD dan kecerahan 250 nits, sedangkan MacBook Neo memakai layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408×1506 dan kecerahan dua kali lipat yakni 500 nits. Hal ini membuat tampilan Apple lebih terang dan tajam, cocok untuk editing dan visualisasi konten yang akurat.
Dari sisi prosesor, HP memakai Intel Core i5-1335U generasi terbaru yang dipasangkan dengan grafis Intel Arc iGPU dan RAM DDR4 16 GB yang dapat diupgrade. Sementara MacBook Neo mengusung chip Apple A18 Pro 6-core dengan GPU 5-core dan RAM LPDDR5 8 GB yang tertanam. Meski RAM MacBook Neo lebih kecil, optimasi sistem Apple membuat performanya unggul.
Daya simpanan HP lebih besar dengan SSD 512 GB yang bisa diganti, berbanding MacBook Neo yang hadir dalam opsi 256 GB atau 512 GB, namun penyimpanan Apple tertanam menyatu dengan sistem. Baterai HP membawa kapasitas 43Wh, lebih besar dari MacBook Neo yang hanya 36,5Wh.
Kualitas Rakit dan Desain
MacBook Neo tampil dengan bodi unibody aluminium yang lebih tipis, ringan, dan terasa premium. Sementara HP menggunakan campuran aluminium di area keyboard dan plastik di bagian lain untuk menekan biaya. Desain MacBook dianggap lebih matang untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi pengguna yang mencari keterampilan finishing premium.
Sedangkan HP memfokuskan pada kepraktisan, seperti kemampuan lipat layar 360 derajat dan dukungan stylus, fitur yang tidak dimiliki MacBook Neo. Ini membuat HP lebih cocok untuk kreatif ringan dan aktivitas yang melibatkan interaksi langsung dengan layar.
Performa Benchmark Unggulkan MacBook Neo
Data benchmark menunjukkan Apple A18 Pro memimpin di hampir semua tes. Cinebench R23 single-core menunjukkan skor 2109 untuk MacBook Neo, lebih tinggi dibandingkan 1684 pada Intel Core i5-1335U HP. Pada multi-core, kedua perangkat cukup berimbang, namun MacBook tetap unggul dengan skor 9088 berbanding 8915.
Benchmark Geekbench 6 juga mengonfirmasi keunggulan MacBook Neo dengan skor single-core 3615 dan multi-core 9225, sedangkan HP hanya mendapatkan skor 2126 dan 8288. Keunggulan single-core penting karena kinerja aplikasi sehari-hari banyak bergantung pada kecepatan inti tunggal.
Selain itu, MacBook Neo beroperasi tanpa kipas, menghasilkan suara yang senyap dan mengeluarkan panas rendah berkat arsitektur chip Apple. Sebaliknya, HP tetap memakai kipas aktif yang membuat perangkat sedikit berisik saat beban kerja berat, dan suhu bodi lebih panas.
Daya Tahan Baterai dan Multimedia
Meskipun kapasitas baterai HP Pavilion x360 lebih besar, Apple unggul dari sisi efisiensi dan manajemen daya. MacBook Neo dapat bertahan antara 11 hingga 14 jam untuk penggunaan ringan sampai menengah, sementara HP hanya mampu sekitar 6 sampai 8 jam.
Perbedaan ini sangat signifikan untuk pengguna yang sering berada dalam mobilitas tinggi, seperti mahasiswa atau pekerja lapangan. Sektor audio juga menjadi nilai tambah Apple dengan speaker yang menawarkan suara lebih jernih dan volume lebih tinggi dibanding HP.
Target Pengguna dan Pilihan yang Lebih Rasional
HP Pavilion x360 direkomendasikan untuk pengguna yang membutuhkan laptop multifungsi dengan pendukung pena digital dan memori yang bisa diperbesar. Teknologi layar sentuh plus kemampuan mode tablet memberikan nilai lebih bagi pelajar dan pekerja kreatif.
Namun, bagi pengguna yang membutuhkan laptop tradisional dengan performa tinggi, daya tahan baterai lama, dan kualitas layar premium, MacBook Neo muncul sebagai pilihan lebih masuk akal. Dengan harga yang cenderung lebih kompetitif, MacBook Neo memiliki daya tarik kuat bagi kebutuhan kerja produktif dan hiburan sehari-hari.
Secara keseluruhan, HP Pavilion x360 mengalami keterbatasan di hampir semua aspek utama dibanding MacBook Neo. MacBook Neo tidak hanya unggul di performa dan efisiensi, tapi juga dalam pengalaman penggunaan yang lebih nyaman dan premium. Perbedaan ini menegaskan posisi MacBook Neo sebagai pemenang di segmen laptop menengah, sekaligus menantang dominasi laptop Windows dalam hal kualitas dan inovasi.





